Thursday, November 19, 2015

Brengos...

Mungkin sebagian orang, sudah tau dengan istilah brengos
Kata 'brengos' sepintas jika kita dengar, terdengar seram.
Kesan yang ditampilkan, pasti ini tentang preman, badannya kekar, wajahnya bengis,dihiasi brewok lebat tak beraturan, dengan tato diseluruh badan, ada bekas luka pemanjang akibat senjata tajam. 
Aahh, serammm...nggak gitu kali. 

Sebenarnya, Brengos memiliki arti yang banyak loh. Tulisan ini tiba-tiba muncul hari ini, setelah saya mendengar percakapan teman beberapa bulan yang lalu sewaktu di Bandung. Ternyata brengos yang saya ketahui selama ini, bertambah satu lagi maknanya.



Brengos, lebih maskulin...Lelaki sekali. (Dokpri)
Dalam dunia Lelaki.
Brengos dalam bahasa Jawa,  adalah kumis. Lelaki yang memiliki kumis sangat lebat, bisa disebut: brengosan atau brewokan.
Katanya, lelaki  brengos itu keren, bertambah gahar dan maskulin sedikit sexy. Malah di tahun ini, menjadi tren brengos (yang klimis, geseran dulu dong) kalo eikeh, suka juga sih, asal dicukur rapihan dikit. 

Kata brengos dari bahasa Jawa ini sudah beradaptasi dalam bahasa keseharian, bahkan ada forum resmi yang didirikan untuk pria brewok, atau pria yang belum brewok, dan akan brewok, namanya Brengozer.


Dalam Dunia Binatang
Istilah brengos yang sering dipakai adalah Brengos macan  atau Kumis Macan(harimau). Kenapa nggak pake kalimat 'kumis macan' saja, seperti kumis kucing. Beda dong, penyebutan Brengkos Macan lebih berkesan berwibawa.
Bagi yang percaya,(saya tidak, loh!) brengos macan memiliki yoni atau kekuatan gaib. Secara alami dipercaya sejak dulu menjadi sarana untuk menimbulkan kewibawaan, disegani oleh banyak orang, musuh akan tunduk dan takluk serta kebal senjata. Tak heran banyak public pigure atau tentara berusaha mendapatkan brengos Macan.
Harga sehelai brengos Macan saja, diberi mahar Rp. 2.500.000...*waaa, mahalnya*. Cara mendapatkan brengos itu yang susah, karena brengos Macan, harus dicabut langsung dari macan yang masih hidup...Kebayangkan, resikonya, bisa-bisa, brengos nggak dapat, malah syawa melayang.

Bagi saya pribadi, pencabutan Brengos Macan, termasuk pelanggaran hak azazi binatang, kalo saya tau ada yang berbuat demikian, bisa saya laporkan dan pidanakan, berdasar KUHP  pasal 302, tentang penyiksaan terhadap binatang. Mengunting apalagi mencabut kumis binatang seperti macan atau kucing, samahalnya membunuhnya secara berlahan. Kumis memiliki fungsi yang sangat penting, karena kumis sangat peka sebagai sensor navigasi saat berburu. Nggak punya kumis, Macan nggak bisa makan.

Oke, sekian, tentang brengkos Macan, sebab, saya langsung nyeri hati, kalo menyangkut kekerasan pada binatang.

Brengos, dalam dunia Penjara, lain lagi artinya.
Ketika saya menjadi guru Sejarah SMA, kelas XII agar siswa lebih antusias dalam belajar, *Lagian, mata pelajaran saya, ditaruh di jam habis sholat lohor, ngantukkknya poolll, nggak guru, apalagi siswa.
Baru sampe pintu kelas, siswa sudah berteriak, "ceritaaaa aja, Bu". Permintaan yang terlalu manis ditolak. Guru doyan cerita, eikeh orangnya. Apalagi saya mengajar, sejarah dan Tata Negara (sekarang bergabung dengan PPKN), agar siswa tidak tertidur di kelas, perlu banyak cerita tambahan, kaya materi, tidak monoton dan membosankan. 
Saya suka memberi selingan cerita kepada mereka. Bagaimana kehidupan di penjara itu, karena sejarah perjuangan Indonesia di masa lalu, banyak pejuang-pejuang Nasional  di penjara(bui) walaupun tidak bersalah.  Apalagi sekarang, kejahatan makin meningkat, banyak orang dijebloskan ke dalam penjara.

Seperti nyair  sebuah lagu D'lloyd, berjudul: hidup di Bui.


Hidup di bui bagaikan burung
Bangun pagi makannya nasi jagung
Tidur di ubin pikiran bingung
Apa daya badanku terkurung

Oh kawan, dengarkan lagu ini
Hidup di bui menyiksa diri
Jangan sampai kawan mengalami
Badan hidup terasa mati

Apalagi penjara jaman perang
Masuk gemuk keluar tinggal tulang
Karena kerja secara paksa
tua muda turun ke sawah



Bisa dibayangkan, sengsaranya masuk di bui(penjara) menakutkan. Jangan sampe deh masuk penjara, *mimpipun jangan.*
Lagu itu khusus buat penjara jaman dulu, masih siksa badan, makan susah. Sekarang sudah beda, hotel prodeo tak mengerikan lagi, makan dijamin tiga kali sehari, olahraga, nggak perlu kerja paksa. Walauuu begitu...diberikan kelas super ekslusif sekalipun, eikeh tetap menolak. Heee...

Di dalam dunia penjara, ada istilah Brengos. Brengos adalah pria terkuat yang dipilih untuk memimpin kelompok di dalam penjara...*seperti di film film* Umumnya terdapat dua brengos yang memimpin kelompok. Brengkos, umumnya narapidana yang paling lama di penjara, ditakuti dan memiliki kemampuan bela diri(paling jagoan).Tahanan lain, akan memilih ikut kelompok brengos siapa, artinya, jika terjadi sesuatu, brengos akan melindunginya. Kadang, kelompok brengos itu menandai dirinya denga bertato. Kita, sering dengar terjadi kerusuhan di dalam penjara, biasanya dipicu oleh persaingan kelompok. Umumnya, sipir tau siapa yang menjadi brengos. Brengos bukan saja yang kuat, namun ada pula yang disengani dan bijaksana.

Dengan adanya brengos, sipir bisa bekerja sama dalam mengatur kegiatan warga binaan di penjara. itu segi positif dari Brengos.Biasanya narapidana akan lebih patuh pada brengosnya. Dengan adanya ketua kelompok, ia bisa memerintah, kawan Warga Binaan untuk meningkatkan ketrampilan. Umumnya kejadian mengerikan di penjara sudah mulai berkurang saat ini, ada program siraman rohani keagaaman, adanya pelatihan ketrampilan kerja, jadi tindakan kejahatan mulai berkurang, penyebutan narapida, sekarang sudah diperhalus menjadi Warga Binaan...kesannya nggak serem-serem amat.

Etapi, disadari, dimanapun orang berada, sekalipun dalam penjara. Dikurung beberapa tahun, masih saja ada yg melakukan kejahatan, di dalam penjara. Menurut berita yang saya lihat, bos pengedar Narkoba, bisa menjalankan bisnisnya dari dalam penjara. Percaya nggak percaya. Bisa jadi dia diangkat brengos.  Bandar Narkoba,kan kaya, punya uang tak berseri, buanyakkk...bisa saja, ia melakukan apapun, walau, regu tembak sudah di depan mata. 

Ternyata, istilah brengos  saya bertambah satu lagi, bukan brengos dalam bahasa Jawa, brengos macam dan brengos istilah dalam penjara...

Ini saya curi dengar, obrolan teman di dalam mobil.

"Urang pernah mawa Turis ke Yogja, Brengos na lumayan" kata Bang Joni Simbolon, seorang guide dalam bahasa Sunda. 

Hah! ada brengos juga?

Dalam dunia tour guide.
istilah brengos , adalah uang jasa yang diberikan turis kepada guide nya. Ukuran brengos setiap daerah berbeda, namun sudah ada aturan main, berapa tarif jasa seorang guide. Ahhhh, brengos di dunia Guide, tidak mengerikan tetapi malah menyenangkan. Bayangkan, setelah melayani wisatan pergi ke objek wisata, terakhir diberi brengos yang banyak. Senang bukan. 

Inilah beberapa arti istilah  brengos, di dunia yang berbeda.
Mungkin, ada yang nambahin, arti lain dari brengos.










6 comments:

  1. Saya baru tahu arti brengos dalam dunia tour guide. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Istilah ini tidak populer di kalangan awam, bahkan tidak masuk dalam mesin pencari. Makanya saya kaget, mendengar kata 'brengos' dalam dunia guide

      Delete
  2. wah, baru tahu kalo bregos itu banyak artinya, taunya cuma bregosan juga hihi, alias jenggotan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa...semoga menambah wawasann brengos ya..hehe.

      Delete
  3. Replies
    1. benar, bisa juga. kumis atau brewok, dari atas bibir menyatu ke kiri kanan pipi sampe dagu....brengos.

      Delete