Sunday, February 22, 2015

Kampung Sasirangan Banjarmasin

Hari Jumat, sedikit mendung, Pak Husein supir kami, mengajak tour dalam kota Banjarmasin [13/11/14]
"Ulun handak menukar kain sasirangan. Di manalah wadahnya?" kata saya dalam bahasa banjar. [Saya mau membeli kain sasirangan. Di mana tempatnya?]
"Kita ke kampung sasirangan ja, Bu lah." [ Kita ke kampung sasirangan aja, Bu, ya]

Terus terang, saya sudah sering berkunjung ke kota Banjarmasin, tapi baru pertama kali, melihat pembuat kain sasirangan. Kain khas Banjarmasin. Kampung sasirangan, jalan seberang Masjid, Sungai Jingah.
Disini, saya melihat cara pembuatan kain sasirangan khas Banjarmasin. Sasirangan memiliki ke khasan warna yang cerah, antara gelap dan terang. 
Kalau anda pakai kain sasirangan ini. Saya jamin, anda yang memakainya bertambah manis dan tampan. Bengkeng banar! cakep sekali.
Bahan baku sasirangan terbuat dari kain sutera asli [Jelas, ini mahal harganya] kain katun, satin dan perpaduan satin sutera[sebut saja, sutera kecewa...hehehe] 

Kain Sasirangan nan penuh warna
Kain sasirangan dulu disebut kain calapan (kain celup). Motip Wadi/Padiwaringi adalah kain calap pertama dibuat. Kain ini dibuat dalam sehari yang dicelup oleh 40 puteri.Konon, ini berasal dari suara wanita, yang meminta di buatkan kain, dan itu syarat ia akan muncul di bumi.  Dialah Puteri Junjung Buih, yang nanti akan menjadi Raja Banua.
Sasirangan motif gigi haruan [dokpri En]
Beberapa motif kain sasirangan; kembang kacang, ombang sinapur karang, daun jaruju, turun dayang, kangkung karombangan, kulit kayu, parada, gigi haruan dan sarigading. Sesuai perkembang jaman, motif kain dapat di tentukan pembeli, malah cenderung menjadi motif kontemporer.

Proses menjerat/perintang dengan tali

Proses pembuatan kain sasirangan, membuat pola diatas kain dengan mengunakan kertas tebal dan pensil.Kain yang bahan bakunya berwarna putih, akan di warnai sebagai warna dasar kain. Selanjutnya kain tersebut, dijarat(diikat) dengan tali secara menyilang mengikuti pola motif. Selesai menjarat silang, baru dicelup kembali dengan warna yang berbeda. Semakin banyak warna dan motif, proses semakin rumit, karena akan dilakukan, jerat dan celup berulang kali.



Proses penjemuran tahap pertama

Pembuatan kain sasirangan, pewarna kain, harus mengunakan warna yang terang dan gelap.Jika dasar gelap, maka motif akan berwarna terang.



Proses penjaratan dan pencelupan warna tahap ke dua
Proses pembuatan kain tahap akhir
Hasil akhir, pembuatan kain sasirangan, dijemur dan dikeringkan.
Kain sasirangan ini, bisakah dikatakan batik? karena setahu saya, pembuatan batik, mengunakan proses pengambaran dengan canting atau cap, dan bahan pewarna digunakan malam...*pertanyaan yang tidak bisa saya jawab.
Batik atau tidak, tidak menjadi soal, karena inilah kain khas Banjarmasin.


Saya berharap, anda menjadikan kain sasirangan menjadi koleksi anda.

Anda berminat, hubungi saya...Serius.


Sumber: Pemkot Banjarmasin



**

26 comments:

  1. Salam Jumpa dgnQ...Sdri Een Endahyuanah...:)
    Menurut Ku...Proses membuat nya dgn mencelup di tempat warna2 nya...Sama Saja dgn Membatik...:)
    Waahhh...indah sekali...Raportase nya Sdri...dari melihat sendiri...Bagaimana Sesungguh nya Pembuatan nya di Banjarmasin ...ya...:)
    Salam Terima Kasih...dgn Info nya...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Jumpa dan Rahayu, senang sekali sdr Ernst Vischer selalu membaca cerita saya, semoga berkenan dan bermanfaa. Terima kasih, salam dari teman yang jauh

      Delete
  2. Asli Banjar ya, aku urang Banjar jua salam kenal yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu, saya tinggal di Palangka Raya, besar dan kuliah di sana. Salam jua urang Banjar, makasihlah sampat baelang ke wadahku, Mbak Ladyinthemirror.

      Delete
  3. wahh baru tau mak ada kain sasirangan dari Banjarmasin...Btw Mbak Een tinggal di Banjarmasin ya ?

    ReplyDelete
  4. Ini nihhhh...kekayaan Indonesia...sip sip
    Tfs ya mak

    ReplyDelete
  5. Terimakasih Een, sedikit banyak telah memberi wawasan untuk saya bagaimana cara membuat sasirangan secara detil walau telah lama saya menggunakan batik tersebut.

    ReplyDelete
  6. Terimakasih Een, sedikit banyak telah memberi wawasan untuk saya bagaimana cara membuat sasirangan secara detil walau telah lama saya menggunakan batik tersebut.

    ReplyDelete
  7. Kain ini mengingatkan saya pada tenun ikat. Proses pembuatannya mirip, diikat. Hasilnya pun berbentuk pola bulat2 bekas diikat *cmiiw

    ReplyDelete
    Replies
    1. kain ini, membuatannya seperti kain Palembang. diikat dan di celup. makasih sdh mampir.

      Delete
  8. Salam kenal, Mbak. Saya juga suka sekali kain ini. Saya jahit jadi baju yang cantik :)

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Salam kenal Mbak, kalau mau membuat kain sasirangan sendiri, pewarna apa yang dipakai ya Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia, saya juga belum pernah buat sendiri.

      Delete
  11. wuihhh, tenryata begitu tah proses pembuatannya.
    aku punya kainnya waktu itu di oleh-olehin temenku yg tinggal di banjar. hihi

    ReplyDelete
  12. Kalo lihat fotonya, Sasirangan ini pakai teknik dye (koreksi jika salah). BTW aku punya Sasirangan tapi bingung mau dijahit model apa hihi

    ReplyDelete
  13. Oh beda ya cara pembuatannya dengan kain tenun di kampungku.

    Seneng deh liat banyak daerah di indo dengan keunikannya masing2 :)

    ReplyDelete
  14. Kain motif gigi haruan, bagus klo dijadiin rok panjang atau celana panjang tuh mba..

    ReplyDelete
  15. Aku punya ni mba batik sasirangan dikasih teman terus kujadikan blus, cantiknyaa

    ReplyDelete
  16. Aku pernah ke Banjarmasin dan melihat langsung pembuatan kain Sasirangan, mirip2 pembuatan jumputan Palembang. Setuju banget mbak,emang cantik2 kain Sasirangan ini dan kalau lagi menggunakannya terasa cantik. Aku punya beberapa potong dan salah satunya aku jadikan gaun, cantiiiik deh

    ReplyDelete