Sunday, November 22, 2015

#HARI POHON: Jangan paku tubuhku

Tadi pagi saya berniat pergi ke pasar dengan berjalan kaki. Tujuan utama sih, olahraga, plus belanja dapur.  Baru beberapa meter keluar rumah, mata saya tertuju pada sebatang pohon palem tua, kering dan kurus. Ada plang iklan gratis yang di paku di batangnya. Sepanjang jalan saya ingat itu pohon. Kebeneran kemarin adalah hari pohon, tanggal 21 Nopember 2015, moment yang tepat buat curhat. #HARI POHON SEDUNIA
Jangan paku tubuhku...(Dokpri)
Saya merasa miris, *agak melow, tapi ini nyata* seandainya pohon itu bisa bersuara, tentu akan kita dengar jerit tangis kesakitannya.
Pasti kita tidak akan tega.
 "Ahh, En, cuman sebatang pohon , segitu lebaynya."
Mungkin itu kalimat yang diucapkan orang kepada saya, bahkan tadi pagi, saya mundur-mundur mau ambil foto pohon diantara lalu lalang kendaraan, banyak yang lihat.

Serius , ini serius, ungkapan perasaan hati saya.  Kasihan sekali melihat  pohon ini. Pohon juga makhluk ciptaan Allah. Berhak untuk hidup. Coba seandainya, pelaku pemasang iklan gratis ini berpikir, jika ia menjadi sebatang pohon, bagaimana rasa sakitnya tubuh dipaku? sakit.


Hari pohon sedunia, tidak sepuler hari penting lainnya. Kurang sosialisasi, Pemerintah kurang serius memanfaat momentum "Hari Menaman Pohon Indonesia " (Kepres RI no 24 tahun 2008). Coba seandainya Pemerintah memberi tanggal merah, pasti semua ingat, #Hari Pohon, mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan kewajiban menanam pohon. Nyatanya, tidak pernah dilakukan, hanya kalangan tertentu saja yang ingat Hari Pohon, termasuk saya, yang orang awan ini. Jadi timbul ide, untuk membicarakan kepada ketua RT perumahan saya, untuk mengagendakan hari pohon sedunia tahun depan, mengajak warga khususnya anak-anak untuk perduli dengan lingkungan hidup, belajar menanam pohon dan memanfaat barang bekas menjadi lebih menilai tambah. Maklumlah, saya ini tinggal di komplek kehutanan, dari kecil hinga kini.  Pohon menjadi bagian kehidupan saya sebagai anak Rimbawan...*komplek kehutanan terkenal dengan perumahan yang ditumbuhi pohon pohon tinggi dan lebat*

Saya melihat, saat pohon-pohon tumbuh lebat di Kalimantan Tengah, hingga pohon habis tumbang di bakar terganti dengan perkebunan kelapa sawit.
Hutan belantara mulai menghilang akibat penebangan liar, terjadinya musibah kebakaran hutan dan asap di Kalimantan dan Sumatra sekian tahun , seharusnya menyadarkan kita bersama, untuk merenung bertanya pada diri sendiri: apa yang kita lakukan untuk lingkungan hidup, untuk lestarinya pohon. Moment ini penting untuk selalu diingkatkan dan ditingkat sosialisai pada masyarakat, agar anak cucu jangan sampai, pohon hanya berupa dongeng yang khayal mereka. Tak tau apa itu pohon, sedih bukan.

Keadaan hutan di Kalimantan  per tahun (Sumber: klik disini
Pohon sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup di muka bumi ini. Pohon menyerap CO2 dan udara kotor lainnya, dan berfungsi melepas oksigen, juga sebagai penahan air tanah. Fungsi pohon itu sangat penting, namun sayang, tak kita sadari, telah merusak pohon itu, akibatnya, tercemarnya udara dan air tanah.
Bogor di tahun 1990, masih disebut kota dengan udara sejuk, kini tak lagi, panasnya minta ampun...bukan rahasia lagi, ini efek pemanasan global.

Hari pohon, mari ditandai dengan melakukan hal kecil untuk lingkungan hidup. Mulai dari hal kecil,dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan. Pilah dan pilih, sampah kering dan basah. Bulan Nopember, bertanda  musim hujan telah tiba, biasanya saya mulai menanam tanaman. Inilah sedikit yang bisa saya berikan untuk lingkungan agar tetap hijau dan asri.
Saya yakin, pabila seorang yang menanam tanaman, tak akan pernah rugi di sisi Allah Azza wa Jalla, sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan, bahkan bumi yang kita tempati. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja, baik dengan jalan yang halal, maupun jalan haram, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita.
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا‎ ‎إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ‏‎ ‎لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ‏‎ ‎لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ‏‎ ‎السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ‏‎ ‎صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ‏‎ ‎فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا‎ ‎يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ‏‎ ‎لَهُ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” [HR. Muslim dalam Al-Musaqoh (3945)]
Keutamaan menanam pohon dan tanaman, bahwa pahala pelakunya akan terus berjalan (mengalir) selama pohon dan tanaman itu ada, serta sesuatu (bibit) yang lahir darinya sampai hari kiamat masih ada (amal jariah). 
Pahala sedekah ini akan diraih oleh orang yang menanam, walapun ia tidak meniatkan tanamannya yang diambil atau dirusak orang dan hewan sebagai sedekah.
Sudah dulu nulisnya, mumpung sudah malam, jalan di depan rumah tidak serame pagi. Saya mau cabut plang di pohon itu.  
Kalo ada yang komplain, eikeh jabanin deh!

Selamat Hari Pohon Sedunia.
Menanam satu pohon bagai menabung untuk anak cucu kita.



10 comments:

  1. Hiks.. pohon biasanya di ikat2 ini itu.. di paku.. di tempelin.. di lukai demi menulis sesuatu yg alay dan di bakar demi buka lahan.. kebayang ya kalo mereka bisa bicara.. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalo waktu kampanye, banyak calon anggota wakil rakyat, yang memaku Baliho nya di pohon. Itu...artinya, saya nggak bakal pilih, sama pohon aja semena-mena, apalagi manusia.

      Delete
  2. Eh tapi jika semua hari peringatan dibikin tanggal merah... kita malah jadi inget pas hari kerjanya...krn tanggal merah udah jadi mainstream tersendiri...lagian kapan kerjanya..hehhe... btw...aku juga baru tau ini hari pohon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo begitu, tanggalnya di ganti, jadi tanggal Biru, menunjukkan ada hari penting. hehheee

      Delete
  3. Padahal pohon itu penunjang hidup manusia yah.

    Aku suka serem ih liat pohon yang dipaku-paku gitu....
    Mikirnya jadi horor...jiaaaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sapa tau, pohonnya balas dendam karena di paku..*sapa tau* namun tidak seharusnya, manusia begitu dzolim kepada pohon, mentang-mentang ga bisa ngomong.

      Delete
  4. kalau saja pohon bisa bicara pasti dia sudah berteriak dan menangis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar.. tadi malam, sudah saya lepas plangnya...

      Delete
  5. aku malah belum bikin postingan hari pohon gegara ngerjain dl lomba, hiks

    ReplyDelete