Thursday, March 5, 2015

Massage | Indra Raba Wiyata Guna Bandung

Baru beberapa hari di Bandung. Badan pegel, masuk angin...padahal, kerja cuman makan, tidur, jalan...*umur emang nggak pernah bohong, hahaiii, malu deh eike.

Solusi terbaik, pijatlah seluruh badan, melemaskan otot, menghilangkan stres.

Hanya dengan naik angkot warna unggu, saya sampai di panti Wyata Guna. terletak di jalan Padjajaran. Panti pijat Indra Raba ini, dijamin aman dan dikelola Departemen Sosial. Untuk menuju panti pijat, saya naik ke lantai atas, di sana siap relaksasi.
Tempatnya bersih, untuk areal pijat pria dan wanita di pisahkan.

Kamar untuk wanita lebih sedikit di banding pria...Mungkin, ibu-ibu lebih tahan menahan pegel-pegel seharian bekerja di rumah, di banding Bapak. itu pendapat saya. Wanita emang super women...*terus apa hubungannya, yah.

Seorang perempuan, namanya Santi. Waktu ditanya usia, dia hanya menjawab, "Saya sudah tua, Teh." Padahal wajahnya masih muda. Saya berganti baju dengan kain seperti sarung berwarna hijau muda. Jujur, saya suka lupa. Gimana mulai di pijet itu. Aihh...tengkurap dulu, terlentang, terus kepala. Tangannya lembut, bukan seperti pijat tradisional. Tuna netra terampil ini, memakai titik-titk refleksi. Sambil memijat, saya yang memang suka ngobrol bertanya..*Hahai, hobby ngerempong sana-sini. 

Santi mulai bercerita, bahwa dia baru sekitar 3 bulan. Penyandang tuna netra akibat glukoma ini, dulu ia sangat terpukul. Hampir dua tahun di rumah saja. Ada teman sekitar kampungnya di Rancaekek, yang memberitahukan tempat ini. Akhirnya ia memiliki ketrampilan memijat.
Untuk menjadi profesional dan bersertifikat, penyandang tuna netra wajib sekolah yang ditanggung Departemen Sosial (gratis).

Masa sekolah, ada yang 3 tahun, 2 tahun, atau 3 bulan. Belajar huruf braille, baca tulis, Al Quran, ketrampilan kesenian, musik khusus. tehnik memijat, teori kesehatan serta belajar menerima keadaan sebagai penyandang cacat. Komplek Wyata guna sangat luas, terdiri dari asrama, SLB dab Panti pijat.

Sambil bercerita, saya kagum, Santi bisa  tulang  menekuk, menekan, metarik kaki, tangan, badan dan leher, dan berbunyi...Kretekkkk. Kalo bukan orang terampil, jelas saya nggak mau, takut. Tak terasa satu setengah jam berlalu.   

Untuk satu jam massage, jasanya sangat murah menurut saya, cuman Rp. 37.500,-
Santi di bayar dari berapa kali, ia memberi jasa massage. Untuk minyak pijat yang harum, Santi membeli sendiri di toko khusus pijat.


Saya salute dengan memperdayakan penyandang tuna netra, untuk bisa memiliki ketrampilan dan mandiri. Semoga akan ada Santi-Santi yang lain yang bisa memperoleh ketrampilan massage. 
Akhirnya, badan  saya menjadi sehat dan segar. 

5 comments:

  1. Wah tau gitu pas aku ke bandung kesitu, Mak. Kayaknya enak :3

    ReplyDelete
  2. waah, bisa tidur puless dunk keenakan pijat hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nda mbak@Nefertite...malah keasikkan ngobrol. Saya kagum, jadi mau tau..apa saja.

      Delete
    2. Nda mbak@Nefertite...malah keasikkan ngobrol. Saya kagum, jadi mau tau..apa saja.

      Delete