Saturday, April 29, 2017

Manfaat Daun Jarum Tujuh Bintang

"En, lihat! daun insulin itu kembangnya bagus."


Saya beranjak menuju tumbuhan yang hidup subur di samping kandang 'ayam  ketawa' pagar rumah.
Seingat saya, terakhir pulang kampung, adik ipar memberi daun insulin yang dibawa dari Jakarta. Daun insulin bermanfaat untuk penyandang diabetes. Katanya, kakak iparnya diabetes jadi normal. Itu dia, bela-belain nanam buat mertua. Jujur, saya jarang memperhatikan daun insulin.
Yang saya tau, Bi Suniah pembantu Mama, selalu memetik beberapa daun di seduh dengan air panas untuk Mama minum, dengan harapan kadar gula darah bisa lebih stabil.

Matahari seminggu ini, bersinar cerah, pantaslah bunga insulin mekar sempurna. Cantik sekali, seperti bunga mawar berwarna merah bercampur kuning. Tumbuh di ujung batang. Baunya tak wangi.
Ini pertama kali saya melihat kembang insulin.

Anehnya, saya kok penasaran, ini bener daun insulin?

Langsung googling.
Loh, di foto hasil pencarian, menunjukkan bunga daun insulin berwarna kuning bukan merah.
Semakin penasaran.
Untungnya saya bersahabat dengqn Mbak Sri Sukarmi, ahli tanaman dalam Komunitas Flona (flora dan Fauna)

Demi menuntaskan penasaran saya, saya share di komunitas Apakah ini bunga daun insulin?
Mohon pencerahan.

Setelah menunggu, muncul komentar mbak Sri sebagai admin.
"Bunga insulin itu warna kuning (Tithonia diversifolia), nanti saya carikan fotonya di grup ini.
Kalau foto anda ini nama lokalnya daun jarum tujuh duri, daun jarum tujuh bintang, sevent thorn, mawar Medan. Nama ilmiah Pareskia sachora."
Bunga Daun Insulin
Alamak, ternyata ini bukan daun insulin.
Menurut Mas Teguh Suptianto member Flona. ciri daun Insulin rasanya pahit, tak heran daun insulin, dalam nama lokal: daun paitan.
Langsung deh saya petik, gigit, rasanya nggak pahit, malah terasa segar.

Keliru
Jelaslah sudah, ini bukan daun insulin, ini daun jarum tujuh bintang.
Masih keluarga kaktus,  satu-satunya memiliki daun sebenarnya
Kok ada ya, tumbuhan namanya lokalnya keren banget: namanya begitu keren,  daun jarum tujuh bintang.
Setelah saya cermati, sepanjang batang dekat pangkal daun, terdapat tujuh duri yang tajam kecil seperti jarum. Duri bergerombol membentuk bintang, benerrr....jumlahnya ada tujuh.
Saya perhatikan bentuk batangnya, membesar seperti ada air di dalam.  Ternyata, daun jarum tujuh bintang/duri  termasuk dalam keluarga kaktus.
Dan satu-satunya kaktus yang memiliki daun sebenarnya. Genus daun jarum tujuh duri termasuk paling primitif dalam keluarga Kaktus.

Tumbuhan yang diduga berasal dari Afrika, Amerika dan India ini mudah beradaptasi. Tanaman ini mampu hidup dan tahan di berbagai cuaca, khususnya beriklim tropis.

Tiba tiba saya kaget sendiri sambil memandang Mama yang sibuk menikmati sarapan.
Kalau tanaman ini bukan daun insulin tapi daun jarum tujuh bintang, berbahaya atau tidak bagi kesehatan Mama?
Selama ini, Mama meyakini daun insulin dan rutin meminumnya.

Segera saya baca kembali komentar mbak Sri Sukarmi. 
"Biasanya daun jarum tujuh duri untuk obat kanker daunnya, tapi caranya tidak tahu. Kalau bunganya, herbalis Cina bilang untuk obat mata."

Daun Jarum Tujuh Bintang atau duri ini merupakan tanaman obat untuk penyakit akut.
Daun tumbuhan ini lebih sering dimanfaat untuk kesehatan di banding bunganya.
Manfaat daun jarum tujuh bintang untuk menyembuhkan penyakit, antara lain:
● Hipertensi
● Reumatik
● Asam Urat
● Luka pasca operasi
● Kanker rahim
● Wasir
● Luka bakar
● Mulut dan gusi bermasalah 
● Perut kembung
● Qnti racun
Daun Jarum Tujuh Bintang, bisa dimakan mentah sebagai lalapan.
Sebagai pengobatan penyakit dalam, ambil lebih kurang 15 lembar daun, tumbuk kasar, direbus dan saring, diminum hangat pagi dan sore.

Kalau Mama lebih suka diseduh air hangat.
Untuk pengobatan luka bakar, daun ditumbuk lalu di oleskan pada luka.

"Maaa....ini bukan daun insulin, tapi daun jarum tujuh bintang, tanaman obat juga dan bagus untuk mengobati berbagai penyakit," tandas saya.
Mama hanya manggut-mangut mendengar penjelasan saya tentang kekeliruan selama ini.

Tak lama terdengar bunyi motor berhenti, Agus pekerja kami meminta ijin untuk pulang lebih awal. Istrinya masuk rumah sakit, ada bisul di payudaranya, entah belum jelas sakit apa.
Bergegas saya memetik daun lalu memberikan pada Agus. Tumbuk kasar, tempel pada bisul. Daun jarum tujuh bintang terasa dingin, bagus untuk luka dan bisa memdingin.
***

Dua hari kemudian.

Saya memetik daun muda, 4 helai untuk jadi lalapan Mama.
Alhasih, biasanya Mama susah buang air besar, ini malah lancar. Daun jarum tujuh bintang memang berlendir kalau dimakan mentah.
Catatan, jangan terlalu banyak makan mentah, karena kencing Mama katanya terasa pahit.
Laaa...itukan bagus, jawab saya, biasanya Mama penyandang diabetes, kencingnya manis. Beliau suka merasa dengan dicicipi sendiri, karena kencing bisa menjadi indikator, naik atau normal kadar gulanya.

Sejak meminim seduhan daun jarum tujuh bintang, istri Agus rada enakan setelah operasi tumor jinak payudara.
Saban pagi Agus memetik beberapa helai, begitu juga tetangga yang sakit rematik, ikutan minta.
Gegara Mama koar koar sih, manfaat daun obat ini.

 Saya memandang tanaman itu yang mulai kehabisan daun. Semoga tetap tumbuh subur.

Berawal dari penasaran. 
Tumbuhan apa ini?
Sebagai orang awan, kita hanya percaya pada tukang kembang.
 
Sejatinya bertanya dulu pada ahlinya, apa ini tanaman yang kita cari. Untung saja, tanaman yang keliru ini termasuk tanaman obat dan banyak manfaatnya.

Untuk bercerita tentang tanaman daun insulin dan manfaatnya.
Entar deh, saya tulis pada postingan.

Masih di desa Cikalahang, akhir April 2017.