Monday, June 30, 2014

hemodialisa bukan akhir segalanya

Abah saya penyandang diabetes selama 16 tahun, jantung dan terakhir terserang stroke. Sebagai hamba Allah, kami tetap berikhtiar untuk tetap mencari kesembuhan.
Berbagai pengobatan telah dilakukan, keluar masuk rumah sakit dan pengobatan alternatif.
"Bapak mengalami gagal ginjal dan harus menjalani proses cuci darah,"  keterangan Dokter itu bagai petir di siang hari,  bagi orang awan, khususnya keluarga kami, vonis dokter itu, hemodialisa bagai hukuman mati. Kami membayangkan ini bagai menunggu waktu saja. hal itu sulit dibayangkan. Setelah mendapatkan penjelasan secara rinci, barulah kami bersedia. Abah melakukan hemodialisa rutin seminggu dua kali. Subhanallah, ternyata banyak terjadi berubahan, badan abah menjadi normal kembali serta lebih sehat.

Bapak tercinta, selalu tabah menjalani cobaan
 Selama ini, kami akui, komplikasi menyebabkan kebingungakn, sakit apa ini?

Abah suka mendadak drop gula darahnya dan gatal-gatal disekujur tubuhnya, kami kira itu efek penyandang diabetes. Mual dan muntah itupun abah selalu diberikan obat maag. Badan yang membengkak ,itupun dirujuk ke poli jantung dikira jantung. Terkadang suka sakit kepala, dan tidur yang terbalik, siang jadi malam, dan malam sulit tidur (imsomia). Keesokan hari pasti tekanan darah abah meningkat, kami kira kurang tidur malam dan efek stroke. Kenyataannya itu semua adalah gejala gagal ginjal. Jika kami tau dari awal, tentu sudah dilakukan hemodialisa. kami tetap ber-husnuldzon, mungkin perlu waktu untuk mencari kesembuhan.


Apakah hemodialisa?


Hemodialisa adalah pengobatan bagi orang yang menurun fungsi ginjalnya. hemodialisa mengambil alih fungsi ginjal untuk  membersihkan darah dengan cara mengalirkan melalui "ginjal buatan". Sampah dan air berlebihan dibuang dari tubuh selama proses hemodialisa berlangsung,



Mengapa hemodialisa ini penting?


Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah  dari cairan berlebihan, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Jika ginjal rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itu harus dilakukan hemodialisa untuk mengantikan fungsi ginjal tersebut.



Dari pengalaman saya, salah pandangan orang cuci darah sebagai vonis mati.
Hemodialisa bukan akhir segalanya, terapi yang wajib dilakukan.
Tetap semangat untuk sembuh, itu kunci kami untuk tetap bersabar menghadapi ujian ini.
bukankah hidup dan mati adalah misteri Illahi, Pengenggam Kehidupan.


Semoga pengalaman ini dapat bermanfaat



***




12 comments:

  1. Makasih Mak share nya. Bermanfaat buat yg awam seperti aku :) Salam untuk Bapak ya, Mak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mak Graci, sudah bertamu, ya kok buru buru, belum juga saya suguhkan sesuatu. nanti saya sampaikan kepada Abah.

      Delete
  2. TFS Mak. Aku sering mendengar kabar seseorang harus menjalani hemodialisa, dan aku kagum juga bersimpati thd pasien dan keluarganya. Semoga diberi kesehatan ya Mak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Hemodialisa memang membutuhkan kesabaran mengantar pasien seminggu dua kali, seumur hidup. Menjadi sehat itu memang diuji kesabarannya. terima kasih simpatiknya Mbak

      Delete
  3. Sabar ya, mak. Semoga abah makin membaik. Makasih infonya, saya jd tau hemodialisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, maaf baru bales ya Mbak Dwina Yusuf

      Delete
  4. Semoga Bapak cepat pulih kembali yaa... Kesabaran beliau jadi jihad, dan kekuatan Mbak Een jadi ibadah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemodialisa itu cara terbaik menyembuhkan, tanpa obat dan ada pasien yang bertahan 25 tahun

      Delete
  5. Semoga Sang Pengenggam kehidupan memberi kesembuhan buat abah ya mbak... Amin

    ReplyDelete