Saturday, February 21, 2015

BANCAKAN, makan bareng!

Menu spontan, sederhana tapi nikmat..plus ceret 'ikon Bancakan'

"Tos dahar can?" itu bahasa Sunda yang artinya, "Sudah makan belum?"
Pertanyaan sederhana, yang disambut antusias dan gembira.
Ibu-ibu di perumahan saya, akan datang satu persatu, membawa makanan yang ada di rumah, seadanya. Hanya punya nasi, yaaa dibawa. Punya tumis kangkung, ya hayuk.Yang enggak bawa apa-apa, tak masalah. Kami hanya ingin makan bersama, semua tanpa rencana, tujuannya juga, sederhana...Pengen kenyang, daripada makan di rumah sendirian.


Biasanya, ibu Euis, jago ngulek sambel, membuat sambel dadak. Eta!, sambeul bledak yang pedes bikin mampus. Tapi tetap tak pernah jera.

Menu favorit yang diusahakan ada, jengkol semi, petei, ikan asin. Tak ada makanan mewah, ayam atau daging. Semua sederhana saja. itu letak kenikmatan. 
Makan bersama, istilah bahasa sunda :bancakan, botram...kalo di perumahan saya, malah bikin nama sendiri, Papadangan. Makan serasa di padang savana, tanpa ada aturan, semua seadanya, dandanpun tidak...*tertawa lebar karena geumbira.


Bancakan dilakukan dengan santai, dimana saja, kadang di teras rumah, di warung kelontongan bu Hadi, atau di DPR, Dibawah Pohon Rindang.

Bancakan, dianggap, obat ampuh penangkal stres. Bagi yang bersedih, di jamin manjur, bisa ketawa. Nggak percaya, uang kembali. Bancakan, dilakukan penuh canda tawa, saling meledek dan mentertawai diri sendiri...*dilarang gosip, ya Bu. itu kalo terpaksa...hahaha.
Sambel Bledak rasanya maot.
 Gedang kukus rasanya paiittt. 
Dimakan bersama, rasanya yahud.
Cai teh tawar haneut, asa ti surga.
Bancakan, ditempat kami, tujuan untuk kebersamaan, dan bersyukur atas nikmat kepada Allah telah diberi kesehatan dan kesempatan bisa makan bersama dalam kegembiraan.


Sumber foto: Dokpri Een.



***

12 comments:

  1. Replies
    1. Kemon, kapan ke Bogor Dik Phalupi Herowati

      Delete
  2. tertarik sama kumis kangkung :)
    "Cai teh tawar haneut,"
    hi hi hi serasa ingat makan di ponyo, cibiru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tah eta, cai teh tawar haneut, ...endes banget. @Choirul Huda

      Delete
  3. Waahh di perumahan saya orang-orangnya seriiing banget bikin bancakan. Katanya ga enak makan sendiri :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama di perumahan saya, rata-rata sudah pensiunan dan anak-anak sudah pada besar mbak@Maya siswadi

      Delete
  4. Sebenernya yang bikin enak kebersamaanya ya Mak... tapi kalu lauknya enak begini. poool banget deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan kita bancakan. La kemarin, bancakan di rumah mbak Mutiah.

      Delete