Wednesday, November 13, 2019

Bluder Gulung Bika Bogor Tallubi

Hendaklah kalian saling memberi hadiah. 
Niscaya kalian akan saling mencintai.
(HR. Abu Ya'la)

Untuk dicintai baik dari pasangan, anak, tetangga...atau siapa saja yang kita kenal, sangatlah mudah. Berilah hadiah, memberi sebagai  tanda kita memberikan waktu dan ingat pada mereka
Saat memberi, saya tak berharap imbalan, cukup sesuatu yang  paling sederhana; senyum lebar dan rasa gembira...itu rasanya luar biasa
"Gimana rasanya, enak?" tanya saya setelah memotong dan membagikan roti.
.
Hening.
.
Bikin was-was aja.
Semua sibuk mengunyah. 
"Enakkk, Buuu," jawabnya serentak. Aih, kompak sekali.
Mendengar jawaban itu, senyum saya semakin lebar, merasa puas.
Saat hujan turun, riuh bahagia terasa hanya karena sepotong roti yang datang tiba-tiba (rezekiii.nggak akan lari kemana). 




Jatuhnya air hujan, berbunyi keras menimpa atap seng, warung sederhana milik tetangga. Irama alam...Saya suka suasana begini, bahagia tanpa kepura-puraan.

Sunday, March 24, 2019

Aksi Nutrisi Generasi Maju SGM Eksplor


Bertahun yang lampau.
Een kecil, anak kelas satu sekolah dasar di tahun 1977, berperawakan kurus berkulit hitam (manisss) merasakan gugup luar biasa, setiap mendengar panggilan Bapak untuk makan siang bersamanya. 

Di ruang makan belakang, Bapak duduk di kursi tengah meja makan, sosoknya terlihat tinggi besar dan sangat pendiam. Sebenarnya bapak bukan bapak pemarah, tapi sosoknya sangat kami segani. 
Makan bersama kala itu, sebuah siksaan, karena dipastikan, disuruh makan 'sayur'. Itulah, alasan saya menghindar, makanya sebelum makan siang, saya sudah makan duluan. Begitu pula ke tiga saudara saya. Kesiaaan Bapak, makan sendirian, (oh...maafkan Een ya, Bapak) Mama biasanya mondar-mandir menyuguhkan makanan dan sibuk pula berbisnis. 

Itulah gambaran saya tentang makanan dan meja makan...rada gimana gitu. Beda dengan sekarang, bahwa makan bersama di meja makan itu baik untuk membangun karakter anak melalui saling bercerita atau berkomunikasi lancar dan sopan.

Untunglah, sejak kecil, saya paling suka minum susu dan buah, jadi saya bisa tumbuh ke atas, bukan kesamping dan berhasil mencapai cita-cita, walau nutrisi tak bisa terukur. 
Hingga kini saya masih berucap syukur Alhamdulillah, Mama Bapak walau hidup tak berkecukupan masih bisa memberikan nutrisi lengkap dan seimbang sebagai modal membangun kecerdasan, menunjang prestasi di sekolah saya hingga saya berhasil sampai perguruan tinggi.
Sejak SMA saya bisa mengubah pola makan dengan berusaha menyukai sayuran, berawal dari sayur singkong tumbuk butan Mama, mulailah saya sadar, sayur itu enak...enakkk dan sehat lagi bergizi.

Saya berasal dari anak generasi masa lampau, beda generasi dan pola asuh, beda cerita.
Wajarlah, kini, saya sebagai ibu, ingin memberikan yang terbaik untuk anak anak sebagai generasi masa depan.

Alangkah bahagianya melihat mereka, anak Indonesia menari dan menyanyi riang
Aku bisa mencapai cita cita  setinggi langit.
Kejar mimpi tanpa berhenti.
Percaya semua akan terjadi.
Aku bisa jadi apa saja,
setinggi langit yang tak ada batasnya

Kutipan syair lagu  mini performen sebagai pembuka acara Media dan Blogger Gathering SGM Eksplor dalam aksi sosial mendukung Aksi Nutrisi Generasi Maju
Rabu, 20 Maret 2019, di Hotel Hermitage , Menteng Jakarta Pusat.

Jujur, ketika di undang acara ini, saya rada ragu karena SGM Eksplor yang diproduksi dari PT. Sari Husada, terkenal memproduksi berberbagai produksi nutrisi untuk Ibu hamil, menyusui dan anak.
Saya tidak sedang hamil, apalagi menyusui, apalagi anak tunggal saya sudah tergolong dewasa 27 tahun, jadi apa saya salah undang, bertanya pada diri sendiri.



Ternyata, acara ini merupakan acara ajakan untuk mendukung aksi sosial SGM Ekplor Aksi Nutrisi generasi maju.
Dan nara sumber yang hadir, banyak memberi tambahan ilmu bagi saya, yang nanti, ilmu ini akan saya bagikan kepada mamá Mama muda di lingkungan saya.

Saturday, January 5, 2019

Ketika Kemalasan Menulis Melanda

Terus mau bilang apa.
duduk berlama-lama di depan laptop, tak jua menemukan rasa
.
Malas memang terlalu.
atau bisa dikatakan bosan
Baiklah
beri saya waktu
mengumpulkan sisa semangat dan memulai di tahun baru 2019.
Doakan ya


Friday, October 26, 2018

Dua Varian Baru Bika Bogor Talubi, BOSTON BROWNIES

Buuu...siapa yang suka ketan item? Cung!
.
.
.
Satu, dua, tiga, seratus, seratus sembilan sembilan, seribu.
Wiih, banyak juga pengemar ketan item (hitam).
Kita sama ya, Bu, pengemar aliran kue tradisional.  Apalagi kalau memakai bahan utamanya Ketam hitam, Ya Allah,  aroma ketan hitam  khas bangettt.
Ketam hitam dicampur bahan apapun, wangi khas ketan itemnya masih kerasa. Wangi akan terasa ngeboom di udara dan lidah, kalo ketan hitam dipadu dengan daun pandan, Masya Allah, dua wangi berasal dari alam menyatu sempurna, saya suka aromanya...sungguh! tak ada duanya.

Menjawab kegemaran orang-orang Indonesia pada kue tradisional.

Wednesday, October 17, 2018

Cerahkan Wajah Cantikmu Dengan Gizi Essential White With Temulawak | Review

Haiii, kawan, sahabat perempuan.
Salam Takzim: Assalamu 'alaikum.

Saya perlu beberapa waktu untuk menuliskan pengalaman mengunakan produk perawatan wajah Gizi Essential White with Temulawak series, karena menunggu hasil nyata selama 14 hari lebih.
Jujur, sebenarnya saya sudah mengenal lama produk ini. Seingat saya, produk yang bernama Gixi Cosmetics cukup ngehit waktu itu, semasa saya Sekolah Menengah Pertama tahun 1984 di Palangka Raya Kalimantan Tengah (huhuhu, angkatan tuaaaa)

Wednesday, October 10, 2018

Taman Kita OREO, Arena Seru Kebersamaan Keluarga Indonesia

Peresmian Taman Kita OREO
I love Bogor, selamat atas peresmian Taman Kita OREO
Satu lagi taman hadir di kota Bogor yang berlokasi di Taman Heulang, Bogor, Jawa Barat.

"Bogor kota sejuta taman, karena taman adalah oksigen jiwa, karakter warga yang suka berkumpul, selalu bersama.
Dengan adanya taman, diharapkan warga tidak selalu pergi mall saja,  tapi warga bermain di taman, lebih murah meriah. 

Di Taman kita bisa saling bergandengan, berpelukan dengan pasangan dalam kehangatan. 
Taman bukan untuk mempercantik kota tapi untuk bersamaan kita. Makanya dinamakan Taman Kita OREO," tutur Bapak Bima Arya, Walikota Bogor saat peresmian Taman Kita OREO (30 September 2018)

Friday, September 7, 2018

Blogger Gathering with SIS Bona Vista

Pernah suatu ketika saya berkunjung ke rumah kakak perempuan. 
Disudut ruangan, cucunya asik menonton You tube. Tak bergerak, matapun tak berkedip memandang handphone. 

Tiba-tiba, si cucu menangis kencang. 
Kontan saya panik 
"Kenapa dia, Da ?" tanya saya pada kakak, heran juga kakak saya malah lempeng tak sepanik saya. "Biasalah...dia menangis, gara-gara filmnya kepotong iklan." 
Aihhhhhh....kid jaman now, begitu ya, baru juga 2 tahun. Ampun deh. 
Kok nggak dilarang, tanya saya lagi.
"Susaahhh, dilarang aku, Maminya membolehkan. Ujungnya, aku malah nggak ditegur Maminya."

Hmmm, dilema Mertua dan Menantu, juga harap maklum saja, saya ini, mamak produk jaman dulu, anak tunggal sayapun lahir ditahun 1992, belum kenal hape. Taunya main sepeda ke pada ilanglang cari buah mesisin. Sampai rumah, baju dekil, badan bau matahari, lidah berwarna unggu, warna buah hutan. Makanya, terus terang menghadapi anak jaman sekarang dengan serbuan digital yang maha dasyat, Amih bingung...(cucu saya memanggil saya dengan amih/nenek), perlu ilmu untuk menghadapi anak era digital macam cucu saya ini. 

Qodarullah

Saya diundang Blogger Perempuan dalam acara Blogger Gathering with SIS Bona vista, yang menghadirkan Pysikolog Elizabeth T Santoso(31/8)