Review

Wednesday, October 7, 2020

Tips Sembuh Selama Isolasi Mandiri Covid-19 di Rumah

Mmmmm... (menahan)
Mmmmmghhh ...(Tenggorokan terasaaa semakin gatal)
Mmm...Hatchiiii  uhukkkk (terlepas, tak kuat lagi)

Spontan semua mata  tertuju pada saya, 
Aduhhh...macam penjahat aja, hanya gara gara batuk.
Saya merasa bersalah, tapii...sudah sekuat tenaga ditahan, tak kuat lagi ampyunnnn, daripada makprutt  keluar dari lubang lain, lebih cilakakkk.

Beginilah nasib kita, semenjak pandemik Covid 19. Orang batuk langsung dicurigai PDP, padahal jelas-jelas saya pakai masker, duduk jaga jarak, sebelum masuk ruang tunggu, cuci tangan, sudah di cek thermo Gun, suhu saya normal...Berarti sehat dan aman.
Saya memaklumi, sikap waspada orang sekitarnya. Tapi perlu juga infomasi, untuk membedakan batuk pilek biasa dengan batuk pilek karena covid-19.

BATUK
Batuk kering biasanya menjadi tanda iritasi atau radang tenggorokan. 
Sementara batuk berdahak bisa menjadi gejala salesma, alergi bronhitis maupun peunomia
Batuk pasien Covid-19 menurut WHO sekitar 67,7% gejala batuk kering/berdahak disertai deman tinggi, jadi kalo  batuk  tidak disertai deman...itu batuk biasa, ngggak parno. Nakutin diri sendiri.

PILEK
Sementara pilek  biasa atau alergi, disertai bersin, mata gatal dan terkadang  batuk.
Pilek disertai sakit tenggorokan bertanda infeksi saluran pernafasan atas. 
Pada Pasien covid-19 umumnya gangguan  pernafasan bawah, di tandai batuk kering , sesak nafas, nggak diserta sakit tenggorokan.
Kalo Pilek ingusan, nggak sembuh sembuh, cepet ngiihh ke dokter.

Tidak percaya menjadi percaya
Awal pandemik covid-19, saya belum percaya ada covid19 (Kadang nanya, kok diberita ada korbannya, tapi yang manaaa?) 
Sekalipun masih ragu, saya tetap melaksanakan prosedur kesehatan mencegah penularan.

Kenang kenangan, tahlil 40 hari Pak H. Kun

Ketidak percayaan itu berubah 180° semenjak tetangga saya, Pak Haji Kun, dinyatakan positif covid-19 (Duh Gustiii, corona teh aya geuningan)
Kemudian beliau di rawat di RSUD Bogor, setelah lebih 14 hari, beliau meninggal.
Kaget sekali dengan berita ini, karena saya mengenal baik sosok beliau yang selalu tersenyum ramah, kini tlah tiada.

Hasil test Rapid dan Swab istri dan 4 orang Asisten Rumah Tangga, dinyatakan pula positif.
Baru saya sadar:  Covid 19 itu bener-bener ada.
Ibarat orang kebakaran, kagetnya tujuh bulan.
Yang menyedihkan. mendengar kabar, satu per satu sahabat berjatuhan, ada yang masih berjuang untuk sembuh (isolasi mandiri) di rumah

Bu Hj. Erna Kun, langsung melakukan isolasi mandiri, dengan mengurung diri di kamar. 
Beliau tidak mau dirawat di rumah sakit. beliau yakin sangguh melawan virus dan yakin sembuh sendiri dalam waktu 14 hari.

Kebetulan beliau tidak sesak nafas, hanya deman. Setelah 14 hari masa isolasi mandiri, di Swab dua kali. Akhirnya Bu Hj. Erna Kun dinyatakan sembuh. 
Allahu Akbar...bahagianya sekali karena beliau, adalah teman pengajian dan tetangga yang baik.
Bu Hj Erna Kun, berdiri ketiga dari kiri.

Sengaja, saya khusus japri beliau., menanyakan, bagaimana tips agar sembuh dan sehat dari covid-19,  karena terbukti hasil swab terakhir negatif.

Tips Sembuh  Covid- 19 (Isolasi Mandiri) di Rumah

• Peningkatkan imunitas diri dengan merbanyak makan sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C, dan makan empati sehat lima sempurna
• Berjemur di sinar matahari sangat hangat, cukup istirahat dan tidur.
• Minum Suplemen kesehatan madu dan propolis dan vitamin E

• Meminum satu sendok Virgin Coconut Oil
• Selalu kumur-kumur air garam  
• Minum minyak kayu putih 2 tetes yang dimasukkan kedalam 1 cangkir air hangat. 

"En, selain itu saya minum air kelapa muda ditambah 1 sendok makan garam dan  air jeruk nipis dari satu buah jeruk nipis...Selalu sediakan kayu putuh, dibalur atau tetes di masker ya," tutur beliau.

Tips ini saya kirim ke beberapa teman yang juga melakukan isolasi mandiri di rumahm  Nggak ada obat yang diminum selain obat deman, karena virus akan mati jika imun tubuh meningkat.

Selama pandemik (di rumah saja) ada juga kekwatiran bepergian, apalagi tiba-tiba sakit, was-was juga berobat ke fasilitas layanan kesehatan apalagi jika tidak dalam kondisi darurat.

Untungnya ada kemudahan tehnologi  telemedicine saat ini,  sangat membantu kita, khususnya pelayanan kesehatan digital, yang bisa memberikan kemudahan akses dan interaksi antara masyarakat dan dokter, secara cepat, akurat dan aman. Daring dengan dokter, nggak perlu kemana, telemedicine sama dengan memutus mata rantai penularan Covid-19, cukup di rumah aja.

Sekarang ada aplikasi HaloDoc, udah pernah dengar nggak?

Apa itu Halodoc?

HaloDoc, merupak aplikasi platform komunikasi yang memfasilitasi interaksi antara dokter dengan pengguna memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menemui dokter mereka kapan saja.


Diluncurkan di Jakarta(21 April 2016) oleh Jonathan Sudharta - CEO MHealth Tech, sebagai solusi kemudahan layanan kesehatan, yang selama ini terkesan rumit.

Keunggulan aplikasi Halodoc? 

• Pasien bisa berkomuniksai dengan dokter lewat gawai

• Chat dokter (layanan tanya dokter), pengguna bebas memilih dokter sesuai dengan kebutuhan dan biaya yang bervariasi

• Beli obat. Pesanan obat diantar langsung dalam keadaaan di segel. Obat berasal dari apotik terpecaya dan layanan 24 jam.

• Kunjungan rumah, kita bisa membuat janji dokter untuk datang ke rumah sakit dan langsung ke ruang konsultasi. Nggal perlu antri.

• Cek Lab. Bekerja sama dengan Prodia, hasil cek lab bisa di antar ke rumah  dan hasil Lab secara otomastis masuk ke akun aplikasi Haladoc kita.

Nah ini, sering jadi pertanyaan, bagaimana metode pembayaran Halodoc?

Mudahhh kok,  bisa pilih metode pembayaran halodoc walet, Gopay dan kartu debit/credit.

Di masa pandemik Covid-19 ini, Halodoc juga melayani pendaftaran test rapit dan test PCR (Polymerase Chain Reaction/Swap) di sejumlah rumah sakit.

Halodoc sendiri merupakan salah satu mitra resmi pemerintah dalam menanggulangi pandemic covid-19

Kabar terkini, Presiden  Jokowii,  vaksin merah putih  atau penawar virus Corona-19 siap pakai di bulan Januari 2021. Semoga saja dunia kembali normal seperti dahulu. Sambil menunggu vaksin Corona, ada baiknya kita melindungi diri dari berbagai penyakit yang berbahaya, salah satunya melakukan vaksinasi.  Vaksin adalah zat atau senyawa  yang berfungsi membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit

Di Jakarta, sudah banyak terdapat rumah Vaksin Jakarta, mempermudah kita mendapat layanan vaksin yang diinginkan dan lengkap dengan biaya vaksin. Melalui aplikasi Halodoc, kita mudah menentukan vaksin mana yang diperlukan untuk kesehatan kita. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Semoga tip dan info ini bermanfaat bagi pembaca.

Salam sehat, riang gembira.



No comments:

Post a Comment