Tuesday, October 13, 2015

Cinta setelah pernikahan | Love Comes Softly




"Pernikahan adalah kesempatan, sedangkan cinta adalah kejutan"

Cinta, oh cinta, bisakah kedua orang bertemu lalu jatuh cinta?

Cinta yang datang berlahan, dengan kelembutan dan kesabaran, bisakah mempertemukan dua sosok yang memiliki karakter yang berbeda?

Bisakan mempertemukan dua orang yang masing-masing masih berduka, kehilangan orang yang dicintai?
Bisakah membuat dua orang kesepian saling mengenali dan menyadari saling membutuhkan?
Bisakah rasa kehilangan menjadi benang merah yang terjalin diantara mereka, hingga menemukan  cinta yang baru.

Bisakah?

Saya termasuk suka film yang sederhana dan tidak nyeliemet. Duduk dengan sekotak tisu, hanyut terbawa cerita...
Alur cerita film ini, sederhana, rapi. Kunci gemilang film ini adalah kekuatan karakter pemainnya. Tiga pemain utama dalam film ini, Marty Claridge, diperankan oleh Katherine Heigl, si cantik idola saya. Pemain pria, Clark Davis diperan oleh Dale Midkiff, sedang si tomboi Missy Davis diperankan Skye McCole Bartusiak.

Film Love Comes Softly berdurasi 88 menit, awalnya ditayangkan tahun 2003, oleh Hallmark Chanel. Diambil dari buku Jannette Oke. Dan disutradarai Michael London, Jr.

Love comes softly, film yang berlatar belakang suasana Amerika di tahun 1800, abad ke 19. Kuda, caravan, gunung dan baju yang amat sederhana, rumah penduduk yang berjauhan serta religius masyarakat kala itu. Menjunjung nilai agama, menjunjung tinggi kesakralan ikatan pernikahan. Semua Jauh berbeda dengan sekarang, pasangan dengan bebas hidup bersama tanpa menikah. Jadi, itu alasan mengapa saya suka menonton film ini,banyak pesan moral dan  suka dengan suasana masa lampau...#ketahuan banget, berapakah usia saya.

Love Come Softly


"Tidakkkk!!!" teriak Marty Claridge menghapus air matanya. Ia tak menyangka, hidupnya berubah dalam sehari. Seketika tiba-tiba dirinya menjadi seorang janda, sendirian, jauh dari sanak keluarga. Ia hanya menatap nanar caravan kuda yang menjadi tragedi hidupnya.



Pupus sudah impian yang dirajut bersama suami tercinta Aaron Claridge, untuk mencari keberuntungan dan kehidupan baru dari Timur ke tanah sebelah Barat Amerika. Hilang sudah, kebahagiaan sebagai pasangan yang baru menikah. Aaron tewas seketika, jatuh dari kuda tungangannya, saat mengejar salah satu kuda mereka  yang lepas.

Marty menghapus airmatanya, meremas tanah kuburan Aoran di terpa hujan yang datang tiba-tiba. Pergolakan batin, kehilangan suami tercinta, dan harus tetap hidup demi anak dalam rahimnya. Bagimana ia bisa pulang? musim dingin sudah dekat, dan tidak ada tempat yang aman untuk melakukan perjalanan pulang.Dengan putus asa, ia menerima pinangan seorang duda, Clark Davis menawarkan tinggal di rumahnya dalam pernikahan sementara sampai musim semi. Clark yang kehilangan istri, menginginkan Marty mengajar anak perempuannya berusia sembilan tahun. Clark ingin Marty menjadi guru bagi Missy agar bisa lebih feminim dan belajar membaca. Clark  berjanji akan memberi ongkos pulang ke rumahnya  jika musim dingin berlalu


Tak ada pilihan bagi Marty, mengingat janin bayinya harus terus tumbuh dan dilahirkan. Marty bersedia. Sekalipun sebuah pernikahan sementara, mereka tetap tidur berpisah. Mulai kehidupan baru Marty, ia harus belajar memasak, mengurus rumah tangga, memeras susu sapi, serta dengan mengutuk dirinya yang tak bisa memotong ayam. Yang paling berat menghadapi Missy yang sangat tomboi. Gadis kecil yang selalu berbaju lebih mirip  bocah lelaki dan suka bekerja di gudang mengangkut jerami.


Sebelum pernikahan dimulai, sempat-sempatnya Missy berkelahi dengan anak laki Ben Graham tetangga mereka.
"Kau berkelahi dengan anak peremuan" Ben Graham, Melerai anaknya, setelah bergulat dengan Missy.
"Dia Missy, bukan anak perempuan" jawab bocah lelaki itu. Missy hanya menyeringai, bangga dengan kemenangan. Itu yang membuat Marty, harus bersabar  dan tertantang menghadapi Missy yang bandel dan masih berduka kehilangan ibunya.

Didalam kamar suatu malam, Missy mengelus gaun merah muda milik ibunya, "Mommy. I miss you." Ia rindu teramat sangat. Missy tomboi menangis diam-diam.
 "Aku benci kamu. Pergi. Kamu bukan ibuku," teriak Missy setelah tau Marty melihatnya menangis dari pintu luar.
Dengan kesal,  Marty berkemas pergi,  lagi-lagi Clark menahannya untuk bersabar. Marty kemudian tetap bertahan. Dalam hatinya, Missy membutuhkan kasih sayang ibunya, membutuh banyak perhatian.  Semalaman, ia menjahit gaun Missy untuk pergi ke pesta ke esok harinya
Pergi ke pesta, Missy berubah menjadi cantik berkat Marty


"Kami siap" kata Marty, sambil memanggil Missy keluar untuk berangkat ke pesta. Clark terkagum, melihat berubahan Missy. Baju merah jambu membuatnya terlihat cantik, dipeluknya anaknya dengan erat, sambil berbisik pada Marty: Thank you.
waktulah yang membuat mereka semakin dekat, ibu dan anak


Sejak itu, berlahan hubungan Marty dan Missy semakin dekat. 

Bagimanakah hubungan Marty dengan Clark?


Marty membersihkan jelaga ditangan Clark, sesuatu yang jarang ia lakukan.


Clark, adalah pria  tampan, sangat menyabar menghadapi sikap Marty yang keras. Tatapan matanya teduh dan lembut. Sesekali Marty mengintip apa yang dikerjakan Clark selain bekerja di ladang dan, membaca al Kitab, ternyata Clark suka bernyanyi di padang yang luas. Clark juga sigap membantu Marty yang belum pandai memasak. Lelaki itu, hanya tersenyum waktu melihat kesalahan-kekonyolan Marty yang harus menyesuaian keadaan rumah pedesaan.
Diam-diam, Kekaguman Marty semakin bertambah, saat Clark membuat ranjang kayu sebagai hadiahkan untuk calon bayinya. 

"Aku ingin melahirkan," dengan gugup Marty memberitahu Clark. Dengan lembut Clark membawanya masuk kekamar, namun Marty mengusir, sambil berteriak kesakitan,"Pergi..."
 "Tenang," itu saja jawab Clark tersenyum. Tidak ada yang membantu proses kelahiran, akhirnya Marty pasrah ditangan Clark, sampai bayinya lahir.



Berjalannya waktu, tanpa Marty sadari, betapa ia gundah menanti Clark memadamkan api, ketika kandang kuda terbakar.
Waktulah yang membuat Marty dan Clark semakin dekat tanpa pernah mereka sadari. Kelembutan, kesabaran dan kenyaman tinggal bersama, membuat Marty tak ingin pergi. Semakin hari, Marty lebih banyak mengenal sosok pribadi Clark. Dia tak pernah bermimpi ada ikatan kasih sayang yang berkembang antara dia, Clark dan Missy.

Musim semi telah tiba, rombongan kereta Wagon akan datang menuju arah Barat ke Timur. Musim, bertanda Marty harus pergi kembali kerumahnya. 
Sehari sebelum ia pergi. Marty menulis surat ke Clark. Surat kecil diselipkan kitab suci di kamar tidur Clark.

Ketika Clark datang,ia semakin gelisah, kenapa lelaki itu seakan tak perduli, apakah ia sudah membaca suratnya. Dari balik jendela, jantungnya terhujam, melihat Missy berlari, saat Clark memberitahukan, besok Marty dan bayinya harus kembali. Marty demikian pasrah, jika semua itu terjadi.Besok ia harus pergi.

Tatapan kedua orang itu begitu lekat. Mereka harus berpisah. Marty menenang Missy yang terus menangis tak ingin berpisah. Sayang, kereta Wagon segera berangkat membawa Marty dan bayinya menuju Timur.

Sesampai di rumah, Cark menuju kamar tidur. Ia merasa kehilangan seseorang yang mengisi hari-harinya... Tiba-tiba ada yang kosong didalam hatinya. Sebagai lelaki ia jarang menangis, namun hari ini, ia menangis  dan teru berdoa kepada Tuhan agar semua bisa kembali ia lalui. Berusaha  menenangkan hatinya untuk bisa menerima kenyataan, kehilangan wanita  kedua kalinya. Tiba-tiba, Clark melihat surat di bawah kakinya, surat Marty yang terjatuh di tumpukan jerami, berlahan Clark membacanya. Tuhan menjawab doanya.

***

Marty yang menahan kesedihan, tak mampu berbuat apa-apa. Ia terduduk di kereta Wagon sambil membelai bayinya.
Tiba-Tiba kereta berhenti, Marty mendengar suara yang amat ia kenal. Ia pun tersenyum. Ternyata Tuhan mengabulkan doa.

Clark...itu Clark
Tak pernah bermimpi, bahwa segalanya berubah karena cinta


"Jangan pergi, tinggallah bersamaku," mohon Clark.
"Tapi musim sudah berganti..." potong Marty.
"Tetaplah tinggal bersamaku, karena aku mencintaimu."
Mata Marty menjadi nanar, Tuhan begitu baik padanya, menjawab doanya.
"Ya. Aku akan tinggal, bukan karena musim, tapi karena, aku mencintaimu"

Melihat kedatangan Marty, segera Missy berhambur memeluknya, dan untuk pertama kalinya ia berkata, "Mama"

Cinta membawa pada sesuatu yang tak pernah direncanakan, Marty dan Clark akhirnya menyadari bahwa mereka berdua melakukan, apa yang tidak pernah mereka pikirkan, sesuatu yang tidak mungkin: Marty danCark menemukan cintanya kembali. Missy memiliki seorang ibu baru yang penuh kasih sayang dan bayi Marty diberkati dengan seorang ayah baru yang penuh kasih.

Pesan moral dari film ini:
- Percaya kepada takdir Allah, manusia hanya menjalankan takdirnya, Dan Allahlah yang memberi skenario dan ending cerita. Tetaplah terus beriman, berdoa dan taat kepada Allah. 

- Pernikahan tanpa didasari cinta, bukan menjadi penghalang untuk berani melangkah kejenjang rumah tangga. Jika Percaya kepada Allah, maka pernikahan itu akan dianugrahkan cinta yang sesungguhnya. Percayalah, cinta setelah pernikahan, akan tumbuh secara berlahan, seiring bersama waktu dan kedekatan, cinta akan tumbuh secara secara berlahan dengan kelembutan, Indah sekali.

 Sumber Foto: Wikipidia



14 comments:

  1. wah bagus nih mak filmnya kayaknya! aku jadi pingin download filmnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ceritanya sungguh menarik, dan saya berulang kali menontonya, sedih dan bahagia.
      Salam kenal ya

      Delete
  2. Mengharukan, saya suka film seperti ini mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka film yang sederhana, endingnya bagus. Pemainnya cocok, cantik dan ganteng. Sesuai selera saya...sama ya MbakWinny.

      Delete
  3. Dan akupun butuh tissue membaca cerita ini

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Pasti...sediakan sekotak tisu...hehehe

      Delete
  5. kaya nonton filmnya aku mbak, seru dan romantis pastinya, makasih ya mbak atas partisipasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmmmmm...film ini, sederhana tapi membekas dlm ingatan. Indah dan romantis

      Delete
  6. Hiiksss... tak kusadari,, mata menganak sungai. Hidung mendadak mampet. Terseret masuk kedalam alur cerita, tanpa kusadari.
    Terharu.. so sweet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib tonton yaaaa....pasti lebih mengharu biru

      Delete
  7. Mau nyari filmnya ah mudah2an masih ada

    ReplyDelete