Wednesday, September 9, 2020

Cinta berawal karena sering bertemu

Apa kata nasehat orang Jawa
Witing tresno jalaran soko kulino
Cinta itu bermula karena sering bertemu.
Awalnya hal itu dianggap biasa, lama-lama karena terlalu sering bertemu dan dekat, cinta pasti akan hadir di antara laki-laki dan perempuan.
Yaaa kalo masing-masing itu jomblo, itu anugrah terbaik.

TapiiƬ
.
Kalo kedua orang itu sudah memiliki pasangan, ceritanya lain lagi.
Sekali diwanti-wanti, suami langsung berkata; harap dimaklumi,
"Ini kuanggap seperti kakak sendiriii, kamu jangan cemburu"
Duhai, 
Hati ini tidak terbuat dari batu, tapi daging yang dihembuslan perasaan.
"Ahhhh...kamu memang pencemburu, apa-apa cemburu."
Kalimat  itu, uh! bisa-bisa benar-benar mengkandaskan cinta sesungguhnya.

Dilarang dalam Agama Islam untuk bertemu dengan lain jenis (apalagi tidak halal) karena itu awal terjerumusnya manusia.
Sekuat apapun untuk memaklumi, tetap saja tidak bisa

Sekalipun dikatakan sebagai saudara angkat. Tapi kemana-mana selalu bersama. Janjian walau sekedar ngobrol
Curhat cape kerja, sambil selonjoran (kenapa tak curhat ke pasangannya) ini lebih cocok ke adik angkat.


Begitu pula kalo bepergian, sampe semua orang tau: pasti dengan si anu. Orang yang sama.

Kami tak ada cinta....tapi ada kangen
 Sering bertemu, kalau tak  ketemu, ada yang kurang.
Itu juga dinamakan cinta yang tak disadari. 

Taukah, jagalah perasaan istri atau suaminya....
Tiba-tiba kehabisan cerita.

Sekian saja
.
.
.
Jamilah




No comments:

Post a Comment