Tuesday, July 26, 2022

All About Stunting

Sebulan yang lalu, Kader Posyandu Cendrawasih mendapat tugas dari Puskesmas Pasir Mulya untuk mendata warga di lingkungan RW06 (ada lima RT).
Kami sengaja pakai dresscode warna merah, agar warga yang didatangi langsung mengenal kami sebagai Kader Posyandu.
Karena saya 'jera' datang sendiri, ke wilayah RT yang jarang saya datangi, tak kenal pula dengan wajah manis ini. Repot dah!

"Assalamu 'alaikum." 
Teriak saya di depan pagar. Tak ada yang menyahut, saya ulangi lagi. Terlihat dari balik tirai, seraut wajah tampak curiga, "Maaf ya...maaf," jawabnya.
Ealahhh, malah dikira mencari sumbangan.
Begitulah, tak mudah mendata warga kalau tak kenal, maka untuk menyiasatinya, setiap kader posyandu berasal dari ke lima RT

Wednesday, July 20, 2022

Pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas di Kelurahan Pasir Mulya, Kota Bogor

Sebagai Kader Posyandu RW06, hari ini memenuhi undangan pembentukkan kampung KB, di Aula Kelurahan Pasir Mulya (20/7)

Kampung KB, dalam benak orang awan seperti saya, pastilah berpikir, sebuah kampung yang berisi tentang Program keluarga berencana, pasangan usia subur, alat kotrasepsi  pil, spiral.
Ada benarnya juga, tapi sasaran programnya lebih luas lagi. Kampung Keluarga Berencana yang cakupan wilayah terkecil (RW/dusun), sementara Kampung  Keluarga Berkualitas satuan wilayah setingkat desa/Kelurahan dengan kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan Program Bangga Kencana dan Pembangunan sektor kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

Sebelum mengenal Kampung Keluarga Berkualitas, kita kembali dulu ke Kampung Keluarga Berencana.
Masih ingatkan keluarga Berencana (KB), gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Keluarga Berencana merupakan program nasional yang harus terus digalakkan. 
Suksesnya program KB tentu saja akan berdampak besar terhadap percepatan ekonomi masyarakat. 

Friday, July 15, 2022

Sosialisasi BIAN di Posyandu Cendrawasih Kel. Pasir Mulya

Selain kegiatan rutin bulanan posyandu berupa penimbangan bayi, balita, pelayanan kesehatan bagi Ibu Hamil, pada bulan Juli ini, diselenggarakan, sosialisasi BIAN (13/7) bertempat di Aula Gedung Pertemuan RW06 Pasir Mulya.

Sebenarnya, agak susah mengumpulkan orangtua untuk berkumpul sebentar, namun setelah dijelaskan tentang program BIAN oleh Bidan Neni, Pj Puskesmas Pasir Mulya, ibu-ibu malah antusias.
Penasaran jugakan.
Apa itu BIAN?

BIAN singkatan dari Bulan Imunisasi Anak Nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI saat ini telah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022.

Apa saja program BIAN?

Masih ingat, bagaimana dua tahun ke belakang, semua kegiatan kita dibatasi, orangtua atau wali asuh enggan ke faskes untuk imunisasi balita, karena takut tertular covid-19, serta jumlah tenaga kesehatan yang terbatas. Tak heran, banyak balita yang tak memenuhi imunisasi dasar.
Untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun  akibat pandemi COVID-1, pemerintah mengelar Program BIAN.

Program BIAN 2022 memiliki dua sasaran pelaksanaan yaitu, Pertama, imunisasi tambahan Campak Rubela (MR) diberikan untuk anak umur 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun.

Kedua, melengkapi imunisasi Polio dan DPT - HB-Hib yang terlewat, bagi balita umur 12 sampai dengan 59 bulan (Imunisasi Kejar 2022)

Bayar nggak vaksinnya?
Gratis.
Dijamin aman. 
Berkualitas. 
Oleh karena itu, masyarakat tak usah ragu memanfaatkan program ini, untuk melengkapi atau mengejar ketertinggalan imunisasi anak-anak yang terjadi selama pandemi COVID-19.

Kapan pelaksanaan BIAN?
Semakin penasarankan.
BIAN dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dalam dua tahapan

Tahap I dilaksanakan mulai pertengahan Mei tahun 2022 bagi seluruh Provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Tahap II dilaksanakan mulai bulan Agustus bagi provinsi di pulau Jawa dan provinsi Bali.

Target BIAN 2022 ini 
sangat penting demi mencapai target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026.

Selain itu, BIAN 2022 juga diharapkan dapat menangkal terjadinya Kejadian Luar Biasa, Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) lainnya.

Oleh karena itu, dukungan seluruh pihak, sangat diharapkan untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAN ini.
Orang tua diharapkan dapat turut menyukseskan BIAN dengan membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Posyandu

Kita doakan pelaksanaan BIAN  berhasil mencapai target 95% untuk imunisasi tambahan campak dan rubella dan target 80% untuk imunisasi kejar OPV, IPV dan DPT-HB –Hib, agar kita dapat meningkatkan imunitas anak kita dan menutup gap imunitas yang terjadi. Sehingga kita berhasil menekan kejadian PD3I dan juga berhasil mematahkan penularannya. 

Apa tujuan imunisasi?
Semakin banyak yang menerima imunisasi, akan mendukung terbentuknya Kekebalan Kelompok (Herd Immunity) sehingga meminimalisir terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang bisa dicegah. . 
Kunjungan Ketua RW 06 Bapak Saifun

Di akhir, sosialisasi BIAN, saya selaku ketua Posyandu Cendrawasih, menekankan bahwa, imunisasi adalah usaha atau ikhtiar kita sebagai hamba Allah untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Yuk! ke Posyandu Cendrawasih bulan Agustus,.
Jangan lupa membawa buku Pink/ KMS dan fotocopy Kartu Keluarga.
Kader Posyandu dan Bidan Neni
Selesai Posyandu, kader menyempatkan untuk menengok kader Posyandu yang sakit dan sahabat pengajian.
Bagi kami, menjadi kader posyandu adalah, sebagai ladang memulung amal, Insha Allah, diberikan kesehatan dan keberkahan...Aamiin YRA.
Menjenguk Kader yang sakit

Cepat sembuh bu Hj Sri, kembali ceria
"Ayo sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia, lindungi anak dari kesakitan dan kecacatan akibat penyakit Campak-Rubella."
Salam sehat, dan tetap semangat.
(Een Endah, Ketua Posyandu Cendarawasih, Bogor Barat)

Saturday, July 9, 2022

Dream Comes True | Aku Menjadi Warga Bogor

Aku pernah menulis, perasaanku saat terpilih mengikuti Jambore Pramuka Nasional 86 Cibubur, Jakarta sebagai anak daerah, bangganya luar biasa ...
Rak terasa sudah 36 tahun, mendadak ingat kembali.

Di antara aktifitas ke Pramukaan, satu acara yang ditunggu-tunggu, pergi piknik.
Setiap Pramuka, memilih dua tujuan wisata.
 
Aku memilih wisata ke Pantai Ancol dan Bogor.
Pilihan terakhir agak jauh, ke Kebun Raya dan Istana Bogor. Aku penasaran, bagaimana indahnya Istana Bogor (disuruh masuk melihat isinya), Bagaimana bau bunga bangkai (ternyata masih kuncup), Bagaimana pohon-pohon koleksi Kebun Raya, sama nggak dengan di Palangka Raya, ingin merasakan kota tersejuk di Indonesia.
.
Rombongan berangkat naik bus ke Bogor. Baru sampai pintu masuk Bogor, terasa perbedaan cuaca Jakarta dengan Bogor, sejuk, teduh, pohon-pohon besar daunnya menjuntai, rindang.
Ini, Bogor di tahun 1986, hatiku terguncang terkagum-kagum.

Friday, July 1, 2022

Manusia Bodoh yang Bernama Kuyang

"Nur, masih adakah kuyang di sana?"
"Hah! Mbak ini, kirain nanyain musim buah apa kek, ini malah nanyain kuyang," suaranya terdengar nyaring, terkaget-kaget. Dia sepupuku, Noor Hasanah, seorang guru SMA di Tanah Tinggi, Puruk Cau, Kalimantan Tengah.
Jangan kanget, Noor.
Mendadak, Mbak ingat Kuyang, bukan kangen, tapi apa masih ada nggak di jaman sekarang tahun 2022?

Thursday, June 30, 2022

Jaelangkung Versi Anak Sekolahan

Sepulang sekolah.
Lima Sekawan
Lima siswi Sekolah Menengah Pertama, duduk mengeliling satu meja di dalam kelas.
"Ssttt...kalo dia nggak mau pulang, gimana?" bisikku sedikit ragu.

"Yaaa kamu, En, yang mengantarnya," potong Nana.
Langsung bibirku maju beberapa senti, naik mendekat hidung. Nana tersenyum lebar.
.
Rencananya kami akan memanggil jelangkung, permainan goib terkenal se- Indonesia, ritual supernatural memanggil arwah. 
Medianya beragam, ada yang mengunakan boneka dari batok kelapa, atau media paling sederhana, seperti yang kami lakukan.

Monday, June 27, 2022

Karena Grogi

Sudah tradisi lebaran untuk saling berkunjung, bukan sekedar salaman terus pulang, tapi duduk diam sebentar, basa-basi. 
.
Sebenarnya, perut sudah kenyang diganjal Soto Banjar dari jejeran tetangga.
Kepuhunan Vs Sempulun
Lebaran, semua tetangga, open house, menolak tawaran makan, nanti dikira nggak menghargai. 
Bisa juga sih, nggak makan, tapi makanan harus disentuh sedikit, sambil berkata, "sempulun"
Hingga saat ini aku belum tau artinya 'sempulun.' 
Ngikutin orang aja, menyebut sempulunnnn.