Assalamu'alaikum wr wb.
Labbaik Allhumma Labbaik.
Lababaik laa syariikalaka labbaik.
Innalhamda wani'mata lakawalmuk la syariikalak.
Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah,
Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,
Aku datang memenuhi panggilan-Mu.
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap Kekuasaan adalah milik-Mu.
Tiada sekutu bagi-Mu.
Mendengar lantunan talbiyah dari berita haji di televisi. Saya selalu menyahut dengan lantang dan bersemangat mengucapkannya. Saya berharap, suatu saat mendapatkan kembali undangan panggilan menjadi tamu Allah. Airmata saya selalu menetes terkenang saat berhaji di tahun 2006/2007.Saat itu puncak musin dingin. Lepas sholat lohor, tanggal 8 Dzulhijjah, rombongan haji memulai perjalanan Armina, menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina. Kami berangkat setelah memakai baju ihram dan berniat haji. Alhamdulillah, perjalanan menuju Arafah untuk melaksanakan Wukuf, 9 Dzulhijjah (hari Arafah).
Wukuf adalah salah satu dari rukun haji, ibadah wajib berhaji. Sekalipun, saat itu ada saja musibah yang menjadi bagian kesabaran untuk mencapai puncak haji mabrur. Di Arafah, kami tidak menerima makanan, karena ada kesalahan dalam peralihan katering saat itu. Ditanah air, menyebut musibah haji kelaparan.
![]() |
Wukuf di Arafah 9 Dzulhijah. Musim haji 2006/2007 |
Hari Arafah, ialah satu hari terbaik sepanjang tahun.
Rasullah SAW bersabda: " Tidak ada hari paling banyak Allah membebaskan hamba pada hari tersebut dari neraka di hari Arafah"
Pada hari Arafah, seluruh jamaah haji berkumpul untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Pada hari itu, puncak syahnya menjadi haji.
Seingat saya, kami tidak melaksanakan puasa sunah pada hari arafah, karena di takutkan akan menimbulkan kepayahan dalam perjalanan ibadah haji, hingga dapat menyalahi perkara yang utama(wajib)