Review

Sunday, December 31, 2017

Selamat Tinggal Tahun Terbaikku 2017

Aaahhh...1 jam 15 menit lagi, jam waktu menuju tahun baru 2018.
Saya harus menuliskan sesuatu, tulis apa saja sebagai penanda di akhir tahun di malam ini.
Menulis di antara bunyi petasan gemerlap di langit.
Darrr derrr dorrr.

Saturday, December 30, 2017

Semalam di Sosrowijayan Wetan Bersama Kekasih

Tak terasa sudah tiga hari kami berlibur di kota Bandung. 
Nggak kemana-mana, cuman berburu kuliner saja, untuk melunasi rindu akang dengan makanan sunda favoritnya.
Kalau sudah begini, gagal maning diet saya. Nggak dimakan rugi, masa suami makan saya nggak, sama saja nggak menghormati suami.
Ya sudahlah, nggak usah banyak alasan, bilang aja: doyan makan.
Titik.
.
Jujur, sebenernya saya mau ngajak suami ke beberapa destinasi wisata Bandung yang lagi ngehit.
Melihat foto-foto temen di instagram, keren banget, bikin iri, lihat aja, apa nggak seru tuh, foto berayun di udara, di bawahnya, pemandangan pohon hijau dari ketinggian. Spotnya cakep bener.
Eh, baru usul.
Si akang dengan slow bilang: berani gitu di ketinggian, nanti pusing, kecapean, trus sakit, lagian, etamah menghabiskan waktu, kan pake antri.
Langsung deh, bibir saya maju beberapa senti naik ke atas. Biasanya, kalau sudah begini, pelampiasan kesel, sibuk we ngelipet pakaian, trus masuk-masukin ke tas.
.
.
Hening di antara kami.
.
.
"Kita ke Yogja aja ya, nanti pagi, mau?" rayunya dengan suara pelan, tau kali saya sebel.
Habis...Gimana  sayahhhh, mau jadi travel blogger kaya yang lain, mau kemana, nggak jadi.
Denger usul itu, mata saya langsung membinar. Langsung bersemangat.

***

Yogjakarta kami datang

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu.
Masih seperti dulu.
Setiap sudut menyapaku.
Bersahabat penuh selaksa.
Terhanyut aku dalam nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu.
Nikmat bersama.
Suasana Yogja.

Syair lagu Yogjakarta, meletup rindu untuk selalu kembali.

Jam 6 pagi, kami sudah di stasiun kota Bandung.
Kereta api exsekutif Lodaya berangkat tepat waktu 07.15 dan tiba di Yogja jam 15.00 WIB.

15 menit berlalu.
Saya membaca kembali voucer  pemesan hotel Cordela via sebuah aplikasi untuk dua hari kedepan.
Ya Allah, saya salah menuliskan tanggal menginap,  harusnya tanggal 27, malah mundur satu hari 28-29 Oktober 2017, padahal seharusnya kami tiba di Yogjakarta tanggal 27 Oktober 2017.

"Kumaha atuh?"
"Tenang, Darling...sigana teu terang wae, urang pan mantan gaet, Kota Yogja mah sudah biasaaa."

Saya memang suka lupa kalo Akang dulu seorang guide tour
Tiba-tiba, saya ingin berkata: Saya cinta kamu, sumpah! selaluuuu bisa menenangkan saya yang dasarnya cepat cemas.
Dia bisa membuat saya berubah dari kesel menjadi tertawa terbahak.
Dia suami yang baik, menentramkan dan membuat saya nyaman.

Tenanglah jiwa ini.
Langsung kembali ngemil kuaci. Padahal sih, sadar betul, kuaci ini bisa membuat darah tinggi saya kumat, karena rasanya asin. Tapii gimana ya, enakkk sih.

Delapan jam perjalanan kereta api, jelang sore, Kereta Api Lodaya tiba di Stasiun Tugu. Sambil menenteng tas bawaan di tangan kiri dan kanan, ransel di punggung, ini mah bukan backpaker, lebih mirip mudik, pulang kampung.

Kami menyelusuri pinggir jalan raya dengan hati-hati karena areal sebelah kiri sedang direnovasi. Beberapa pagar seng pembatas, membuat jalan semakin sempit.
Panas semakin menjadi, matahari seakan beberapa senti di atas kepala, bergegas akang mengenggam tangan saya untuk menyeberang jalan menuju lokasi penginapan.

Apa masih jauh? batin saya. Nggak kuat panasnya Ternyata, lokasinya cuman 200 meter menuju tempat penginapan.
Berhenti sejenak, serombongan backpacker dari manca negara berjalan cepat mendahului kami.
"Cepet dikit atuh, Nyai..."
Ritme jalan akang harus menyesuaikan jalan istri, yang menurutnya: melehoy, lambat. Padahal menurut saya mah, jalan saya sudah termasuk cepat. Daripada berdebat, saya nurut aja bergegas mengikuti langkahnya.

"Nahhhh Darling, ini Sosrowijayan."

Sunday, December 24, 2017

Oleh-Oleh Khas Bogor | New York Style Banana Cheese Cake

DUA SUPRISE DI HARI IBU

[Antara Steam Garmen dan New York Style Banana Cheese Cake]

Dua hari yang lalu, saat Bogor masih menyisakan rinai. 
Jumat, 22 Desember 2017 bertepatan dengan Hari Ibu. 

Saya menulis status sedikit melow, hanyut dengan perasaan. 
Hari Ibu seperti tahun lalu, selalu menuai pro dan kontra. 

Memang, sejatinya, hari ibu setiap hari...everyday! 
Bahkan setiap detik, atau tak terbilang waktu....everytime. 
Dalam doa dan harapanpun, seorang ibu tak lupa menyebut nama anak, suami dan kedua orang tua tercinta. Selalu. 

Setiap hari. Seorang ibu ada untuk keluarganya. 
Namun...biarkan saya menikmati satu hari ini, untuk bersyukur telah menjadi anak, juga seorang ibu dari anak tunggal dan anak berbulu. 
Biarkan satu hari ini, saya mengusap air mata bahagia, kado dari anak.
Ucapan rasa sayang sebuah penghargaan bagi seorang Ibu. 
Biarkanlah. 
Sehari ini, saya bahagia. 
Jadi, tak usah diperdebatkan. 
.
.
.
Kemudian
hening,
Dari menangis, berubah senyam-senyun sendiri memandang hadiah dari anak. Steam Garmen berdiri tegak di depan saya. 
Kok ya tau, Mama paling males setrika...alat ini suprise banget. 
Masih terharu bahagia, emang saya begitu, kata suami: jej sok lebay

Suara ketukan di pintu depan menyadarkan saya. 

Beranjak membuka pintu, lelaki berbadan gempal berjaket hijau, abang Go food, menyapa hangat. 
"Ini bu, kiriman dari Bika Bogor Talubi, tiga kotak dengan ragam rasa. Mohon diterima." 

Supresi ! 
Kejutan ke dua di hari ibu. 
Langsung membatin, nikmat mana yang kau dustakan? 

Saturday, December 23, 2017

Sosialisasi Asian Para Games 2018 di 16 Kota di Indonesia

Kondisi Bogor saat ini, hujan lebattt lagi awet, walaupun begitu, itu mah biasaaa bagi warga Bogor.
Hujan, tak mengurangi semangat saya sebagai blogger menghadiri media session and community meet up: Sosialisasi Asian Para Games 2018 di Lippo Mall Ekalosari (Kamis, 21/12)
Booth Sosialisasi APG 2018 di Bogor
Setelah registrasi diberi pin cantik. Pukul 14.30 - 15.30 acara dibuka dengan mendengarkan penjelasan dari Bapak Andre, perwakilan dari INAPGOC.

Pasti banyak yang belum tau. 
Apa itu ASIAN PARA GAMES 2018 ?

Tuesday, December 19, 2017

Neo by Moritz Guest House, Awal Perjalanan Seorang Menjadi Guide Tour

Kata orang: Bandung itu penuh kenangan, ngagenin. 


Itu benar adanya (perasaan saya sih), di tanah Pasundan itu, ada banyak sanak saudara, sahabat, serta tersimpan kisah yang tak pernah habis-habisnya, sekalipun, secara sadar, cerita diulang-ulang dan itu-itu saja. 

Anehnya, nggak bosen juga mendengarnya. 
Bandung gitu loh!

Tak heran kami selalu pulang ke Bandung. Sekalipun ada keluarga yang bersedia untuk menjadi tempat menginap, tapi  kami memilih nginap di hotel saja, lebih leluasa.
Teras depan (foto: Moritz)

Untuk sekedar tidur sehari atau dua hari di Bandung dengan biaya penginapan murah, saya dan suami memilih menginap di Neo By Moritz Guest House.

Friday, December 1, 2017

Wisata Sehari di China Town Glodok

Mau traveling kemana kitaaaa?
Yang nggak mahal, murah meriah, trus nggak perlu jauh, cukup sehari aja, tapi travelnya terasa di China bukan di Indonesia.
.
.
.
Hening.
Mikirrr.
Mana ada sih, wisata sehari, murah meriah serasa di China...*emangnya situ punya lampu Aladin?

Tunggu dulu, sabarrr. 
Ternyata ada,loh! wisata sehari, murmer, chiinnn.
Cukup dengan biaya Rp 60.000,- saja, bersama Jakarta Food Traveler, kita menjelajah China town-Glodok dengan hati senang.

Sebelum menutup lembar bulan Nopember ini, saya mau bercerita tentang jalan-jalan sehari di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Friday, October 13, 2017

Kisah Inspiratif Sosok Muda dibalik Heejou Bags

Kalau mendengar ilmu bisnis dan craft, sontak saya antusias banget. 

Walau sudah tak muda lagi, saya tetap berprinsip untuk terus belajar dan belajar.
tak heran, mendapat undangan dari Blogger Muslimah saya semangat sekali (Kamis, 5/10)

Tuesday, September 12, 2017

Mudahnya Berwakaf Melalui Asuransi Syariah


Sabtu, 9 September 2017, memenuhi undangan Jumpa Blogger Sun Life, bertempat di The Hook Restaurant and Bar Jalan Cikatomas III Jakarta Selatan.
Acara dimulai jam 13.00 WIB diawali dengan makan siang.
Ada sekitar 50 Blogger yang datang, antusiasme untuk menerima ilmu tentang asuransi dan wakaf.


Baiklah, sebelum mengetahui lebih lanjut.
Sebuah pertanyaan sederhana saya ajukan.

Sudahkah teman-teman mengetahui apa perbedaan zakat dengan wakaf?

Tuesday, August 8, 2017

Prodia Womens Health Centre, Klinik Kesehatan Khusus Perempuan Pertama di Indonesia



Perempuan  itu mengeryitkan dahi, tangan kanannya menekan perut bagian bawah, kemudian memejamkan mata, ada desis menahan sakit. Berjalan bertatih, pelannn sekali digandeng anaknya

Berlahan ia duduk di samping saya.
Sedari tadi saya memperhatikan, kok tiba-tiba saya mendadak demam melihatnya. 

Tuesday, June 20, 2017

Terra Maharani, Hunian Nuansa Bali Modern di Kota Bogor


Siang itu udara begitu panas, duduk seusai sholat dzuhur, semilir angin  terasa menyejukkan (16/6)

Sambil menanti teman yang lain, kami beranjak ke areal taman terbuka, duduk santai di bale Begong (gazebo kecil), nikmatnya udara segar dari rimbun daun pohon sawo kecik. Suara burung merak menambah suasana yang berbeda, di taman penghijauan ini terdapat pula areal untuk pejalan kaki berolah raga.

Itulah yang saya rasakan pertama kali memasuki Terra Maharani, hunian nuansa Bali di kota Bogor.


Terra maharani

The serenity of luxurios living

Friday, May 26, 2017

Ramadan Sehat dan Praktis Bersama Philips


Mendapat undangan acara talk show dari Philips Indonesia, dengan tema "Ramadan Sehat dan Praktis bersama Philips"
Saya langsung menyatakan: Siap datang!

Senin,15 Mei 2017 di ball room B, Ayana MidPlaza, Jakarta Pusat.

Saturday, May 20, 2017

Tradisi Menjelang Melahirkan di Sampit

Lelah di sore menjelang Magrib masih saya rasakan. keajaiban dalam hidup ini, bagaimana tidak, rasa sakit, tiba-tiba sirna sekejap, ketika suara tangis bayi memecahkan suasana, detik itu juga, saya sudah sempurna sebagai wanita, menjadi seorang ibu.

Jauh di lubuk hati saya, bahagia, juga sedih berpisah jauh dengan Mama di Jakarta...saya merasa sendiri sebenarnya, tapi nasib membawa saya kemari.
Saya melahirkan di  rumah mertua di Sampit, tidak di klinik bersalin. Hal baru bagi saya tapi pasrah, manut aja kata orang tua.
Bagi saya yang penting semua selamat, bayi lahir sehat.

Wednesday, May 10, 2017

Piknik Sehari bersama Big Bird

Judulnya seperti  acara di televisi, serasa jadi selebritis. Emang sih, sehari dimanja, jalan-jalan di kota Cirebon, eh! eh... itu jelas-jelas kota saya, sekalian pulang kampung dengan rasa berbeda.

Sabtu, 22 April 2017, piknik bersama Big Bird dan Indonesia Lifestyle Digital Influecer (ILDI)  jelong manjahh dengan teman blogger muda dan tak muda lagi.


Saturday, April 29, 2017

Manfaat Daun Jarum Tujuh Bintang

"En, lihat! daun insulin itu kembangnya bagus."

Saya beranjak menuju tumbuhan yang hidup subur di samping kandang 'ayam  ketawa' pagar rumah.
Seingat saya, terakhir pulang kampung, adik ipar memberi daun insulin yang dibawa dari Jakarta. Daun insulin bermanfaat untuk penyandang diabetes. Katanya, kakak iparnya diabetes jadi normal. Itu dia, bela-belain nanam buat mertua. Jujur, saya jarang memperhatikan daun insulin.
Yang saya tau, Bi Suniah pembantu Mama, selalu memetik beberapa daun di seduh dengan air panas untuk Mama minum, dengan harapan kadar gula darah bisa lebih stabil.

Sunday, March 26, 2017

Bolu Singkong Rasa Aduhei

Sudah menjadi kebiasaan orang Kalimantan, suka sekali makan kue dengan segelas teh.
Pagi-pagi Mamang jualan kue tradisional ngider pakai sepeda motor sambil berteriak manjah, "wadaiiiii"

Wadai dalam bahasa banjar artinya kue.
Harganya murah meriah.
Sekalipun sudah makan nasi kuning, lontong segitiga haruan bumbu habang gulai nangka,  enggak sah kalau belum makan kue.
Walau sudah bertahun pindah ke kota Bogor, tetap aja selera enggak berubah, maunya makan kue.
Kalau di Bogor, Jawa Barat umumnya, sarapan makan gorengan, bala-bala dengan lontong.
Kalo keseringan makan gorengan, otomatis saya semakin semlohai.
Juga dalam upaya menurunkan khoresterol jahatbyang makin tak berteman seiring usia.

Di samping rumah saya, tetanga baru panen singkong. Bahan singkong mentah diparut dan dijual perkantong 1 kg sebesar Rp 5.000,- siap olah.

Monday, February 6, 2017

Taman Kaulinan, Kota Bogor, Tempat Anak Bermain, Belajar dan Bergembira


Sepuluh menit sebelum jam 06.00 WIB, saya sudah berada di Lapangan Sempur, Kota Bogor. Semangat banget saya hari ini, mau olahraga, bermain dan bergembira juga santai. Belum begitu ramai suasana pagi cerah ini (Minggu,5/2)

Puas mengitari Lapangan Sempur yang kini berubah lebih cantik, rumputnya hijau dan tertata rapi, saya beranjak ke sisi utara lapangan Sempur, tepatnya dekat  sungai Ciliwung. Ada taman baru, loh!

Waduh, ternyata, di sini sudah rame dengan kehadiran anak-anak Sekolah Dasar berkumpul memakai baju kebaya tradisional, dan seragam olah raga.
"Jam berapa datang?" teriak pembawa acara, "Udah sarapan belum?" lanjutnya.
"Belummm..." jawaban begitu poros, eh! saya juga belum...hehehe
"Mau sarapan?"
"Mauuu." teriak anak-anak antusias, termasuk saya.
"Beli sendiri." 
Suasana begitu akrab di hiasi gerai tawa riang.

Selanjutnya, sebelum acara utama dimulai, Taman Kaulinan sudah diisi kuis dan berbagai penampilan anak- anak.
Manuk Dadali, Manuk Pang Gagahna


Terdengar lagu Sunda, Manuk Dadali yang dinyanyikan anak-anak SD Negeri Polisi 04 Bogor, membuat saya ikut larut dalam kegembiraan. Bernyanyi dan bergerak, gilee, ya, Mak. Semangat.
"Manuk Dadali manuk pang gagahna, pelambang sakti, Indonesia Jaya..."
Suara merdu dilantunkan dengan gerakan tangan kekiri dan kekanan, diiringi irama gamelan.
Selain bernyanyi sebagiaan anak sudah sibuk bermain, terdengar suara gelak tawa ceria...Aaah, jadi inget masa kecil anak saya, bergerak lincah, berlarian kesana kemari, berinteraksi bersama teman.

Hari Minggu ini, jam 06.00-09.00 WIB, akan diresmikan taman baru, namanya; Taman Kaulinan, tempat anak-anak di Kota Bogor dapat bermain, belajar dan bergembira.