Tuesday, July 31, 2018

Rekor Dunia MURI Lomba Food Plating Lapis Bogor Sangkuriang varian Kopi Susu

Sabtu kemarin, 28 Juli 2019 masih dalam acara memperingati Hari Krida Pertani di GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Terus terang ini pertama kali saya ke stadion yang baru diresmikan dua tahun lalu.
Biasanya cuman lihat atap stasion yang berbentuk bundar, setiap melintas di jalan Tol Jagorawi. Alhamdulilah, hari ini bisa sowan kemari.
.
Ngapain coba?
Panas cetar membahana kemari.
Semua, demi memeriahkan Grand launching varian baru Lapis Bogor Sangkuriang rasa kopi susu.

Kopi susu
Menyebut kata kopi susu, langsung terbayang kopi tradisional yang aromanya wangi dicampur susu. Rasa kopi susu itu sungguh akrab dilidah pencinta kopi, nikmatnya nomer satu.
Satu lagi, menyebut Kopi susu, jadi inget lagu dangdut. Dinyanyikan  oleh Elvi Sukaesi dan Mansyur S. 
Masih ingat lirik lagunya?
"Cobalah, dik
Minta kopi susunya.
Kalau ada dengan kue pisangnya."


Nah, Lapis Bogor Sangkuriang, bisa jadi perpaduan dari lirik lagu tadi ya. Kopi susu dicampur ke dalam adonan kue lapis Bogor, tentu rasanya luar biasa, bikin ketagihan, dijamin makan tak bisa berhenti.

Hal lain yang membuat saya bersemangat datang pagi-pagi, ada acara Pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) lomba food platting Lapis Bogor SANGKURIANG varian: kopi susu.
Biasanya sih, saya cuman lihat di TV aja acara pemecahan rekor. Nah, hari ini mau nonton langsung dari detik awal hingga akhir.

Lewat pintu Barat Stadion Pakansari. 
Gapura besar menyambut kedatangan pengunjung hari ke dua Hari Krida Pertanian ke 46 tingkat Propinsi Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan menjadi tuan rumah acara tahunan ini, diselenggarakan di Stadion Pakansari Cibinong pada tanggal 27 -29 Juli 2018. 

Pada kesempatan ini PemKab Bogor mengajak para petani, nelayan dan UKM Jawa Barat serta Lapis Bogor untuk memeriahkan acara ini.

Tujuan acara Hari Krida Pertani tak lain sebagai bentuk ucapan syukur dari seluruh masyarakat atas majunya pertanian, dan pangan daerah Jawa Barat serta memberikan apresiasi kepada segenap masyarakat yang sudah ikut serta dalam memajukan pertanian dan pangan Jawa Barat.
Jalan beberapa meter, belok ke kiri, kita disambut gapura besar area event Lapis Bogor Sangkuriang.
Baru masuk ke area, saya dibuat melongo sebentar.

Aya naon akang dan teteh, kenapaa semua antri, panjang banget.

Ealahhh...ternyata; cuman hari ini saja, promo manjaaah, DATANG BER-2 CUMAN BAYAR 1 BOKS Lapis Bogor Sangkuriang.
Cuman dengan harga Rp 29.000,- dapat dua boks, gimana nggak girang tuh. 

Syaratnya;  bawa pasanganmu (so sweettt ya) dan kamu bisa bawa pulang Lapis Bogor Sangkuriang varian baru: kopi susu.
Sejak booth Lapis Bogor Sangkuring di buka jam 08.00 WIB, dalam satu jam terjual sebanyak 1.000 boks. 

Bagi yang nggak mau antri, bisa geser kesebelah: booth reguler, harga sama dengan oulet LBS yang ada.

Lapis Bogor Sangkuriang merupakan perusahaan yang bergerak pada industri makanan cake and pastry kelas dunia yang terus menerus melakukan inovasi.
Awal berdiri Lapis Bogor Sangkuriang, idenya sangat sederhana.
Melihat potensi hasil kebun talas yang berlimpah di Bogor, maka dibuatlah Lapis berbahan utama talas.
Tujuan Lapis bogor Sangkuriang juga sederhana: menjadikan oleh-oleh khas Bogor, dikemas secara unik dengan mengenalkan budaya dan pariwisata wilayah Bogor.

Dengan menggunakan bahan-bahan pilihan dan berkualitas terciptalah Lapis Bogor Sangkuriang yang testurnya lembut, aroma khas langsung diterima dengan cepat oleh pangsa pasar dari berbagai kalangan, tak heran sekarang sudah memiliki outlate dan kemitraan yang menyebar diberbagai daerah. Sejak tahun 2011 hingga kini, Lapis Bogor Sangkuriang menyandang predikat oleh-oleh berbahan talas "Pertama dan terbesar"

Kembali ke acara grand launching produk baru: kopi susu.
Kamu wajib coba.


Lapis Bogor Sangkuriang varian kopi susu, memiliki dua lapis warna kuning dan warna kopi, rasa kopinya terasa banget, cita rasa kopi asli Bogor dengan testur kue yang lembut, lumer di mulut.
Bentuk baru ini tetap tak meninggalkan ikon LBS (kata saya sih) food platingnya tetep, taburan keju yang buanyak, rasa manis.dan gurihnya keju itulah kunci lezatoooo Lapis Bogor Sangkuriang...endeus kacida!

Acara pembukaan Grand Launcing varian kopi diresmikan oleh ibu Ir. Siti Nuryanti, MM; Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Bogor, Bapak Tegar Pranata ; GM PT. Agrinesia Raya, Pemda Jabar, PemKab Bogor ICA BPD Jabar, MURI dan mitra serta para undangan.

Sebelum acara lomba menghias kue dimulai, saya gemes melihat banyaknya makhluk cantik dan ganteng, itu chef rata-rata berbaju putih bersih, cakep banget. Mereka berasal dari Ikatan Chef Assosiation (ICA) yang nanti menjadi juri lomba Food Platting.

Ada pula chef yang datang dari Bandung untuk demo food Platting LPS. 

Menurut info, ada sekitar 500 peserta lomba food platting LBS varian kopi susu, mereka menjadi bagian pemecahan rekor MURI.





Suara rampak dan drum, musik dan tari tradisional berkoloborasi dengan musik modern, acara seru pisan!
Selain itu, ada acara lomba untuk mengajak kreator muda untuk mengikuti lomba Vidgram Competition yang diselenggarakan pada saat kegiatan berlangsung dan kan diumumkan pada hari yang sama.
Untuk 3 orang pemenang terbaik akan diberikan hadiah uang tunai sebesar Rp 1.000.000,- merchandise cantik LBS dan LBS kopi susu untuk masing-masing pemenang .
Gimana cara ikutannya, cukup membeli produk LBS bisa langsung mendaftar sebagai peserta Vidgram Competition.

Tepat jam 12.45 menit, lomba dan pemecahan rekor MURI lomba food Platting LBS kopi susu selesai.

Food plattingnya cantik-cantik. Sambil menunggu perwakilan dari Museum Rekor Muri Indonesia. Saya pikir, lapis bogor disusun memanjang, ternyata bukan.
Perkiraan awal, lomba food plating hasil akhir ya sebanyak 500 piring, ternyata lebih, setelah dihitung ada 561 piring food plating dengan peserta 260 orang, berasal dari Umum, SMK/akademik dan Organisasi wanita.


Akhirnya Bapak Andre Purwandono, perwakilan MURI yang ditunggu-tunggu naik ke atas panggung dan memberitahukan bahwa pengumanan tetap sesuai jadwal jam.15.00 WIB masih menunggu hasil pihak MURI apakah lomba food plating bisa termasuk dikategorikan rekor MURI atau tidak.

Lemes sih sebenar, kudu nunggu lagi. Senengnya, kue hasil lomba bisa dinikmati bersama.



Sambil menunggu waktu, kita bisa melipir ke arena Festival Kopi Bogor loh. Berbagai kopi bogor disajikan disini. Yang pencinta kopi, wajib kemari, nggak rugi.

Jam 15.00 WIB, waktu yang ditunggu.
Duduk paling depan, saya antusias menanti hasil pengumuman Rekor Muri.

Pak Andre Purwandono berkata pelan."...sayang sekali atas dasar penilaian dari berbagai aspek. MURI terpaksa tidak dapat memberikan gelar pemecahan rekor MURI atas kegiatan food plating lapis bogor Sangkuriang kopi susu yang dikuti 260 peserta ini dengan target 500 food plating..."

Mendengar perkataan itu, langsung lemes tertunduk, tak bisa ditutupi raut wajah kecewa termasuk saya
.
Hening 
.
"... dari hasil perhitungan kami, total piring yang dihias 561, maka MURI menetapkan Lomba food plating Lapis Bogor tidak memecahkan rekor MURI Indonesia, tapi duniaaaa."

Bukan rekor MURI Indonesia tapi rekor Dunia.

REKOR DUNIA
Semua berteriak, meloncat dan saling berpelukan. Taburan kertas warna warni meletup di udara menghiasi suasana saat itu. 
Tak bisa dikatakan, rasa bangga dan lega, tak sia-sia hasil kerja keras bersama hari ini.

Sangking senang juga sedikit gregetan, saya langsung mendekati Pak Andre ketika turun panggung.

"Bapak hampir membuat saya kecewa...ternyata."
"Supaya suprise, Bu," jawabnya sambil tertawa.
Ah! Bapak bisaaaa aja.
Acara grand launching Lapis Bogor Sangkuriang  varian kopi susu dan Penghargaan Rekor Dunia dari MURI kategori lomba Food Platting LBS varian baru: kopi susu dengan jumlah 561 Food Plating di ujung sore, diakhiri dengan luapan bahagia.

Sampai jumpa di tahun depan, Hari Krida Pertanian di Tasikmalaya.

Jangan lupa undang kita, pasukan Blogger lagi ya. Siaaaap datang dengan hati gembira.
Acara Grand Launching Lapis Bogor Sangkuriang kopi susu bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Museum Rekor Indonesia(MURI) dan Ikatan Chef Assosiation.

Salam Manis dari yang sudah manis.
-Een Endah-



































No comments:

Post a Comment