Review

Saturday, August 29, 2015

KUE LOBAK

Bagi pengemar kue yang  rasanya gurih, kue lobak bisa menjadi alternatif lain. Sekilas kue Lobak dari desa Cikalahang ini, mirip dengan kue Gandus, panganan khas Palembang. Warnanya yang sama, putih, dan rasanya asin sangat gurih.
Gurih berasal dari santan kental kelapa dan sedikit garam.
Kue gurih, cocok buat yang tak suka manis

Friday, August 28, 2015

Buah Bisbul, si Buah Mentega

Sudah lama pohon itu tumbuh tinggi menjulang di halaman musola Ar-Rahman di desa Cikalahang. 
Musola keluarga kami yang dibangun disamping rumah orang tua.
Herannya, yaakok, saya nggak tau, pohon apa itu? 

Kalau saja, buahnya tak jatuh ke saya, tetap saja, saya tak pernah perduli keberadaan pohon itu. Kini, saya tersadar, alangkah sombongnya saya, ibarat manusia berjalan di atas permukaan bumi, tak menengok pada sekelilingnya, sekalipun itu sebuah pohon. Pohon itu seakan menegur, dengan menjatuhkan buahnya.
Mendongak keatas, buahnya lebat sekali di musim kemarau ini.

Batang pohon yang lurus menjulang tinggi, buahnya sulit diambil...Ya sudahlah, menunggu buah matang dan jatuh dari pohon.

Tadinya saya kira, buah kesemek, warna dan bentuknya sangat mirip, merah marun kecoklatan di kala matang. 

Bedanya, buah kesemek, akan matang, kalau dikasih bedak, sedikit genit, baru bisa dinikmati. Bedak sigenit adalah larutan kapur. Buah ini, beda, ia akan matang sendiri di pohon.

Saya menulis postingan ini, setelah saya  menayangkan gambar buah ini di facebook. Bertanya dengan sahabat maya. Baru saya tau, buah apa ini, dan menulisnya di blog.

Buah yang konon, bentuknya mirip bola baseball, dinamakan buah bisbul. Tenyata, buah bisbul masih satu family dengan buah kesemek. Yang membedakan buah bisbul dengan buah kesemek, dilihar dari testur daging buah.

Kesemek, daging buahnya, manis, renyah seperti pepaya muda yang mengkal. Sedang buah bisbul, daging buahnya manis, testurnya lembut, lunak, sangking lunaknya, lengket di gigi. Bau buah bisbul sangat harum. 
Ingat ya, buah bisbul bukan buah kesemek.


Yang khas dari buah bisbul ketika matang, daging dan rasanya seperti mentega, lembuttt dengan warna yang kuning cerah, mirippp mentega. Tak heran, buah bisbul juga dinamakan buah mentega.  

Di Melayu, namanya buah lemak, merujuk dari rasanya yang berlemak dan lezat. Di Filipina, tempat asal buah Bisbul, namanya Kamagong, Tabang, Mabolo, ini merujuk dari kulit buah yang berduri halus. Kalo saya, mengatakan seperti kain beludru.

Buah bisbul, dalam bahasa Inggris dinamakan Velvet Apple. 
Nama ilmiah buah bisbul, diospyros blanco.


Allah menciptakan seluruh alam semesta untuk memberi manfaat kepada manusia. Subhanallah.
Seperti juga buah bisbul ini,  memiliki kandungan gizi dan vitamin antara lain; karbohidrat, lemak, serat, protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, tiamin dan beberapa mineral lainnya, baik di konsumsi ibu hamil. Testur lembut daging buah, juga cocok untuk balita dan orang lanjut usia, tak perlu repot mengunyah daging buah.


Manfaat buah Bisbul bagi kesehatan:
  • Meningkatkan daya tahan tubuh. karena buah bisbul banyak mengandung vitamin C.
  • Menyehatkan jantung. Vitamin B1(tiamin) menjaga organ syaraf dan jantung tetap sehat.
  • Mencegah pengeroposan tulang. Kandungan kalium pada buah bisbul, berguna untuk kekuatan tulang dan gigi.
  • Menghaluskan kulit. Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan jaringan kulit.


Cara menikmati buah Bisbul, langsung dimakan saat matang. Saya belum pernah mengolah buah bisbul menjadi bentuk lain. 

Pohon yang batangnya berwarna hitam, bunga muncul di ketiak daun, buahnya kaya manfaat bagi manusia, ternyata tergolong buah yang semakin langka. Buahnyapun sudah sulit di dapat di pasar tradisional. Padahal, kalo buah bisbul dikembangbiakan, bisa menjadi salahsatu buah yang layak jual dan memperkaya keberagaman buah lokal di Indonesia.

Alhamdulillah, saya masih bisa merasakan lembut dan harumnya buah bisbul si buah mentega.
Tiba-tiba, menatap pohon bisbul ini, saya terkenang almarhum Bapak tercinta...Beliaulah yang menanam buah ini untuk anak cucu di hari depan.

Semoga postingan buah Bisbul ini bermanfaat, dari yang tak tau menjadi tau.





Wednesday, August 19, 2015

Tumis Ikan Asin Peda Kentang Pete

Apa itu ikan asin Peda?

Ayo jawab. Jujur aja deh, apa jawabannya sama dengan saya, atau eikeh yang kudet. 

Ikan asin Peda adalah ikan laut segar yang namanya Peda, diberi garam menjadi ikan asin Peda.
Ikan Peda itu, nama ikan laut.
Ealahh, ternyata eikeh salah. Kemana aje eikeh selama ini. Baru kali ini, suer! baru tau. Ikan peda bukan nama ikan. Ketidak tahuan saya ini terjadi hari ini, saat  saya mau masak tumis ikan asin peda, cabe ijo, petai...*itu sudah sangat mainstream. Tumis ika asin peda,  saya kasih sedikit kentang goreng. Ini terinspirasi dari masakan Padang, seperti menu teri balado dengan kentang goreng, jengkol goreng balado kentang goreng. Setelah olahan peda di eksekusi ditambah sedikit kentang goreng. Rasanya....hmmm, enakkk pake banget. Hihiji, saya yang masak,memuji masakan sendiri, tidak termasuk dalam dosa...hehehe.

Sebelum saya sajikan masakan Peda. 
Bahas lebih dahulu tentang ikan asin peda dari berbagai sumber. Ikan asin peda ternyata, hasil tehnologi perikanan secara tradisional.
Menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Peda dalam arti nomina(kata benda), ikan asin hasil pengawetan dengan pengaraman yang tidak disusul  dengan pengeringan. 
Ikan asin peda, adalah  salah satu hasil pengaraman dengan bahan baku ikan yang tidak dikeringkan lebih lanjut tetapi dibiarkan setengah basah, sehingga proses fermentasi tetap berlangsung dan secara spontan, tanpa diberi mikroba.
Proses Fermentasi berlangsung selama 1-2 minggu, ikan ditutup garam dalam wadah yang ditutup rapat. Untuk menghasilkan produk yang bekualitas baik, wadah ditaruh ditempat bersih dengan kelembaban tinggi.
Menurut Bisnis UKM,  membuatan ikan asin peda, semua jenis ikan dapat diolah menjadi Peda, akan tetapi umumnya  ikan Kembung yang sering diolah menjadi Peda.
Tak heran, ya, saya pikir ikan peda dan ikan kembung itu beda ikan, cuman mirip aja....#Salah lagi eikeh.
Eh! kesalahan saya selanjutnya, saya pikir, ikan kembung, bentuknya lebih kecil dibanding dengan ikan peda banjar, yang lebih besar dan berdaging banyak. Ternyata, itu sama-sama ikan kembung yang dibuat ikan asin peda.

Di pasar, dikenal dua macam ikan asin peda;
1. Ikan asin Peda merah(Peda siam), dibuat dari ikan kembung  berkadar lemak tinggi  dan tidak disiangi.
2. Ikan asin Peda Putih, dibuat dari ikan kembung berkadar lemak rendah dan disiangi.
Kemarin saya beli ikan asin peda Putih tak berkepala, sekilo Rp. 40.000,- kalau pake kepala, sekilo Rp 35.000,-
Memilih ikan asin peda yang kwalitas bagus, bau harumnya fermentasi gurih, segar. Penampakannya bersih dengan warna coklat mengkilap, tidak ada jamur

Saatnya masak, resep tumis ikan peda asin kentang pete.

Bahan.
2 ekor ikan asin peda Putih.
2 buah kentang, iris sedang dan goreng. 
5 siung  bawang merah, iris tipis. 
4 siung bawang putih, 
1 buah tomat besar, belah empat.
1 papan petai.  
4 cabe ijo, iris serong. 
6  cabe rawit ulek kasar dengan sedikit terasi. 
3 sdm minyak sayur untuk menumis
Sedikit gula pasir, penyedap rasa dan sedikit irisan mangga muda. 100 ml air.

#Cara Membuat, gampang banget.
- Ikan asin Peda bungkus dengan koran, rendam didalam air hangat selama 10 menit untuk mengurasi rasa asin. Goreng setengah matang.
- Panaskan minyak goreng di wajan, tumis bawang merah, bawang putih hingga harum, masukan cabe ijo, tomat, ulekan cabe rawit dan terasi.
- Masukkan ikan asin peda, aduk hingga merata dengan bumbu. Berilah air, dan irisan mangga muda, penyedap rasa dan gula pasir. Setelah air sedikit berkurang (saat) masukkan kentang goreng. Tunggu tumisan hingga matang. Saya lebih suka ada air tumisan.

Masakan siap dinikmati, rasanya komplit banget, Rasa khas ikan asin peda, berbaur dengan pedas, manis, dan empuknya kentang goreng. Gurih, enak pake banget. Sajian ini,  cepat, mudah dan praktis,  bisa menjadi  salah satu menu makan siang bagi pecinta ikan asin peda.
Selamat mencoba. 
Sumber: KBBI, Tehnik Kimia Yahoo.com


Tuesday, August 18, 2015

Makan 'Lapat' biar bisa badapat...

Dapat kiriman Lapat dari saudara, sebakul pula...Kok, saya tiba-tiba, jadi inget hubungan antara lapat dengan pergi haji. Kejadian waktu mengantar haji saudara Sri Setiati dan suami  di Palangka Raya tahun 2007. Bela-belain saya datang dari Bogor, demi menjaga anak-anaknya yang di tinggal pergi berhaji.

Sebelum berangkat ke embarkasi, tamu yang di datang  ke rumah, disuguhkan penganan, namanya lapat. Lapat di makan dengan bumbu sambal kacang.

" Makan lapat, supaya ulun kawa badapat pulang, wan pian, Mbak'ae." jawab dik Sri yang mau berangkat dalam bahasa banjar sambil memberi sepiring Lapat ke saya.

Saya hanya mangut-mangut tak membantah. Sudah menjadi tradisi di kebudayaan masyarakat Banjar. Jika bepergian jauh seperti berhaji, selalu menyediakan penganan lapat. Walau ini tidak ada dalam ajaran Islam.

Lapat selau tersedia sebelum berangkat  safar/perjalanan jauh.

Lapat, dikonotasikan dengan badapat atau bertemu. Dengan makan lapat, diharapkan bisa berjumpa lagi, kembali ke tanah air dengan selamat. Makna lain, rasanya yang gurih dan lengket, agar meninggalkan kesan yang mendalam dan mempererat persaudaraan. Semoga selama jamaah haji yang pergi ke tanah suci, selalu diingat dan di doakan sanak saudara, dan sahabat, hingga dari berangkat dannpulang kembali dalam keadaan sehat, badapat pulang (berjumpa lagi). Makan lapat, biar badapat.


Lapat, makanan yang hampir mirip lontong.
Yang membedakan, lapat terbuat dari aronan beras yang di beri santan kelapa. Lapat, dikenal pula sebagai buras, nasi pundut. Kuliner ini banyak di temui di Kalimantan Selatan, dan KalimantanTengah...mungkin juga di Kalimantan Timur, kebetulan saya belum bisa memastikan ada atau tidak. Belum pernah berkunjung ke Kaltim.

Cara pembuatan lapat, mirip dengan lontong. Beras diaron di dalam wajan besar, diberi santan, daun pandan dan daun salam serta garam. Setelah beras agak lembek, barulah dibungkus dengan daun pisang. Cara membungkus, berbentuk segi empat pipih, dilipat kiri dan kanan menjadi satu, masing-masing ujungnya dilipat kedalam, tidak mengunakan lidi. Dua buah lapat disatukan, kemudian kedua ujungnya diikat dengan tali rapia. Semua lapat direbus di panci besar sekitar 3 jam lamanya. Perebusan yang lama, lapat tahan hampir tiga hari.

Lapat atau buras, di desa Cikalahang, dimakan dengan tempe goreng.
Laiyahhh, kok jadi kangen makan lapat ala Banjar. Makan dengan sambal kacang. Di tempat aslinya, memakai cabe merah kering yang direndam di air panas, diberi kacang. Warna sambal kacang  menjadi merah. Cabe merah kering saya ganti dengan cabe merah segar...Alhasil, sambal kacang ala saya, tidak begitu mirip aslinya.

Okelah, yuk mariiii...membuat sambal kacang, temannya lapat ala-ala saya.

Sambal Kacang

200 gram kacang goreng. 4 cabe merah dan 10 cabe rawit. 6 siung bawang putih dan 5 siung bawang merah digoreng sebentar. 1 cm kencur, 1/2  keping gula merah(bisa ditambah kalau suka manis), 2 daun jeruk nipis, sedikit kecap, garam, penyedap, dan 500 ml air hangat. 3 sdm minyak goreng untuk menumis.

Blender semua bahan sampai halus.  Panaskan minyak goreng, masukan semua bahan, masak hingga matang dan meletup-letup. Sambal kacang siap disajikan dengan lapat.

Rasanya nikmat, sebagai pengobat rindu, kampung halaman di Palangka Raya dan Banjarmasin. Tak perlu jauh-jauh pergi kesana, yuk membuat sendiri, lapat sambal kacang.

Selamat mencoba

Monday, August 17, 2015

Dirgahayu ke 70 Bangsaku, Indonesia

Minggu, 17 Agustus 2015

Tiada pekik, "Merdeka atau Mati"
Tiada desing peluru.
Tiada lagi, darah syuhada di bumi ini.
Kemerdekaan telah kau beri.

Tanah airku
Bumi pertiwi ku cinta.
Tetaplah, jaya selalu
Isi negeri ini dengan pembangunan
Ayo kerja.

Berkibarlah benderaku
Merah, berani menantang jaman.
Putih, suci dalam tindakan

Terbang tinggi Garudaku
kepakkan sayapmu
Gagahnya negeriku
Terbang tinggi.
Tunjukkan pada Dunia.
Ini Indonesia.
Bersatulah, untuk Indonesia.

Dirgahayu RI ke 70

17+8+45 = 70
Ayo bekerja!!!

Sunday, August 16, 2015

Mie Laksa Cabe Ijo




Mie Laksa,  terbayang, kuliner  berbahan mie yang dibanjur kuah laksa yang berwarma kuning. Di Bogor, tempat saya tinggal,  kuah laksa itu, campuran oncom merah, sedang di Banjarmasin, laksa kuah yang juga berwarna kuning, didalamnya ada suwiran daging ikan bakar.
eh, ternyata...ini soun
Awalnya, mie laksa cabe ijo, saya pikir, kuliner berkuah disiram ke mie kuning, ternyata, saya salah besar.
Di desa Cikalahang, Sumber, kampung Bapak, yang dinamakan mie laksa, sebenarnya nama untuk soun. Umumnya, soun berbahan dasar tepung pati umbi-umbian, sedang mie laksa(soun)  bahan dasarnya tepung sagu. Warnanya mie laksa kering, ada yang putih keruh dan hijau. Soun dijual dalan keadaan kering dan berlipat seperti sarang burung. Soun kering ini dijual 1 bal, kwalitas rendah Rp. 20.000, Kwalitas super seharga Rp. 40.000,-

Sebelum diolah, mie laksa  di cuci bersih, untuk menghilangkan warna keruhnya, selanjutnya, di rendam di dalam air dingin. sekitar 15  menit Waktu tidak bisa diperkiraan, rasakan jika soun kering sudah agak  lunak, segera tiriskan  Mie laksa setelah direndam akan kenyal dan berwarna bening. Potong dengan gunting sesuai selera, mie laksa atau soun siap diolah menjadi berbagai sajian masakan, seperti di tumis dan sop. Mie laksa, soun, suun, sohun, mie putih, hampir tidak memiliki rasa, namun menyerap kaldu dengan baik dan bahan bahan yang dimasak bersamanya.

Di kampung saya, setiap ada  acara hajatan, mie laksa cabe ijo, menjadi makanan favorit. Rasanya yang pedas cabe ijo. sedikit manis dan gurih, cocok sebagai pendamping lauk lainnya.
Mie laksa (soun) cabe ijo, ditumis kering.
Sekarang,  udah taukan,  kalau di tawari mie laksa cabe ijo, bukan kuliner berkuah, tapi soun goreng cabe ijo.
Pada kesempatan ini, saya mau menyajikan resep mie laksa, kebetulan dapur imah Mama, lagi sibuk memasak untuk haul setahun alm Bapak saya, Minggu. 16 Agustus 2015. Mie laksa cabe ijo, dimasak dalam porsi besar.

Mie Laksa Cabe Ijo


Bahan
2 Kg mie laksa, rendam dengan air dingin hingga agak lunak, tiriskan dan potong.
1 kg cabe ijo, iris menyerong
1/4 kg bawang daun, iris
5 tomat besar, di iris
Kecap manis( kalau suka)
Garam, penyedap rasa.
Minyak goreng untuk menumis (takaran kira-kira.)
Bumbu halus.
5 lada bubuk
1/4 siung bawang putih
1 ons bawang merah
1 ons kemiri
3 cm jahe
10 cabe rawit ( saya suka pedas, jika tidak. cukup cabe ijo saja)

Cara Membuat.
-Panaskan minyak di wajan besar, tumis bumbu halus sampai harum.
-Masukkan cabe ijo, tomat dan daun bawang, setelah setengaah matang, masukkan mie laksa dengan api kecil. Tambahkan kecap, penyedap rasa dan garam. --Aduk hingga bumbu merata. Mie laksa cabe ijo, siap di sajikan.

Tips dari saya (ilmu dari Mama)
Memasak mie goreng, agar kecap merata dan tidak gosong, apalagi dimasak dengan porsi besar.
Mie setelah direndam dan agak lunak, taruh di wadah baskom besar, beri minyak goreng dan kecap, garam dan penyedap ras, aduk semua hingga merata. Tips ini, membuat mie, warna kecapnya merata, rasa asinnya pas dan siap diolah menjadi mie goreng.

Semoga bermanfaat.
Sampai jumpa pada resep berikutnya. 
Salam hangat


Saturday, August 15, 2015

Mencoba naik KA Tegal Bahari

Cari tiket kereta api tujuan Cirebon, sekarang tuh, rada susah. Walau, pembelian tiket online, selalu penuh dan kalau beli deket hari, pastiiiii, dapet harga tiket yang muahallll.

Biasanya, saya naik kereta api, Cirek Ekspres dan Argo Jati, kedua kereta itu, untuk kelas exsekutif dan bisnis.

Stasiun pemberangkatan di stasiun Gambir ke stasiun Kejaksan, Cirebon. Kalo, KA Tegal Arum Ekonomi AC, stasiun pemberangkatan di stasiun Senen, dengan tujuan akhir, Stasiun Tegal, saya turun di stasiun Prujakan Cirebon.
Jadi ya, kawan...jangan salah stasiun pemberangkatan. Kereta Cirek, ditunggu di stasiun Senen, seminggu nunggu kereta api, nggak bakal ketemu deh...#Tiket diteliti dengan cermat.

Kebeneran,dapat tiket kereta api harga Rp  195.000,- untuk kelas exsekutif. Wah, saya belum pernah naik kereta ini. Namanya Tegal Bahari. Jurusan Gambir, Jakarta ke stasiun Tegal.  KA. Cirex juga ada jurusan ini, Jakarta - Tegal, saya juga suka menumpang Cirex jurusan Tegal, turun di  Stasiun Cirebon.

Friday, August 14, 2015

Pramuka, Never die in my life

Ternyata, baru saya ingat, hari ini, Jumat, 14 Agustus 2015, Hari ulang tahun Pramuka ke 54 tahun

Regu Kapas, Kontingen  Kalteng, Jamnas 86 Jakarta
Itupun, baru sadar, setelah saya menarik tali tambang jemuran yang agak kendor. Untuk menguatkan tali, saya memakai simpul tunggal di akhiri simpul mati.

Aihhh, ilmu Pramuka yang saya dapat dulu, ternyata berguna dalam kehidupan saya hingga kini.

Pramuka, juga membentuk pribadi saya yang mandiri, pantang mengeluh. Dan saya akui, saya menjadi sosok yang suka memimpin, percaya diri dalam komunikasi, berahlak dan berbudi pekerti baik, bahkan,banyak ketrampilan saya dapat dalam kegiatan non formal itu.

Kini, walau tak aktif lagi Pramuka, saya pun menjadi dewasa dan berumur, Pramuka tetap tak pernah mati, never die in my life.

Thursday, August 13, 2015

Janjiku dengan Keiko #GiveAwayLebaran


Keiko?

Bukan nama manusia ya, Yank...#sakali kalii, urang saetik romantis, hihihi...Pake sayank :)

Keiko, Eta mah, namina ucing.

Eleuh eleuh, keren amat ya.

Sudah adatnya saya, suka kasih nama ke kucing, nggak perduli, itu kucing indoor atau outdoor. Kasih nama yang cantik dan kasep.

Ada tuh nama kucing saya, si Billy, Bonni, Lolita, Coki, Odie, Meggie, Emely, Merry, Pusi.

Mereka semua,kucing kampung, biar rada elegan, sebut saja kucing domestik. Semua kucing yang punya sejarah mengharu biru, sedihhhh sekali...Pilu.

Nah, ini tentang Keiko.

Trus apa hubungannya dengan lebaran?


Megumi  mendekat setelah Keiko dimandikan
Keiko, kucing betina liar di kampung Cikalahang, Sumber, Kabupaten Cirebon, tempat tinggal ibu saya, Wisata kolam renang Hegar. Setiap bulan, saya selalu pulang menjenguk ibu, menemaninya yang seorang diri. Semenjak Bapak meninggal tahun lalu. Berawal dari saya mengadopsi kucing kecil bernama Megumi.

Halbi KEB Jabodetabek di Bogor

Satu kenyataan yang membahagiakan hari ini adalah... Menemukan bukti nyata dari kalimat
" Kamu nggak pernah benar-benar sendiri sendiri."

Terharu membaca postingan adik manis dalam sebuah status di FB, tanggal 8 Agustus 2015, malam hari. Sebenarnya, Saya melanggar pakem di KEB, semua member di panggil 'Emak', namun Ranii, masih muda bahkan dibawah usai anak saya, makanya saya memanggilnya 'dik' sajalah.Kebetulan adik Ranii  di tugaskan untuk melaksanakan Halal bihalal  Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) Jabodetabek di Bogor. Di pilih Kebun Raya Bogor, sebagai tempat pelaksanaan Halal bihalal, karena letak mudah dijangkau, sekali piknik...#ketahuan,ya,Emaks memang kurang piknik.

Hari H, mulai dekat, kepastian jadi atau  tidak acara halal bihalal Kumpulan emak-emak Blogger Rencananya akan di adakan serentak diberbagai kota. Etapi... sampai H-1 belum juga ada pasti. Kebetulan kami, sesama teman blogger dari Bogor berkumpul dalam Halbi IPN IPB halbi Sabtu, 8 Agustus 1015. Bersama kami berembuk seusai acara.

Wajah manismu, tampak muram, "aku mah apa atuh."
Tenang, dik, acara tetap kita laksanakan, apapun yang terjadi.
Niat banget kan, Semangat  untuk halal bihalal [dok: Mak Dwina]
Saling support sesama blogger. Bahkan bikin foto bersama, untuk mengundang blogger se Jabodetabek untuk datang di acara halal bihallal. Kami  menanti kehadiran KEB Jabodetabek...#Semangat banget.
Dipikir, hitung-hitung,  piknik sembari ngumpul halal bihalal
Nggak usah mikir acara ini itu, pokoknya 'ngumpul'
Soal warna baju, biru. kalau pun tak punya, tak mengapa, yang penting datang. Nggak usah menjadi beban, pakai warna baju apa saja, itu pesan Mak Dwina. Biar tak saling merepotkan, janjian, bawa makanan masing-masing, sesuai porsi masing-masing. Nggak bawa makanan, no problem, yang penting datang. Simple banget pemikiran para Emak, semua saling mendukung, komunikasi jalan terus lewat grup WhatApps.

Wednesday, August 12, 2015

Halal Bihalal PTN- IPB | Kerjasama SPEKTRA dan LG

Usai lebaran, saya banyak mendapat undangan halal bihalal dari berbagai komunitas. 
Halal Bihalal, sudah menjadi tradisi yang lestari hingga kini, khususnya di Indonesia. Saya pikir, halal bihalal adalah sarana yang tepat untuk berkumpul, saling memberi maaf jika ada yang khilaf. Namanya juga 'manusia', tiada yang sempurna. Halal bihalal, ibarat mengurai benang kusut menjadi lurus kembali, menjadikan suasana kehidupan menjadi sejuk dan menentramkan.


Alhamdulillah, saya di undang dan hadir dalam acara halal bihalal IPN-IPB, Sabtu, 8 Agustus 2015, di Restoran  De' Leuit, Bogor.


Acara di hadiri, Agrianita dan blogger.

Agrianita, yakni organisasi istri dosen dan karyawan(Dharma Wanita) Institut Pertanian Bogor. Sedangkan, blogger, sebutan penulis di web blog, seperti eikeh ini. Punya dua blog, www.Eenendah.web.id dan Postinganhidup.blogspot.com  #Lageh-lageh, promosi blog sendiriii...hehehe. 

Blogger cantik dan eikeh, yang berteriak lantang, yel-yel blogger. [dok: Mak Ratna dan Inna]
Dengan kostum warna baju yang sama, unggu dan pink. semua tampak cantikkkk. Halal bihalal, terselenggara oleh Spektra berkerja sama dengan LG. Bogor adalah acara ke 4 Spektra bekerja sama dengan LG di berbagai kota di Indonesia.

Monday, August 10, 2015

Juhu Asem Lauk Patin, Singkah Potok

Waduhhh...Bahasa apa nih?

Juhu asem lauk patin, singkah potok.



Itu, bahasa Dayak Ngaju, artinya.

Sayur asam ikan patin, umbut potok.



Sayur dalam bahasa Dayak, juhu. Sayur yang berkuah sedikit, didalamnya, ada sayur dan ikan sungai yang dimasak bersama. Saya juga menamakan sayur asam Dayak ini, sayur 'cemplang cemplung 'atau ' luntuh luntau', sebab ikannya tidak digoreng, tapi langsung dimasukkan atau dicemplung ke air sayur. Ikan atau lauk, bisa memakai, ikan jenis apa saja. Paling cocoknya memakai ikan sungai tak bersisik (baung, patin, tampahas, kuluk lais). Karena saya tinggal di Bogor, pakai ikan patin saja. Ikan patin yang ditangkap langsung dari sungai, lebih manis dan berlemak, beda dengan hasil peternakan ikan patin. Etapi, eikeh sadar, mau cari, ikan langsung dari sungai, ya susah...Ikan Patin yang dijual dipasar saja, tak mengurangi nikmatnya sayur asam ikan patin.

Sayur asam (juhu asem) di dominasi rasa asam dan pedas. Rasa asam, kalau di Kalimantan Tengah, menggunakan terong asam(rimbang/landehong) atau tempuyak durian(tempoyak duyan). Kedua bahan ini, sulit didapat di Bogor, saya ganti dengan asam jawa. Juhu asem lauk patin singkah potok, saya singkat dengan ' sayur asam Dayak'
Dikatakan sayur, tapi ikan tetap sebagai bahan utama. Sayur hanya bahan tambahan saja. Di tempat asalnya, sayurnya memakai umbut rotan(singkah rotan), saya ganti dengan batang muda(umbut) potok.

Sunday, August 9, 2015

Sala Lauak

Dua tahun lalu, di akhir Januari 2013
Saya berkunjung ke kota Padang.
Kota indah,  di hiasi pantai sepanjang jalan. Berbagai makanan tak lupa di saya nikmati. Salah satunya makanan khas Sumatera Barat, Sala Lauak


Sala Lauak ala eikeh 
Pertama saya pikir, sala lauak adalah perkedel dari singkong parut, habis mirip dengan combro di Bogor.
Bentuknya, bulat dengan warna kuning keemasan. Sapa yang tergoda, saat melihatnya makanan ini, sala lauak.


Setelah saya coba, aihhhh...ternyata bukan berbahan dasar singkong, tetapi dari tepung beras. Emejing,. sala lauak dibuat dari suwiran daging ikan asin peda. Kan, jarang-jarang ada camilan dari ikan asin.


Friday, August 7, 2015

Capenya, beli tiket harus berputar keluar.

Ini cerita lanjutan, eikeh naek kereta api, dua hari yang lalu. Kemarin, posting tentang  porter, sekarang...Tentang, repotnya membeli tiket comuter line.
Intermezo dulu. Pernah denger,  lagu dangdut berjudul: naik kereta...Ini syairnya.
Jukgijakgijuk kereta berangkat.
jukgijakgijuk hatiku gembira.
tetteret tettereet...(intro musik)

Yailahhh...bepergian itu, diperjalanan harus gembira. Hati jadi senang.
Saya termasuk, pemakai setia, alat transpormasi  ini. Berangkat, dari  Stasiun Bogor - Jakarta - Stasiun Kejaksan Cirebon, bolak balik.

Dulu, sebelum kereta api dalam kota berubah nama 'comuter line' saya naik kereta dari Stasiun Cirebon, berhenti di Stasiun akhir, Gambir Jakarta. Setelah itu saya menunggu kereta api lagi menuju Bogor.
Semenjak, diberlakukan, tidak boleh ada kereta  dalam kota, berhenti di Stasiun besar Gambir (khusus kereta jarak jauh). Saya memilih berhenti di Stasiun Jati Negara Jakarta, baru saya melanjutkan kereta ke Bogor.

Naik kereta api Cirebon menuju Bogor, ada saja yang saya rasakan. Ini cerita dukanya, sekedar kritik saja.
Duluuu....*dulu lagi*. Anggap sebagai bahan pembanding, dulu dan kini.
Sebelum comuter line masih berlaku tiket manual, bukan kartu seperti sekarang ini.Tiket kereta antar kota, seperti saya naik Cirex Ekspres, diberlakukan tiket terusan. Harga tiket kereta Cirebon - Bogor sudah termasuk di dalam harga pembelian.
Ini memudahkan penumpang, sebab tidak perlu turun ke loket untuk beli tiket lanjutan. Cukup duduk di sepanjang koridor menunggu comuter line. 
Sudah taukan, penumpang antar kota, bawaannya buanyak,  tas barang cukup berat, ditambah kardus oleh-oleh. Tiket terusan ini  sangat meringankan penumpang, yang pasti, sudah, sangattt kelelahan dalam perjalanan antar kota.


Sekarang, lain lagi nih, untuk perjalanan Stasiun Jati negara menuju Bogor, dengan tiket kartu electrik comuter line.
Saya harus memutar keluar stasiun Jati Negara  dulu, sekitar 1 km, dengan jalan yang tak rata, papingnya jalan naik turun. Udah cape di perjalanan, bawa barang lagi (berat dan banyak), muter lagi. Phiufhhh...*Kalo nggak sabar, pengen ngamuk. Penumpang harus keluar, baru antri ke loket pembelian comuter line.

Thursday, August 6, 2015

Berapakah tarif Porter kereta api?

Berapa upah jasa angkut Porter?
Bingungkan....
Ini kejadian, dua hari yang lalu, Selasa, 3 Agustus 2015 pukul 9.45 WIB. Waktu saya naik kereta dari Stasiun Kejaksan, Cirebon menuju stasiun Jati Negara, Jakarta. Biasanya, saya jarang menggunakan porter, karena tas bawaan saya selalu sedikit. Hari itu, saya berangkat berdua dengan tante. Bawaannya kotak kardus, berisi oleh- oleh dan tas pakaian. Lumayan berat. 
Kondisi begini, jasa porter sangat dibutuhkan. Jujur, sebenarnya sih, saya malas menggunakan jasa porter kereta api. Tarifnya yang tak jelas. Tak ada ketentuan tarif minimal. 
Berapakah yang harus saya bayar?

Wednesday, August 5, 2015

Kop Angin dari Bola Tenis Bekas

Kecapean , lambat makan dan apa-apalah, pasti deh, imbasnya, badan jadi   masuk angin.  Semua jadi nggak enak, pegal, pusing, demam, perut mual mau muntah, enggakkkk enak, blasss...Saya nggak tau, apa masuk angin masuk dalan kategori penyakit dalam dunia kedokteran

Cara mengobati masuk angin setiap orang berbeda. Di pijat kepala dan badan, terus dibalur minyak kayu putih ke seluruh tubuh, ada yang cukup meminum teh manis saja, sembuh.Ada pula,  yang harus dipaksa muntah, culek-culek jari telunjuk ke tenggorokan, baru huekkkkk, bisa muntah. Setelah keluar isi lambung, baru lega dan pusing hilang...#Itu, eikeh ya Jenk.

Mainstream sih, minta di kerok, bikin tato alami gambar 'balung iwak' di punggung. Pengobatan tradisional ini, cukup ampuh untuk menyembuhkan masuk angin. Namun, karena ada cerita teman, suaminya di kerok, terus keluar keringat dingin, tiba-tiba mati mendadak kena serangan jantung, otamatis, eikeh jadi takut. Yang pasti, kerokan yang mempergunakan uang koin atau sendok, sungguh menyiksa kulit, emangnya ikan, macam disisiki. Kerokan membuat pori-pori akan semakin membesar, malah  mempermudah masuk angin.

Dulu, kalo pusing sudah tak tertahan, saya suka pake kop gelas ala Cina. Gelas biasa dan uang koin dibungkus kertas koran di muncungin buat sumbu. Sumbu kertas koran itu, sebelumnya di celupkan di dalam minyak goreng. Taruh diatas punggung, bakar sumbu,setelah nyala, langsung di tutup dengan gelas tertelungkup.
Api akan mati seketika gelas ditutup, saat itu gelas akan menarik kulit, karena ada tekanan panas dari dalam gelas. Biarkankan sampai kulit memerah. Biasanya, jumlah gelas ada 6 buah.Gelas dan api,  berfungsi sebagai alat kop panas api. Masalahnya, kop gelas, tidak bisa dilakukan sendiri, bisa-bisa, bukan mengobati sakit, malah jadi bakar diri.
Tante Pancar, hobby membuat kop angin dari bola tenis bekas
Sekarang, solusi mengobati masuk angin, pegal-pegal, banyak dijual kop angin dengan pompa. Tapi itukan beliii. Nah! Kop angin bisa dibuat sendiri. Memakainya pun mudah, tinggal ditekan di kedua sisi kop angin bola tenis bekas, kop akan menekan dari dalam. 
Sebelum memakai kop angin, lumuri kulit dengan minyak angin, dan tempel ditempat yang sakit, ditangan, tengkuk, di mana saja. Memakai kop angin, hanya perlu dua buah saja, setelah beberapa jam kop angin di tempel di badan. Hasilnya sakit akan hilang, badan menjadi sehat dan bugar. 
Kop angin, dari bola tenis bekas, cara membuatnya praktis sekali. Ini hasil kerja, Tante saya, yang hobby bikin kop angin. Biasanya, setelah kop angin jadi, suka dibagi-bagi ke siapa saja yang membutuhkan. Hitung-hitung shadaqoh, Barakallah...semoga rahmat tercurah buat tante saya ini.

Tuesday, August 4, 2015

Wih, bersih juga, toilet di Kereta Api.

Akhirnya, tepat jam 10 pagi, kereta api Cirebon Ekpres, berangkattttt!!!

Begimaneh, nggak deruduk jantung eikeh, 30 menit baru sampai tekapeh. Dari desa Cikalahang, menuju Stasiun Kejaksan, Cirebon kota perlu waktu 40 menit.
Ini, memang kesalahan prodesur dari awal. Bukan salah supir yang mengantar. Eikeh, teu sadar, dandan meni lama..#hihihi..emang mau fashion show.

Trus, tante saya, bolak balik ke WC. Jadi, begimaneh nggak telat sampe stasiun.

Oke oke, kembali ke seputar kereta api.
Untungnya, sekarang sistem beli tiket kereta api bisa online. Sampai stasiun, cetak tiket secara mandiri, sesuai nomer booking.
*Ssttttt...bisa enggak? belajar deh, biar kekinian.
Saya ngajarin tante, nih. Tante baru pertama naik kereta, soalnya, di Kalimantan tengah, mana ada kereta api. Makanya, bela-belain naik kereta api. Biar beliau, punya cerita sampai Palangka Raya.

Tiket diverifikasi petugas sebelum masuk peron tunggu. ID harus sesuai dengan tiket. Jangan pake KTP orang lain, ya. Bisa bisa suruh bayar denda.
Setelah dicap: 'TELAH DIPERIKSA CN 0930'...baru dianggap, penumpang legal.
Cilakak, saya lupa nanya, apa maksudnya CN 0930.


Tanteku sungguh terpana, kereta api bersih dengan AC yang dinginnn banget.
Ditambah lagi, pramugarinya, ramah dan manis sekali. Kondektur kereta, juga masih muda...#tante terlihat senang
Saya mencari tempat duduk di kereta, harus sesuai nomer bangku yang tertera di tiket kereta. Kereta Cirebon ekpres/eksekutip, gerbong 2 /No. 10C dan 10D.

Beberapa menit kereta berangkat tepat waktu, pramugari sudah menawarkan makanan dan minuman pada penumpang. 
"Mau makan, tante," tawarku.
Cuman mengeleng, ealahhh....rupanya, tante cuma bisa ngemut permen setiap perjalanan. Ssstt, takut kebelet, trus mau kemana coba. Aihhhh, alasannya begitu.
Takut nggak ada toilet.

Monday, August 3, 2015

Berburu jilbab murah di Pasar Prapatan, Majalengka

Hasil berburu di Pasar  Prapatan
Hari Senin, mau kemanakah saya hari ini?
Tiba-tiba, Yayah, pekerja di rumah Mama saya, melintas di depan saya, sambil bawa kandang burung cangkurileng.


"Eta jilbab meni aralus pisan, meser dimana...Murah?" tanya saya. Melihat jilbab yang di pakai Yayah, kelihatan bagus sekali.
"Di Prapatan, Bu. Murahhhh,"


Prapatan?

Sunday, August 2, 2015

Salted Fish 'Cucut' with Green Chillies

"Sssttttt..entuh cewe cakep benerrr."
Serentak, pandangan tertuju pada cewe cantik yang melintas di depan mereka.
Rambut panjangnya berkibar di terpa angin. Mendengar pujian itu, ia tertunduk, tersipu, jalannya serba salah..Maju cantik, mundur cantik.
"Saaaiiyanggg...bau cucut."
Gubrakkk!!! dunia rasa jatuh ke muka.

Pertama memuji, ujungnya itu. Sakitnya nya, tuh!  di sini. *Nunjuk ke hati, lalu kemuka, maluuu. Bau cucut memang bikin malu, berbau pesing seperti bau kencing.
Sik, sik...tau kan ikan cucut, ikan bertulang rawan?
Kalau saya, suka masak  ikan asin dan asap cucut. Walau rasanya khas, sekalipun sudah dicuci bersih berulang kali dan di rendam di air dingin,  tetap baunya nempel, sedikit pesing...#maybe, letak nikmatnya di situ.

Nanti ya, Jenk. Di akhir cerita, saya akan menyajikan resep ikan asin cucut. Supaya namanya rada modern, saya beri nama Resep ini: salted fish cucut with green chillies
Oke deh, kita cerita cucut dulu, baru memasak. Paling tidak, sembari menikmati makan ikan asin cucut, yang saya jamin, enak, gurih, pedes dan nikmat. Jenk-jenk cantik,  bisa cerita ke keluarga.

Apa itu ikan cucut, dan kenapa berbau pesing?

Saturday, August 1, 2015

Choi Pan Singkawang, ala Een

Choi Pan, salah satu kuliner Pontianak, khas Singkawang. Kue yang sangat terkenal berasal dari masyarakat Cina di sana.
Gegara...lihat gambar kue choi pan. Kue itu  sungguh mengoda, kayanya, enak benar... Etapi, eikeh nggak mungkinkan, harus pergi ke Pontianak...

Ya sutralah, eikeh buat kue choi pan sendiri, ala-ala Een. Ada beberapa resep yang saya gabungkan...Ini hasil coba cobi, kreasi sendiri. Aslinya, choi pan berbentuk segitiga. Choi pan saya, malah mendekati bentuk pastel. Namun, tak mengurangi kelezatan choi pan ini.

Choi pan, kue berwarna putih, mirip pangsit. Kulit choi pan sangat lembut dari campuran tepung beras dan sagu (saya pake tepung sagu Tani, produksi Bogor.) Rahasia lezatnya choipan, dari isi dan sambal. Isinya dibuat dari tumisan serutan bengkuang dengan ebi, rasanya gurih sekali, krenyes bengkuangnya. 
Di cocol dengan sambal bawang putih....duarrrr, nikmatnya cetar mendunia.

Choi pan juga menyehatkan ya,  Jenk. Karena kue ini tidak digoreng tetapi di kukus. Yuk, kita membuat choi pan.