Saturday, January 1, 2022

Resolusi 2022

Hi 2022
Saya hanya bisa menertawakan resolusi dari tahun ke tahun yang selalu gagal total.
Sedang waktu dan tahun terus berganti..

Resolusi tahun lalu.
*sebuah catatan yang muncul di akun Medsos.

Terima kasih 2020
Selamat datang 2021
.
Resolusi dari tahun ke tahun untuk menuju berat ideal, tak terealisasi
Ternyata, saya konsisten, dengan bobot badan.
Suamiku kang  Asep Mulyadi ....harap maklum.😁
********
.
Kini, saya tak banyak berharap lagi di tahun 2022
(Walau tetap berharap mencapai berat ideal....hehehe)
Ketika saya sendiri di malam tahun baru, ditemani kucing-kucing setia, tidur nyenyak di sampingku, itu membuat aku bahagia...
Tak mengapa sendiri, anak ada pekerjaaan, suami bekerja di benua biru.
Saudara tua, ah! sudahlah, dia hanya sibuk dengan keluarganya.
Saya hanya menarik nafas, mensyukuri, apa yang telah aku lalui setahun ini, dan berharap menjadi lebih baik dan selalu sehat wal 'afiat menapaki jalan waktu 2022.
Menjadi Mama Een yang tetap semangat berkarya, menjual boneka kucing dan koko beluk.
Berdoa, agar hanyak yang adopsi semua produk @Loli.toti, karena didalamnya ada donasi untuk membantu kesehatan kucing.
Please, handle with love ❤️

Tepat jam 24.00 Indonesia Barat.
Kutulis puisi:

Gemuruh di langit.
Warna warni malam berhias kedipan bintang.

Mari kita berdoa.
Mengedor pintu langit.
Ya Allah, curahkan kami keberkahan.
Duhai, Sang Pemilik Semesta, akhiri pandemik di tahun baru ini...
Agar dunia berseri lagi.
Agar beribu rindu terlunasi.
.
Bye 2021
Hello 2022
Mama Een

.

Saturday, December 18, 2021

Periksa Gigi di Klinik Medikids Wakaf Bogor Serasa Menjelajah Penjuru Dunia

"Neng, bawa noh, anaknya ke dokter gigi, kesihan nangis terus,' saran saya, (kaya nggak tau aja; lebih baik sakit hati daripada sakit gigi, sakittt nya tuh di sini!)
"Pernah dibawa, Bu. Belum apa-apa, udah nangis kejer, takut dicabut. Ini giginya goyang aja, Bu"
Trusss, dibiarkan gitu, cabut pakai benang...
Mama Muda beranak lima, tetangga rumah, harus diedukasi, karena persoalan gigi susu, memang suka diacuhkan.

Banyak yang bilang: Itukan gigi susu, nanti tanggal juga berganti gigi permanen.
Duhai, Millenial Parent, kamu harus tahu; sesungguhnya, kesehatan gigi permanen itu dipengaruhi gigi susu. 

Kesempatan hadir dalam Soft Opening Medikids wakaf Bogor(12/12/21), Ruko The Plasa, Perumahan Bukit Cimanggu City Health talk seputar pentingnya rutin cek gigi dan melengkapi
vaksinasi sebagai proteksi diri anak dan keluarga, memberi pencerahan bagi saya, walau tak mama muda lagi.
Talk Show tenting kesehatan Gigi dan vaksin

drg. Amiroh menuturkan; Kebiasaan baik pada anak berawal dari rumah untuk membiasakan rajin mengontrol mulut dan  menyikat gigi dan lidah  pada  usia pertama tumbuh gigi.
Kapan sebaiknya anak diajak periksa gigi? 
Sejak 6 bulan gigi pertama tumbuh (1 atau 1,5 thn) sampai fase  bisa duduk sendiri.

Mengapa penting rutin cek gigi anak ke dokter gigi;
Umumnya(termasuk sayah) kalau gigi sakit, baru mamak kalang kabut ke dokter. Sekarang, sikap 'sakit baru berobat', harus diubah:
Lebih baik mencegah daripada mengobati.
Lakukan cek rutin kesehatan gigi setiap 6 bulan, karena pada saat itu, anak pada fase tumbuh berkembang, dimana gigi anak rentan rusak.
Umumnya penyebab gigi rusak pada anak usia dibawah balita; suka ngemut makanan, makan di satu sisi saja, ngempeng jempol, ngedot susu sampai ketiduran(lupalah sikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam).

Baru saya sadari, kesehatan gigi jangka panjang, lebih baik mencegah sebelum terlambat.
Intinya,  orang tua harus percaya diri membawa anak ke  klinik gigi. 
Nah itu tetangga sebelah, sudah takut duluan, anak nangis menganggu dunia persilatan, bikin malu.
Yang harus dipastikan adalah suasana klinik, dapat membuat anak aman, nyaman, menyenangkan. Bahkan anak merasa menjelajah penjuru dunia.
Dimana sih tempat seperti itu?
Wakaf Bogor yang merupakan cabang ke 13.

Selain kesehatan gigi, Medikids menyediakan klinik welness dengan pelayanan kesehatan umum dan vaksinasi anak dan dewasa.

Pentingnya vaksin bagi anak.
dr. Antania menjelaskan, jadwal vaksin diberikan untuk bayi dari anak usia 0 -18 tahun.
Pemberian vaksin sangat penting sebagai upaya proteksi diri.

Vaksin adalah alat atau produk yang menghasilkan kekebalan terhadapa penyakit tertentu.
Penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin antara lain; penyakit Hepatitis B, TBC, polio, campak, defteri, tetanus, MMR dan  penyakit paru.
"Sehat dengan vaksinasi sejak dini" tersedia di Klinik vaksinasi anak dan keluarga Bogor 

Gunting pita

Around the Word
Mau periksa kesehatan gigi anak dan keluarga dengan suasana aman,nyaman dan menyenangkan,  serasa menjelajah penjuru dunia, Medikids  tempatnya.
Tempat bahagia tanpa drama anak dijamin betah, bahkan tak mau pulang.

Kapten Medi mengajak menjelajah dunia

Pintu utama klinik dibuka, wowwww banget suasananya, anak dan  orang tua akan memasuki areal airport.
Tim yang ramah dan profesional siap membantu memberi pelayanan terbaik.

Pasien mendapat boarding pass/tiket untuk menentukan di negara mana yang akan dituju, untuk memeriksa kesehatan gigi.

Menunggu di London
Sembari menunggu pesawat (panggilan front office) agar tak membosankan, area waiting memikili konsepnya bus di London.
Areal bermain play hospital didesain layaknya rumah sakit gigi. Disediakan dental unit (asli) bisa dipergunakan oleh anak agar belajar tentang dunia kedokteran gigi.
Terdapat pula berbagai mainan edukasi...gimana nggak betah coba, kali aja malah si anak malah pengen nginap.

Menjelajahi 3 benua: Paris, Africa, Turkey dan Jepang memberikan pengalaman berbeda di klinik gigi Medikids.

Masing-masing ruangan sangat estetik, serta dijamin kebersihan dan sirkulasi udara yang baik.
Klinik Medikids  secara rutin melakukan disinfeksi serta sterilasi ruangan. 
Setiap pergantian pasien penggunaan autovlave untuk memastikan seluruh peralatan medis steril

Ruang Amerika
Klinik welness dengan pelayanan kesehatan umum dan vaksinasi untuk anak dan dewasa
Pengembangan bisnis, tujuan untuk dunia.dan akhirat
Jika bisnis hanya berfokus pada  dunia, maka tak akan habisnya, tapi jika dibalik,  bisnis tujuan akhirat, maka dunia akan mengejar. 
Itulah konsep Medikids Wakaf Bogor.

Medikids Bogor merupakan klinik dengan konsep wakaf.
MHDC Group bersama Yayasan Wakaf Produktif– PAII ikut serta menyukseskan Gerakan Wakaf Produktif dengan membangun Medikids klinik dengan konsep wakaf.

Yayasan Wakaf Produktif PAII merupakan yayasan sosial keagamaan yang dibangun untuk mengelola aset wakaf secara produktif dan profesional. 
Hasil pengembangan aset wakaf akan disalurkan ke masyarakat dalam bentuk manfaat wakaf.

Dalam pengelolaan Medikids berkonsep wakaf, Yayasan Wakaf Produktif PAII berperan sebagai Nazhir (pengelola) aset untuk dijaga dan dikembangkan. MHDC Group berperan sebagai wakaf operator dari aset wakaf Yayasan Wakaf Produktif PAII, dalam hal ini Medikids wakaf.

Dana yang dihasilkan oleh operasional klinik wakaf akan dialokasikan ke berbagai hal sosial seperti santunan kepada anak yatim piatu, kegiatan kesehatan untuk masyarakat, dan pemberian
beasiswa (sampai saat ini telahbdisalurkan 500 juta beasiswa untuk mahasiswa UI jurusan kedokteran gigi dan Fak.Ekonomi, yang cerdas namun kurang mampu)

Klinik dengan konsep wakaf ini, selain medikids wakaf Bogor, dilangsungkan di 2 cabang Medikids lainnya, yaitu
Medikids Wakaf Depok dan Medikids Wakaf Cikupa Tangerang.

Dua keuntungan yang akan kita peroleh di Medikids Wakaf Bogor, sudah memperoleh dunia (kesehatan gigi) dan tabungan akhirat berupa wakaf, semoga menjadi amal jariah, yang terus mengalir memberi manfaat.

Salam Sehat.





 

Friday, December 10, 2021

Nikmatnya Sate Lilit, Bonusnya Tarian Lalat

Sarapan hari ini, dikasih tetangga: nasi hangat, terik tempe, dan sayur nangka muda...Masya Allah, nikmattt, apalagi makan bersama di teras rumah, mengunyah sambil ngeghibah.
Yang penting, makanannya bersih dan enak, walau sederhana.

Nikmat kedua, tiba-tiba ditelpon kawan baik,
"Sep...Mumpung Jej di Bali, jali-jali, kita makan siang...capcus, keki kesindang."
Rezeki.
Memang nggak pernah ketukar, pas benerrr.

Thursday, December 9, 2021

Jenderal Mabuk| kuliner dari Banjarmasin

Wisata yang paling menyenang, bagi saya pribadi; adalah mencoba berbagai masakan dan kue dari berbagai daerah di Nusantara. 
Lidah saya sungguhlah ndeso, tak tergantikan dengn kuliner modern. Back to kampong
Itulah saya. Kriteria makanan nikmat itu, simple aje. Makananan yang lezat di lidah dan nikmat di kantong...(bilang aje nye: tak mau rugiiii). Habis makan, kenyang dan tak penuh menyesal. Coba kalo, habis makan, terus lihat bill-nya yang maha dasyat, ituuu! sakitnya nya tuh disini...nyesek, mau di keluarkan, nggak bisa lah ya. 
Sebenarnya ini, traveling tahun 2014, menemani Mama saya yang ingin berkunjung ke saudara dan kampung halaman di Kuala Kurun, Kalteng. Alhamdulillah, saya berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan [12/11/14]. Sarapan sudah, nasi kuning iwak haruan. Seperti kebiasaan saya, rasanya enggak komplit sebelum makan kue (orang Kalimantan, tak makan kue, ada yang kurang dalam hidup ini).

Kue dalam bahasa Banjar dinamakan wadai. 
Sebuah warung sederhana, di samping Hotel Bee. 
"Bajualan apa pian, cil?"
lalu si Acil(tante) menyebutkan berbagai jenis wadai yang dijajakan di meja warungnya.
Semua wadai sudah pernah saya rasakan, maklumlah, saya besar di Palangka Raya, kue-kue Kalteng sama dengan di Banjarmasin.
Cuman ada satu nih, saya temukan  makanan yang sebenarnya sudah sering di jumpai. Tapi, disini, namanya dasyat bener. Jenderal Mabuk...Alahhhmak!!!

Wednesday, December 8, 2021

Jejak Awalku di Sulawesi Utara

Bunyi lonceng gereja setelah azan subuh....berulang kali berdentang, suatu yang baru bagiku.
Spontan aku membuka tirai hotel, masih gelap, tapi aktifitas sudah dimulai.
Kemarin, untuk pertama kalinya, aku menginjakkan kaki di Sulawesi paling utara.
Keindahan garis pantai dengan warna gradasi biru samudra. Dari jendela pesawat,
terlihat Patung besar setinggi 30 meter, merentangkan ke dua tangannya.
Sepanjang jalan, lambaian selamat datang dari pohon kelapa, tak heran, Sulawesi Utara penghasil kopra putih terbesar di Indonesia.
Sungguh aku dibuat takjud.

Wednesday, December 1, 2021

Kekicak Khas Banjar | Kenangan Bersama Meri

Palangka Raya, tahun 1980

Teman pertamaku duduk sebangku di Sekolah Dasar Sangga Buana, Bukit Hindu, namanya Meri.
Badannya gemuk, wajah cantik, berkulit putih,  bibirnya merah, kalau bicara, logat Dayak Manyan sangat kental.
Sebenarnya, aku merasa heran dengan logat itu, maklum saja, baru pindah dari kota Malang. 

Yang aku ingat dari Meri, walau baru duduk di kelas 4 SD, Meri suka memasak dan membuat kue.
Setiap hari, yang dibicarakan, membuat  kue. Jarang pula Meri keluar istirahat bermain tali karet, dia lebih suka di kelas, membaca buku, resep makanan.
"Kemarin, aku bikin kekicak, En."

Tuesday, November 23, 2021

Kerupuk Blek, Dahulu Hingga Sekarang.

Kerupuk Blek, kenangan dari masa ke masa.

"Mbak Tumm...Tumbas," teriakku di depan warung Mbak Tum. Wanita berkebaya itu sudah tau, apa yang mau kubeli di pagi hari sebelum berangkat sekolah, kerupuk lagi kerupuk lagi.