Sunday, November 7, 2021

Bolu Berendam, Makanan Raja Indragiri, Riau

Menari, melangkah hitungan 4 ketukan, mundur maju, lengang tari Melayu Riau. 
Menghentak irama lagu Tanjung Katung,  membuat jiwa menjadi muda kembali.
Rasanya plong, setelah turun pentas. Senyum tiada akhir, senangnya.
.
Di sela istirahat, aku menyodorkan wadai oleh-oleh Banjarmasin, Apam barandam ke Nyonya Ibrahim, pengajar tari Melayu.
"Umaae...samalah dengan wadai Bolu Berendam di Tembilahan, wadahku," ujarnya dengan basa Banjar dialek Pahuluan.
"Iyakah Bu, hanyar lun tau jua, ada wadai  sama rasanya."

Bisa jadi karena hampir separuh penduduk Tembilahan berasal dari suku Banjar. Budaya, bahasa dan masakan sama persis, dibawa tatuha jaman sebelum kemerdekaan. Perpindahan suku Banjar ke Tembilahan terjadi tahun 1885 M, pada masa pemerintahan Sultan Isya, Raja Indragiri.

"Taulah, Bu Een, bolu ini makanan Raja Indragiri. Jaman bahari, yang meolah kada boleh sembarangan, binian datang bulan, dilarang," ia mengoyang tangan sambil menurunkan bibirnya.
Serius? tanyaku.
"Bisa gagal mengembang,"lanjutnya.

Sebenarnya cara pembuatan kue ini tak jauh berbeda dengan bolu pada umumnya, bahannya sama, perbedaan terletak pada  komposisi telur dan gula pasir lebih banyak dari tepung terigu.
Bolupun bisa dioven atau dibakar manual, hanya ukuran bolu berendam lebih kecil-kecil berbentuk bunga kelopak enam.

Pada umumnya, bolu setelah matang dikasih toping, sementara bolu berendam, dicelupkan ke kuah atau sirup gula pasir dicampur vanili dan daun pandan (bisa pula dikasih kayu manis dan cengkeh) di tambah satu tetes pewarna kuning. 
Makanya namanya bolu berendam atau bolu Baghondam.
Bolu ini testurnya lembut, basah dan sangat manis.

"Nyamannya lehhh..." puji Ny Ibrahim pada suapan terakhir,."Ulun rasa kaganangan kampung Tembilahan."

Aku tersenyum memandang wajahnya. Nyonya ku in, baik sekali, seorang istri Direktur yang mau berkawan dengan bawahan.
Apalah aku...remahan renggining di sudut toples.
Team Penari Melayu

Entah di mana Nyonyah berada kini, semoga baik-baik saja.
#NopemberKuliner
#Riau #BoluBerendam

No comments:

Post a Comment