Review

Saturday, June 9, 2018

Pesona Wisata Sejarah, Cagar Budaya Komplek Candi Arjuna Dieng

Komplek Candi Arjuna, Dieng Plateau

Bunga kecubung  berwarna kuning, tumbuh subur di pinggir jalan utama menuju komplek Candi Arjuna.

Friday, June 8, 2018

Batu Pandang Ratapan Angin, Melihat Maha Karya Negeri di Atas Awan

Batu Pandang Ratapan Angin. 

Tiba di homestay, langsung sholat dhuhur, mandi dan makan siang. 
Rombongan tour harus bersiap jam 13.00 menuju destinasi wisata yang sudah dijadwalkan. 
Cape banget rasanya, pengen tidur  karena efek obat anti mabuk masih terasa sampai sekarang. Nguantukkk sekali, kalau mengikuti hati, mau tidur aja. Tapi...ngapain kemari kalo cuman tidur. Dengan kekuatan tersisa, saya bangkit, mengumpulkan semangat.
Cayooooooo, berangkat. 

Dieng Plateau Teater 

Sambil menunggu tiket masuk seharga Rp 4.000, saya memperhatikan bangunan teather berdiri di lereng bukit Sikendil, sayang tak terurus.
Dieng Plateau Theater di resmikan mantan Presiden, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 9 April 2006. 
Ruangan theater dapat menampung sekitar 100 orang. Film yang akan diputar tentang pesona alam Dataran Tinggi Dieng, sejarah, kondisi geografis, durasi film 23 menit.

Monday, June 4, 2018

Sensasi Kuliner Khas Dataran Tinggi Dieng

Perjalanan kami ke Dataran Tinggi Dieng di bulan April lalu (21/4)
Menempuh jarak 12 jam, rombongan kami mengawali hari dengan sarapan di Warung Selera Raja. 
Wih, namanya yang tak biasa.
Warung berada  di jalan masuk utama komplek Candi Arjuna, Dieng Kulon.

Udara pagi tak sedingin yang saya kira, cuaca hangat lebih tepatnya. Sebagai pengemar kuliner dari berbagai daerah di Nusantara, alhamdulilah, saya selalu suka mencoba makanan baru, yang penting halal.
Ragam makanan dan minuman di bumi Pertiwi ini membuat saya kagum, walau kulinernya antara satu dengan yang lain nggak jauh beda rasa dan bahan utamanya.

Oke deh, Trip to dieng Plateau, saatnya berburu makanan, ini nih yang membuat saya bersemangat, lupakan diet, pokoknya makan.
Beberapa kuliner khas Dieng tak langsung akrab di lidah, bukan berarti tidak suka atau tak enak, semua perlu proses, mencicipi, menikmati, mencari sensasi, kemudian mengila...alias doyan.


Mi Ongklok
Inilah mi yang saya idamkan sejak lama, penasaran bagaiman rupa dan rasanya. Dhilalah, mi ini menjadi sarapan pertama saya tiba di Dieng.

Friday, June 1, 2018

Memeluk Matahari di Bukit Sikunir

Golden Sunrise Sikunir
Jika tak ingat, 
betapa jauhnya aku melangkah. 
Aku akan berhenti di jalan terjal 
namun, aku terus mendaki 

Embun saja belum menyapa 
Aku berdiri memandangmu
Duhai ciptaan Illahi 

Gunung Sindoro

Sumbing
Merbabu 
Merapi

Ketika mentari datang menepati janji
Ingin kupeluk atas jerih payahku. .

Bukit Sikunir.
dalam senyum dua saudara. 


Dua saudara, Dieng, 22 April 2018 [Foto: Ahmad Zaki Maulana]
Berbait, huruf berserak
kurangkai serentak, menjadi sebait puisi.
Bentuk luapan kebahagiaanku .
Seorang perempuan menginjakan kaki pertama kali di atas bukit Sikunir.
(baru naik bukit aja sudah girang, bagaimana kalau naik ke Bulan, mungkin saya langsung pingsan tersedak bahagia)


***
Tepat jam 02.00 dini hari, malam teramat gelap, rombongan travel berjumlah 19 orang meluncur menuju lereng bukit Sikunir.