Saturday, June 9, 2018

Pesona Wisata Sejarah, Cagar Budaya Komplek Candi Arjuna Dieng

Komplek Candi Arjuna, Dieng Plateau

Bunga kecubung  berwarna kuning, tumbuh subur di pinggir jalan utama menuju komplek Candi Arjuna.
Angel's Trumpet

Entah apa nama bunga lainnya, semua cantik di kelilingi tarian kupu-kupu.


Ungu nan mewah, Agapanthus

Bunga Bokor, orang bilang Panca warna

Daisy
Saat melihat kupu-kupu terbang mendekati bunga.
Saya teringat kata orang bijak, bunga dan kupu-kupu.
jika ingin memelihara kupu-kupu, janganlah kau tangkap kupu-kupu, maka ia akan lari menjauh.
Tapi, tanamlah bunga, kupu-kupu akan datang sendiri  mengembangkan sayap indahnya,  bahkan membawa kawanan lainnya, capung, lebah menambah warna warni keindahan.
Bunga-bunga, sayur mayur disepanjang jalan itu tentu tak tumbuh sendiri,  pasti ditanam, dirawat dan tumbuh subur di udara Dieng yang sejuk

Selain terpesona dengan beragam kecantikan bunga, saya pun terpana bengong, nggak pake ngangga, ya Chin...

Sumpah! 
Baru pertama kalinya melihat tanaman kentang, receh banget arti bahagia saya.
Kalian udah pernah lihat tanaman kentang? 
Ngaku.
Hayo, pasti cuman umbi kentang saja yang tau?

Ya Allah, cupunya diriku ini, sampai tanaman kentang pun tak tau. 
Di Dataran tinggi Dieng, cuacanya yang dingin sangat cocok untuk pertanian Kentang. Ratusan bibit muda tumbuh di antara lubang plastik dipasang terbentang dari ujung ke ujung. Plastik itu berguna agar tak tumbuh gulma.
(Baca : Dua Jenis Kentang Dieng )

Angin dingin terasa menampar wajah saya yang masih lelah, belum mandi dan gosok gigi, komplit nian rasanya.
Rasa yang ada itu sirna dan berseri kembali, melihat rombongan bocah Taman Kanak kanak berparade melintasi kami.


Bocah perempuan memakai kebaya dan sanggul cempol, dandannya medok sekali,  bergincu merah. Bocah laki-laki memakai pakaian tradisional Jawa, blangkon berbaju beskap, tak sempat bertanya mau kemana, sibuk melihat polah mereka, yang kesulitan berjalanan terkendala lilitan jarik.
Rupanya hari ini, 21 April 2018, Hari Kartini, sampai saya lupa.

Gerbang Komplek Candi Arjuna.

Tak sulit menemukan lokasi Perkomplekan Candi Arjuna, secara geografis berada di dekat perbatasan Wilayah Kabupaten  Banjarnegara dengan Kabupaten Wonosono.Candi Arjuna terletak di desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur.

Di areal halaman depan, berderet toko oleh-oleh khas Dieng.
Untuk masuk ke Perkomplekan Candi Arjuna, kita membayar harga tiket masuk per orang untuk wisatawan domestik Rp 15.000,-  Wisatawan mancanegara Rp 30.000,-  per orang.

Memasuki Cagar Buda, komplek candi Arjuna, kita langsung ditawarkan panorama landcape yang indah. Lekuk perbukitan dataran tinggi Dieng berselimut kabut, di tengah bukit,  tulisan besar  : Dieng Plateau, Banjarnegara.

Halaman komplek  Candi Arjuna sangat luas sekita 1 hektar,  rumput dirawat dengan rapi, rupanya rombongan pawai Kartian tadi,  tujuan akhirnya di Komplek Candi Arjuna. Mereka membuka bekal makan dan minuman, piknik Kartinian. Senyum sendiri memperhatikan polah bocah, mengunyah roti sembari sibuk membetulkan letak kondenya.
Hunting foto, lupa sapa yang candid saya, cantikkk sekali
Sebagian pengunjung, sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Menikmati mentari dengan yoga,
Komplek Candi Arjuna, terdiri dari lima bangunan candi. Nama  sebenarnya dari candi ini, sejarah dan raja yang bertanggungjawab atas pembangunan candi tidak diketahui. Hal ini karena kelangkaan data dan prasasti. Penduduk kemudian menamakan setiap candi sesuai tokoh wayang Jawa, (epos Mahabrata)
Candi Arjuna sebagai candi utama,  ada empat candi bersebelahan. Candi Semar berhadapan langsung dengan candi utama. kemudian, berjajar berurutan; Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi  Puntadewa.



Komplek Candi Arjuna adalah kelompok candi Hindu abad ke 7 Masehi.
Candi Arjuna berukuran hanya sebesar 4 m2 .  
Pada pintu masuk dihiasi oleh Kala Makara. ya dipercayai sebagai penjaga kesucian candi. Kala, artinya raksasan yang menakutkan, Makara berarti wujud binatang dongeng Hindu yang terdiri dari campuran berbagai wujud bentuk hewan: seperti gajah, buaya dan ikan, dikarenakan bentuk kala makara yang menakutkan itu, diharapkan dapat menangkal roh-roh jahat yang mencoba memasuki candi.

Keunikan Komplek Candi Arjuna, tidak terdapat hiasan arca seperti pada candi lainnya.
Candi Arjuna biasanya digunakan untuk pelaksanaan Galungan dan ruwatan anak gimbal.

Sayangnya, tour leader kami hanya memgantarkan ke lokasi  destinasi wisata saja, tak menjelaskan tempat yang kami kunjungi, dan umumnya peserta rombongan memang lebih suka hunting foto, (khususnya foto-foto selfie), memperhatikan arsitek kuno dan ada yang benar-benar piknik, duduk-duduk saja.

Hellowww, kita disini,.
Foto rada burem
Dua saudara dari empat saudara

Deretan pertokoan oleh-oleh di depan areal Perkomplekan Candi Arjuna


Sumber pendukung: From situsbudaya.com
Salam sayang dari kami di Dieng
-Een Endah=




































No comments:

Post a Comment