Friday, December 18, 2015

Panggilan Mendadak, Demi Kucing Kesayangan Mama

"En, pulang," suara Mama saya di ujung telepon  terdengar jelas. Ini telepon yang tak biasa, kok mendadak menyuruh pulang. 
Menjadi kebiasaan kami saling menyapa lewat telepon. Mama tinggal  di kampung ds Cikalahang, sekitar 45 menit menuju ke kota Cirebon. 
"Megumi, keluyuran terus. Pulangnya malam, sampai Mama nggak bisa tidur. Mukanya juga gatal melulu, kasihan. Cepat pulang, ya," sambung Mama sedikit was-was.

Megumi adalah kucing jantan kesayangan Mama saya. Paling setia menemaninya semenjak Bapak berpulang ke Rahmatullah setahun yang lalu.

Semenjak itu, apa saja diceritakan selalu tentang Megumi. "Megumiiii..." panggilnya sepulang mengaji.
Begitulah, keseharian Mama saya dengan Megumi.

Saya bergegas pulang dengan kereta sore, Bogor-Jakarta-Cirebon.

Megumi, kucing jantan yang sudah mulai jatuh cinta. Banyak luka -luka setiap pulang berebut betina, saatnya Megumi di vaksin dan diperiksa dokter hewan.
Hanya masalah sepele dimata orang lain, tapi bagi Mama saya, ini hal penting. Hanya saya yang bisa membawa Megumi ke dokter hewan, kebetulan Megumi saya yang menemukan sewaktu kecil.klik disini, kisah Megumi


  Mama,dan saya  di antara keranjang Megumi. Foto dulu sebelum berangkat ke dokter hewan


Megumi, kucing jantan kesayangan Mama


Duduk tenang, Megumi  mau pergi  ke kota
Mulai gelisah

Itulah bakti saya kepada Mama saya seorang.
Birrul Walidain, berbakti kepada orang tua, sesuatu kewajiban anak untuk mencapai Ridho Allah.

Dalam surat Al-Isra ayat 23-24, Allah berfirman:
"Dan Robb-MU telah memerintahkan kepada manusia, Janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu, maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah" dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yag mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, Wahai Robb-ku sayangilah keduanya sebagaiman keduanya menyayangiku di waktu kecil."

Apa sih yang tak bisa dilakukan untuk Mama, sekalipun sibuk, saya menyempatkan untuk memenuhi permintaanya, membawa kucing kesayangannya, Megumi. 


Saya selalu ingat;
Ridho Allah terletak kepada Ridho orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan Allah.
Bagi saya, berbakti kepada kedua orang tua, adalah kewajiban yang tak bisa ditunda-tunda.
"Selamat Hari Ibu, ya, Ma"






13 comments:

  1. Gambar kucingnya itu loh :) slaam tuk bunda tercinta mbak, semoga sehat selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Megumi selalu diam kalo di foto.

      Terimakasih, nanti disampaikan. salam.hangat juga buat keluarga

      Delete
  2. Jadi terharu mbak een...saya juga suka kucing, megumi lucu sekali ya...gemez deh...

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam GA Sehari: Aku dan Ibuku
    Sudah didaftar
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga berterimakasih, diberika kesempatan untuk bercerita tentang ibu saya dan kucing kesayangannya.

      salam buat keluarga

      Delete
  4. Kucingnya cakep mbak...
    Di rumah ada bbrp ekor kucing. Anak2 saya pd suka sama kucing.

    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapak Titik Asa di Sukabumi? nanti saya informasi bantuan sosial steril dan kastrasi kucing, agar kucing sehat dan menjaga populasinya

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Maaf mbak, saya di sukabumi. Mohon info dong untuk baksos steril kucingnya di sukabumi. 1 bulan lalu kucing yang sering di rumah melahirkan, kewalahan punya anak kucing.

      Delete
    4. oke nanti saya infokan, minta no wa

      Delete
  5. Replies
    1. Megumi, dalam bahasa Jepang: yang terberkahi.

      Delete