Friday, April 3, 2015

Kepundung, si buah langka.

Akhir Maret 2015, saya pulang ke kampung Cikalahang, Cirebon. Biasalah menjeguk Mama saya seorang. Sejak Bapak meninggal tahun kemarin, kami empat saudara bergantian menjeguk dan menemani beliau. Mama hanya di temani seorang asisten rumah tangga bernama Turinah dari Indramayu. Hebatnya, ini asisten sudah ada sejak gadis, trus berumah tangga,sampai jadi single parent (sekian tahun di Saudi) Eh! malah kembali ke asal, ya rumah orang tua saya. Agak larut saya tiba, maklum macet karena saya lewat jalan Selatan. Sesampai di rumah, peluk hangat dari Mama. Perut terasa lapar, "Masak apa, Tur," Saya langsung ke dapur. Eh ternayata, ada sebaskom kepundung yang mengoda.


Buah Kepundung [dokpri]

Taukah buah kepundung?

Buah kepundung, nostalgia di waktu kecil. bilaberkunjung ke rumah Kakek dan Nenek di desa Cikalahang. Waktu itu saya dan orangtua tinggal di Kalimantan Tengah. Buah kepundung, menjadi bahan cerita dengan teman saat pulang ke Palangka Raya.

Jujur, di Palangka Raya ada buah yang hampir sama dengan kepundung, namanya buah  Rambai. Awalnya saya kira kepundung, nama lainnya rambai...Ternyata ke dua buah ini berbeda.
"Kita bersaudara," kata yang tepat untuk kepundung dan rambai.
Kepundung memang saudaraan dengan rambai.
Nama latin kepundung, Baccaurea Racemosa, sedang nama lain rambai, Baccaurea Motleyana.


Jadi, ingat, ya. Kepundung dan rambai itu buah yang tidak sama, tetapi masih bersaudara.
Pohon kepundung dan rambai pun berbeda. Kepundung berpohon pendek dan rambai pohonnya tinggi. Kepundung banyak di temui di pulau Jawa dan Rambai menyebar tumbuh di Kalimantan dan Sumatra.
Buah Kepundung merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara. Tersebar di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan (termasuk Sarawak, Brunai dan Sabah) Sulawesi sampai Maluku. Tumbuhan ini, tumbuhan liar sebagai lapis bawah pada hutan tropika basah, tapi bisa juga dibudayakan sebagai tanaman perkarangan, seperti di kampung saya ini.
Sayang, pohon kepundung mulai langka, di gantikan tanaman buah yang lebih di gemari.
Dengan rasa masam/kecut, tapi ada juga manis (beruntung kalo manis, banyak kecutnya). tak semua orang mengemari. Khususnya orang tua...kecuttt takut maag kambuh. Nah, itu juga sebagai faktor membuat langka buah ini.

Nama umum, kepundung, adalah Menteng (Indonesia, Inggris) Mundung/Cupak (Jawa). Cirebon, Bali, Pulau lombok, buah ini namanya Kepundung. Mungkin, anda tau nama lain Kepundung sesuai nama di daerah?
Selama ini, saya hanya tau, kalau buah kepundung di konsumsi langsung, saat segar.

Ternyata, setelah baru saya tau, kepundung banyak bermaaf bagi kesehatan, selain kayunya yang bagus untuk bahan bangunan.
Kepundung berkhasiat sebagai obat mencret dan peluruh haid.

Untuk Peluruh haid, ambil kurang lebih 20 gram daun segar kepundung, Cuci bersih dan direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Dinginkan dan disaring. Minum dua kali sehari pagi dan sore.
Nah, kawanku...Udah taukan tentang Kepundung. Semoga buah ini tetap ada di tahun mendatang.



Pohon kepundung [foto:milik Abadi Antonius/ New Flora]


Sumber:- http://kumpulanmanfaatbuah.blogspot.com/2013/04/manfaat-buah-menteng.html
       -http://flora-kampung.blogspot.com/2014/03/kepundung-atau-kapundung.html

17 comments:

  1. Aku taunya namanya menteng :) enyak acem - acem manis :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bogor, ada komplek Menteng Asri, katanya byk pohon menteng. Iya rasanya acemmm manis...buat yg makan brtambah manis. Dikampungku masih sering dijumpai.

      Delete
  2. Pohonnya seperti pohon anggur ya, merambat :)
    Buah legendaris kalo menurutku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, teteh @Ani Berta..pohon biasa saja

      Delete
  3. Kalo di kampung saya nyebutnya pundungan, Mak. Asem2 segerrr :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pundungan, beda imbuhan ya . Memang ini asem manis.

      Delete
  4. Aku kok ngga tau buah ini *hadeuh
    jarang diijual di pasaran kayaknya ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahnya sudah langka, Kalo di kampung juga jarang jarang ada

      Delete
  5. Baru beli bibitnya, semoga bisa berbuah di pot

    ReplyDelete
  6. Baru beli bibitnya, semoga bisa berbuah di pot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah, berbuah lebat, sama juga sebagai upaya pelestarian buang langka ini

      Delete
  7. iya mba, buahnya udah mulai langka. Banyak kecutnya dibanding manisnya.
    Waktu kecil saya suka petik buah ini dikampung, tapi sekarang pohonnya sudah tidak ada lagi.
    Kalau dikampung saya namanya buah kapunduang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dk...buahnya mulai langka dan anak sekarang juga kurang mengenal buah kupundung

      Delete
  8. Kalo di Tegal namanya Kokosan, Kalo di Solo namanya langsep. Pagi kerasa mau flu, habis makan buah ini lumayan. Apa Karena jg mengandung vit C ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya...banyak nama buah kepumduk diberbgai daerah

      Delete