Review

Friday, December 16, 2016

Perjalanan Sehari dari Wisata Pulau Pari ke Darmaga Cituis [Wisata Pulau Part 2]


Sehari semalam, saya berwisata di Pulau Pari. Mengelilingi pulau dari ujung ke ujung dengan naik sepeda mini berkeranjang, warnanya  merah jambu, sungguh romantis.

Dua pasang sendal jepit warna biru menjadi saksi, seluruh perjalanan wisata Pulau Pari.
Di Pulau Pari belum ada mobil, hanya beberapa kendaraan saja, lebih banyak sepeda dan gerobak. Seharusnya, ada peraturan dilarang mempergunakan kendaraan bermesin, agar pulau ini bebas polusi, tapi keinginan warga Pulau Pari untuk memiliki kendaraan tidak bisa dibendung, bagaimanapun duitnya, duit mereka sendiri. Jadi susah dilarang. Ketakutan terbesar saya, saat mendatang, pulau Pari tak alami lagi ,suasana sunyi akan terusik dengan  bising suara mesin, jalan kecil tak senyaman sekarang. Mendadak, jadi ingat kejadian kemarin sepedaan, saya harus menyempil di pinggir jalan, gara-gara ada motor lewat, ngebut seenaknya.

Di Pulau berbentuk ikan pari ini, saya puas menikmati tiga pantai; Kresek Beach, Star Beach, dan Virgin Beach.

Thursday, December 15, 2016

Diayun Ombak menuju Pulau Pari [Wisata Pulau Part 1]

Juli, 6 bulan yang lalu, seusai lebaran.
Sebelum subuh, saya bergegas berangkat dari rumah Bogor menuju Jakarta. Rencananya, dua hari satu malam, saya akan berwisata ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Sejujurnya, badan masih raringsek sejak mudik lebaran belum pernah istirahat, sibuk gitulah...*Halahh, sok sibuk...hehehe.
Namun, apalah daya, paket wisata murah meriah ke Pulau Pari sudah dibeli anak gadis, susah ditolak. 

"Ayolah ,Ma, sesekali liburan, melihat sisi lain Jakarta. Ini wisata pulau murah meriah, Maaa." 
Duluuu, saya juga pernah wisata ke Pulau Pramuka bersama rombongan ibu-ibu naik kapal cepat Badak laut dari Marina Ancol.

Laaa ini berangkat ke Pulau Pari dari pelabuhan tradisional Muara Angke. Aihhh, petualangannya pasti lebih serunya. Okelah kita berangkat dengan gembira sembari memakai sendal jepit warna biru andalan saya, dua baju kaos, mukena, legging. Yang mau berenang dan snorkeling, silahkan bawa baju renang, peralatan mandi, dan sunblock.


Jalan lancar jaya, masih sepi, memasuki kawasan Muara Angke, langit masih gelap, lampu jalan mulai bersinar redup. 

Ini pertama kali saya ke Muara Angke. Waduh, sumpeh! terpana melihat kenyataan, jalan becek di genangin sisa air pasang, bau amis bercampur sampah basah, bau menyengat sekali menembus celah jendela mobil pagi itu.

Wednesday, December 14, 2016

Sosialisasi Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik

Tanda tangan sudah saya kenal dari masih kinyis-kinyis hingga sekarang. Tanda tangan, suatu tanda guratan tertulis dikenal sebagai tanda bukti diri. Tanda tangan dengan gaya lekuk nan manis menuliskan nama saya, tertera di ijasah sejak Sekolah Dasar hingga Sarjana...Jadi senyum sendiri, melihat tanda tangan yang bentuknya berbeda setiap masa menurut usia. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanda tangan bagai lambang nama yang ditulis dengan tangan oleh orang itu sendiri sebagai penanda pribadi. Tanda tangan yang bersifat manual memerlukan kertas dan polpen yang digoreskan di kertas dokumen sebagai bukti yang memiliki jaminan hukum yang kuat. 

Semakin berkembangnya tehnologi menciptakan dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Semakin majunya tehnologi menciptakan banyak kemudahan terutama semakin berkembang potensi e-commerce, semua begitu mudah, tinggal bertransaksi secara online, beres.  

Apalagi saya sebagai blogger, sering melakukan kerjasama transaksi online dengan pemberi jasa dan melakukan invoice yang diserta tanda tangan saya. Tanda tangan yang saya foto terlebih dahulu, lalu dipindai. Untuk keabsahan sih, menurut saya sah-sah saja, namun kekuatan hukumnya relatif lemah karena kurang menjamin, bisa saja diubah pihak lain karena tidak ada data pendukung dari tanda tangan yang saya pindai tersebut.

Menjawab keraguan saya dalam bertransaksi elektronik tadi, alhamdulillah ada solusi baru yang sedang disosialisasi pada masyarakat khususnya lembaga Pemerintahan dan Swasta oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, tentang tanda tangan digital dalam transaksi elektronik.
Event dilaksanakan di Hotel Bidakara Jalan .Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73, Pancoran, RT.8/RW.8, Menteng Dalam, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870( Kamis, 8 Desember 2016)
Acara  dimulai pukul 09.00-17.00 WIB, registrasi dimulai sejak pukul 08.00. Saya memdapat nomor peserta 690. Wooww...pesertanya 1.000 orang lebih.

Tuesday, November 22, 2016

Mewujudkan Mimpi di #UsiaCantik Tak ada Kata Terlambat.



Life began at the age of 40 years

Pepatah orang Cina itu benar adanya, karena saya memulai dari usia tersebut.

Bagi saya, letak kematangan kecantikan baik jiwa dan raga dimulai di usia 40 tahun. 
Cantik masa muda merupakan sebuah kecelakaan dalam kecantikan. Kok bisa?

Friday, November 18, 2016

Seribu Nuansa Satu Indonesia | Pameran Kain Tradisional Nusantara 2016.

Irama musik talempong, rentak khas musik Minang Kabau mengawali acara sebagai tanda ucapan selamat datang dan salam hormat kepada para tamu undangan.  Penari tari Pasambahan berbalut keagungan warna keemasan, berpadu merah , gemulai rancak, membuat suasana terasa membangkitkan jiwa, bangganya menjadi orang Indonesia. Sirih pinang dalam carona dipersembahkan pada tamu sebagai tanda penghormatan. 

Museum Nasional  siap menggelar Pameran Kain Tradisional Nusantara pada 14-20 November 2016 di ruang Pameran Temporer B.
Pameran tahun ini adalah yang ke 6 merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah museum provinsi di Indonesia yang telah diselenggarakan sebelumnya di Museum Provinsi Bali (2007), Museum Provinsi Lampung "Ruwai Jurai"(2012), Museum Provinsi  Jawa Tengah Ronggowarsito(2013), Museum Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular(2014) dan Museum Sumatera Barat Adityawarman(2015)


Friday, November 11, 2016

Jalabria, Tengahe Bolong

Sebenarnya, rada gimana gitu, denger teriakkan penjual kue yang lewat di depan rumah orang tua saya di kampung, ds Cikalahang.

Jalabeeeriiaaa,  teengahh'e boolllooonng.

Alahmak, aneh dengernya.

Wednesday, November 9, 2016

Ealahhh, Ternyata Namanya Caraisi



Kenangan di Manado

Pesawat sebentar lagi akan mendarat. Saya tertekun tiada henti memandang panorama tanah Sulawesi Utara dari atas udara. Garis pantai berwarna menawan. Gradasi biru berganti hijau menghias bibir sepanjang pulau, Masya Allah, indah sekali. Perjalanan selama dua jam penerbangan terbayar lunas. 


Tuesday, November 8, 2016

Bahaya Tidur di Pagi Hari

Sepuluh menit sebelum azan subuh. Alarm berbunyi dari dua hape bersaut-sautan, lagu hip hop kekinian. Seperti biasa, hanya alarm. Tidak ada yang beranjak bangun, sampai ringtone alarm bosen sendiri.
Sunyi....

Monday, November 7, 2016

Seruput Es Goyobod di antara rinai


Cerita yang tersisa waktu di Bandung akhir Juli 2016. 
Hari  terakhir saya berkunjung ke Bandung, sambil menunggu travel yang menjemput untuk kembali pulang ke Bogor, sejenak saya menyempatkan diri menulis cerita di kota Paris Van Java, tentang pertemanan dari dunia maya ke dunia nyata, serta segarnya es goyobod.


Thursday, November 3, 2016

Nikmati Wisata Malam di Bali


Beberapa orang penyuka wisata  malam, entah untuk menikmati keindahan sebuah kota, jalan, pantai, kuliner sambil merasakan malam yang romantis, atau benar-benar  menikmati hiburan malam yang hingar bingar sambil menggoyangkan kepala. Untuk itu banyak  kota atau daerah yang sudah menjadi tujuan wisata yang menyediakan wisata malam. Salah satu wilayah yang bisa dijadikan pilihan adalah Bali.
Bali menawarkan aneka wisata malam, karenanya wisata malam di Bali cukup lengkap dengan adanya wisata kuliner, mall, pantai, pub atau kafe yang bernuansa romatis maupun hingar-bingar. Asyiknya lokasi wisata ini berada tidak jauh dari penginapan di Bali, salah satunya Fave Hotel Bali yang berada di Jalan Khayangan Suci,  wilayah Kuta.
Sudah tergambar dong, seperti apa wisata di sini karena berdampingan dengan pantai legendaris. Fave Hotel Bali juga sering mengadakan promo lho, sehingga tarif menginap jadi jauh lebih murah. Kamu bisa melihat promo lainnya di situs Traveloka.com
Sumber gambar: www.favehotels.com

Monday, October 31, 2016

InkTober 2016, Tahun ke Dua Saya, Gagal Lagi.

WELCOME OCTOBER

Yaaaaaa, bulan Oktober berakhir hari ini.

Tahun ke dua saya ikut Inktober 2016, itupun gagal lagi mengambar selama 31 hari.
Gagal lagi...

Begini ceritanya...

Sunday, October 30, 2016

Rempah Tahu

Helloooo, yuhuuuu.... hmmm, tanggal sudah tua nih, dompet ditilik, isinya pasukan bergolok, lelaki tampan berkumis tebal aja...heudeh!

Padahal mah, apa hubungan tanggal tua, saya bukan pegawai  yang digaji pemerintah atau perusahaan, saya mah apaan atuh, perempuan manis, hihihi...produksi boneka dan bantal dekorasi, Lolitoti Huis...*bukan iklan, tapi promosi*
Jadi, yaa gitu deh, nggak ada isilah gajian buat saya sih, kadang sampe lupa, tanggal berapa hari ini.
Etapi, efek tanggal tua juga beimbas pada pembelian produk saya juga. Tetap disyukuri sajalah, rezeki mah nggak lari kemana kalo sudah milik.

Terusss, apa hubungannya rempah tahu dengan tanggal tua?

Sabar, jangan kasih tatapan sianida gitu dong.


Friday, October 28, 2016

Cara Blogger Turut Bersinergi Mempercepat Three Ends

Tepat jam 06.30 saya memasuki comuter line untuk menghadiri acara Gathering Serempak.id, The power of content, 3ends bersama serempak.Id. 
Dhilalah sudah enak duduk, setelah setengah jalan baru tau, salah tujuan stasiun kereta, tak mengapa pokoknya tiba di gedung Binus FX Senayan lantai 6 tepat waktu (Rabu,27 Oktober 2016). 

Register terlebih dahulu dan duduk dengan lega sambil menikmati sarapan berupa kue, sebelum acara dimulai( 09.00-12.30 WIB).


Monday, October 24, 2016

Habis Sunat, Naik Kuda Renggong.

Krungu swarane gendang
Tung mbokmu tung mbokmu
Penontone jingkrak-jingkrak
Goyang goyang
Krungu swarane suling
Penak onok neng kuping
Penontone joget nganti ora eleng
Pokok'e joget
Pokok'e joget
Pokok'e joget

Suara penyanyi live musik diiringi pemain gendang dan sound sistem melintas di depan rumah. Di dorong dengan gerobak, iring-iringan di belakangnya panjang sekali.
Dipikir ada apa, kok ramai sekali, lagunya mantap banget, sing ngiring ikut gembira.  Pokek'e joget, pokok'e joget.
Oalah... setelah saya mendekat ke pinggir jalan ternyata rombongan ngarak penganten sunatan. 

Saturday, October 22, 2016

Bye-Bye Gigi Gingsul

Gigi seri pertama saya, ternyata tumbuh gingsul di sebelah kanan urutan ke dua. Bentuknya kecil nongol, kalo saya mengatup menonjollah bibir bagian atas. Katanya sih, malah manis, saya malah nggak merasa manis. Merasa gimana gitu, kurus item, gingsul lagi.
Tebak, saya yang mana?


Trancam Nyi Yah

Trancam. woo wooo, situasi yang nggak enak bener tuh, dalam kondisi tertekan karena seseorang, jiwa sedang trancam. Maksa banget kalimatnya ya (harusnya kata yang benar 'terancam'). Heeh dah, saya memang trancam karena eh karena, diet gagal maning, semakin semlohay, gara-gara trancam.
Hehehe, trancam disini mah, salah satu jenis sayuran atau makanan dari Jawa Timur. Mendengar kata trancam aja saya langsung kembali ke masa lalu...ingat kenangan indah masa kecil serta sosok Nyi Yah. 
"En, kamu mah susah move on, segalanya kembali ke masa lalu." Yaiyalah...eikeh gitu loh! masa kecil terlalu indah dilupakan, manissss banget.


Friday, October 14, 2016

Balakatineung di Buang Sayang

"Maaaa, ini ada yang ngirim." 
Dua rantang ditaruh di meja dapur belakang rumah. Sudah kebiasaan di kampung, orang yang datang kerumah, apa mau ngasih sesuatu atau apa kek, nyelonong ke dapur di belakang. Lucunya, kalau nggak ada orang rumah, kiriman makanan itu di tinggal begitu saja. Otomatis kan jadi bingung, sapa yang ngirim, ujung-ujung nanti tanya sana sini ke tetanga. Yang unik, kalau saya dikirim makanan, biasanya saya cuci dan keringkan baru dikembalikan, di kampung saya, karena pengirim menunggu rantangnya selalu bilang,"nggak usah dicuci,Bu."
Yasudahlah, kembalikan langsung.

Di desa Cikalahang, Mama saya dianggap sepuh dan cukup populer di kalangan ibu-ibu, khususnya di Majelis Taqlim.

Wednesday, October 12, 2016

Gemblong Dadakan dalam Cerita


Alahmak... gagal lagi ngukus ketan di seeng. Sepertinya gampang, nyatanya rasa susah juga. Maklumlah saya jarang pake seeng tapi pake dandang biasa. Semenjak orang tua pindah ke ds. Cikalahang ngukus dirasa afdol kalo pakai seeng. Naah...nyatanya tak semudah teori di banding praktek, mungkin saya aja yang nggak bisa.


Monday, October 3, 2016

Serundeng Ayam wijen

Kali ini saya mau masak serundeng.
Makanan yang sering dijadikan lauk pauk di waktu kapan saja. Buat sarapan atau bekal keluarga yang pergi kerja atau ke sekolah, serundeng cocok menjadi lauk pauk cepat saji. Untuk temannya nasi kucing, serundeng juga cucok bangettt.
Serundeng, termasuk makanan khas Indonesia, berbahan utama kelapa yang dikukur atau di parut kemudian digoreng kecoklatan. Serundeng saya, rada beda ya, kelapa parutnya nggak ya.

Sunday, October 2, 2016

Bolu Kukus Sagu Mutiara

Hai, salam takzim.
Masih di kampung, menemani Mama. Menjadi kebiasaan Mama saya suka memberi kue  kepada karyawan di kolam Renang Hegar ds. Cikalahang. Ya...untuk menambah semangat bekerja.

Pagi setelah subuh saya langsung membuat kudapan ringan. Di lemari ada sagu mutiara, yaudah, buat bolu kukus sagu mutiara. 
Caranya gampang banget.

Friday, September 30, 2016

Seblak Cikalahang ala Yayah Galon

"Pedes ya, Bu?"
Iyaaaa...jawab saya sambil memandang punggung Yayah, dia langsung ngebut dengan motornya menuju rumah tempat berjualan seblak. Kebiasaan, belum selesai saya bicara sudah ngeluyur pergi. Bersemangat sekali.

Monday, July 4, 2016

Mie Glosor Khas Bogor

Ramadan 1437 H tak terasa tinggal sehari lagi.
Salah satu makanan favorit saya Mie glosor. Mie Glosor merupakan salah satu makanan berbuka puasa khas Bogor.

Tuesday, June 28, 2016

Bukber Pertama di Luar Rumah


Bukber bulan Ramadan di luar rumah menjadi kebiasaan beberapa orang dengan tujuan menyambung silaturahmi dengan saudara atau teman, anggaplah reuni kecil kecilan. Kadang sengaja memilih di Restoran untung menganti suasana dan menikmati menu makan yang berbeda.

Masalahnya, saya memang tahun ini memyatakan nggak dulu deh bukber di luar, kecuali dengan saudara.
Eh! nyatanya bulan Puasa sudah memasuki sepuluh hari terakhir saya belum pernah bukber. Menyedihkan...*ngelap air mata.
Kemarin, anak gadis saya sms, mau ngajak buka bersama, makan di luar... Mama pilih tempat, Ica yang bayar. Terharu saya, maklumlah  si gadis ngekost dan sibuk bekerja di Jakarta.
Semangat banget rasanya mau bukber, biasanya ngunyah takjil sendirian. 

Friday, June 24, 2016

Ikan Asin Telang Asem Manis Belimbing Wuluh

Apa yang paling membahagiakan bagi kalian?
kalo saya, dapet oleh-oleh, tanpa saya minta,  itu sesuatu sekali. Apalagi saya dapat oleh-oleh ikan asin telang, atau dalam bahasa Dayak pundang telang. Dalam bahasa Banjar, iwak karing telang.


Monday, June 20, 2016

7 Nama Lain dari Bakwan di Berbagai Daerah Indonesia

Beberapa hari yang lalu, saya buat makanan kecil untuk buka puasa, selain takjil yang manis, harus pula diimbangai makanan rasanya asin, gurih renyah, salah satunya, Bala- bala, gorengan favorit nikmat disajikan dengan saus kacang.klik

Masih tersisa, wortel, daun bawang,  saya buat gorengan yang bumbu dasarnya tetap sama, tepung terigu, bumbu yang dihaluskan, bawang putih dan merica. Nah...kebetulan saya punya kacang tanah sisa membuat saus.
Kacang tanah utuh  saya campur ke dalam adonan gorengan, bumbunya,  saya tambahkan ketumbar sedikit. Jadilah gorengan dengan bentuk baru, katanya sih ini Ote-ote Kacang
Ini ote ote kacang, eh bukann...Piya-Piya (DokPri)

Sunday, June 19, 2016

Juku Pallumara, Kuliner Makassar

Kadang foto masakan yang diunggah seorang teman di facebook, menjadi ide memasak untuk keluarga. Penampilan foto yang sederhana dan apa adanya membuat urang kabitaaa jadi pingin mencicipi, khususnya kuliner Nusantara.

Negeri tercinta dan elok makmur ini, menyimpan beragam kuliner, sekalipun sama tinggal di Indonesia, saya belum pernah ke Makassar,eh! pernah cuman transit pesawat menuju Manado. 

Saya terus  berdoa bisa mewujudkan mimpi berburu kuliner Makasar, yang katanya, surganya dalam mengoyangkan lidah. Hmmm...itu saya percaya, sekalipun belum pernah menginjakkan ke Sulawesi Selatan, alhamdulillah, untuk beberapa kuliner Makassar semakin mudah ditemui di kota Bogor.

Sebagai pencinta masakan olahan ikan, suatu hari saya tergoda foto masakan. Salah satunya, Juku Pallumara, sajian ikan yang diunggah teman Nurliah Handa 
dari kota Daeng.

Saturday, June 18, 2016

Sagon Basah Membawa Kenangan Masa Kecil

Hujan menguyur deras kota Bogor sejak malam hingga tengah hari. Udara bersalut mendung. Kala hujan seperti ini, selalu saja membawa saya ke banyak kenangan.

Friday, June 17, 2016

Kenapa dinamakan Bala-Bala?

Nggak mantaf berbuka puasa tanpa bala-bala.Itu kalo saya loh. Bala-bala matang di gunting(harusnya dipotong dengan pisau) lebih praktris digunting kecil-kecil, ditata di atas piring siram dengan saus kacang. Makyusssss...



Saturday, June 11, 2016

Nikmatnya Bolu Kukus Jerman nan Lembut

Salah satu bolu yang lagi ngehit sekarang, Bolu Jerman.

Sungguh, membuat saya  penasaran melihat bertaburan foto bolu Jerman di wall komunitas makanan dan kue.

Thursday, June 2, 2016

Garang Asem Ayam Polos ala Saya

Nonton televisi, khususnya acara kuliner Nusantara, itu berefek luar biasa bagi pemirsa yang nonton. Mendatangkan serangan badai lapar, yang makriukkk...perut jadi nagih, otomatis ingin mencoba membuatnya. Iniii, gara-gara nonton cara membuat garang asem ayam, saya nggak kuat untuk tidak memasaknya. Daripada ngeces, ya sutralah, yuk kita eksekusi si ayam yang di kulkas.

Wednesday, May 11, 2016

Juhu Tantimun, Kuliner Khas Dayak

Sayuran ini sangat sederhana. Juhu Tantimun, sayur berkuah santan dengan mentimun(tantimun) dimasak serba mentah.

Tuesday, May 10, 2016

Pergilah dalam Keabadian.

Hidup, mati, rezeki dan jodoh adalah rahasia Allah.
Jalan takdir mempertemukan lagi dengan orang-orang yang saya sayangi, ipar dan mertua.
Lama tak bertemu, berkirim kabarpun tidak.

Ternyata rencana Allah begitu indah, tak diduga, kami bisa saling berpelukan kembali sejak 3 tahun berpisah, walau pertemuan ini begitu pilu.
Kamis, 25 Februari 2016, hujan di kota Palangka Raya merata dari pagi hingga sore. Entah mengapa, sejak kemarin saya ingin bertamu ke rumah Dik Sri di komplek Intan Kurung km 7, jalan Danau Mare. 

Sunday, April 24, 2016

Friskies Catventure : Taman Bermain Kucing untuk Keluarga Indonesia

"Ini kucing punyamu ya, Nak," tanya saya sambil membelai kucing di pundak gadis kecil. 
"Iya..Ini namanya, Casper," sahutnya dengan bangga. Ia tersenyum lebar dengan lukisan kucing di wajahnya mirip warna kucingnya, kuning. 
"Sayang atau cuman senang dengan Casper?" lanjut saya penasaran.
"Sayang bangettt" Viona membelai mesra Casper. 
Senyum manis si gadis cilik
Mendengar jawaban itu, sebagai catslover, hati saya menjadi lega. Bagi saya, kucing bukan sekedar binatang di kala senang saja, bosan langsung dijual atau dibuang, kucing adalah bagian keluarga, yang dirawat dengan sepenuh hati.

Thursday, April 14, 2016

Sandung, lambang cinta seorang anak

Hari terakhir berkunjung ke Palangka Raya, awal Maret 2016. Sebenernya, rada kecewa, salah pesen tiket pesawat, kenapa nggak pulang menunggu tanggal 9 Maret, ada Gerhana Matahari Total yang melintas di 12 kota di Indonesia, termasuk Palangka Raya. Jam 01.00 WIB, saya sudah janjian dengan Mang Helmy, supir bandara untuk dijemput pakai mobil taxi biru, jauh dekat Rp. 85.000, nggak pake argo. 

Masih ada waktu lima jam lagi, ada satu oleh-oleh yang harus dibeli, pesanan dari kakak saya, Ida Chandra. Sebagai lambang kasih sayang sesama saudara, saya bela-belain ngebut naik motor ke pasar besar untuk membelikan wadai bebingkaan dalam keadaaan fresh baru diangkat dari loyang. Naik motor ke arah pasar besar jam sembilan, panas matahari bersinar terang, puanas. 

Sebelum belok ke arah kiri, saya ingat betul, dulu sewaktu kecil ada gedung bioskop Pahandut. Demi nonton film warkop Dono Kasino Indro, kami secara rombongan naik pick-up pergi ke bioskop. 
Ada dua bioskop di Palangka Raya, Bioskop Palangka di bundaran besar, dan bioskop Pahandut sebelum ke arah pasar. 

Sekarang gedung biokop itu sudah berubah jadi pertokoan. Diseberang pertokoan berdiri Taman Masyarakat Kalteng atau Sandung jalan Murjani. 
Sandung dan Sapundu  Ngabe Sukah Palangka Raya
Penasaran. 

Monday, April 4, 2016

Dua Cara Melakukan Pernikahan Yang Sederhana




Masih bercerita tentang pernikahan ponakan di Palangka Raya.
Sini, eikeh mau cerita tentang pengantin yang dibelakang itu

Saya banyak belajar dan mengambil hikmah  dari pernikahan ini. 
Alhamdulillah, ponakan saya, Yogi telah melangsungkan pernikahan di KUA Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Disini ceritanya Klik di sini

Artinya, ia telah menunjukkan keberanian, berkomitmen dalam bentuk yang lebih serius dengan pilihan hati, menikah.

Saturday, April 2, 2016

Nikah Yuk di KUA, Gratis!

Adanya pamflet yang dipasang diberbagai media sosial. 
Nikah di KUA, Gratis!


Friday, April 1, 2016

Mengapa Memilih Omega-3 dalam Bentuk Krill Oil?


Kalau mau jujur, perempuan di usia seperti saya, di atas 40 tahun, tanpa disadari mulailah muncul berbagai gejala penyakit. Apalagi dirunut dari penyakit yang diwariskan keluarga, hehehe...warisan, kok penyakit, harusnya mah harta.

Tapi itulah kenyataan yang harus diterima dengan lapang dada. Bapak saya menyandang stroke dan jantung empat tahun terakhir hingga meninggal dunia. Wajarkan, kalau saya ingin mengantisipasi agar warisan nan aduhai itu tidak menimpa saya. Saya tak ingin bernasib sama, sakit dan sakit. Saya berteriak, "saya harus sehat!" sambil meninju dunia. Pasti bisa!


Thursday, March 24, 2016

Efek Cream Skincare Mengandung Merkuri

Kamis siang akhir Februari yang lalu (25/2), saya ke rumah salah satu saudara (dulu ipar) saya di Palangka Raya, kebetulan ada beberapa temannya datang juga. 
Mata saya malah lain fokusnya...diam-diam melirik pada wajah tiga orang perempuan dengan wajah putih bercak di pipi, dan dagu. Bener-bener gagal fokus, gegara wajah belang itu. 

"Masih ada juga yang percaya dengan janji palsu", batin saya. 
Tanpa harus bertanya pada tiga orang ibu itu (kalau ditanya pun, pasti rata-rata tak pernah mau jujur) saya tau pasti menyebab muka flek hitam, karena saya juga korban tapi nggak separah itu. Gara gara cream wajah keparat itu...maaf sedikit kasar, efek dari janji janji palsu. Akhirnya hanya penyisakan cerita sedih, wajah jadi kehitaman, putih belang-belang atau efek yang lebih parah lagi seperti penyakit kanker kulit.

Saya menulis ini, karena ingin berbagi untuk menyadarkan kaum perempuan yang masih menggunakan cream abal-abal yang banyak beredar di pasaran. 

Produsen yang nakal hanya mementingkan keuntungan semata, termasuk penjual cream yang tidak memikirkan efek pemakaiannya. Semua karena uang. Padahal dosa besar kalau melihat efek akhir cream jualannya pada pemakai.

Wednesday, March 23, 2016

Pie Susu Teflon Anti Gagal

Kejadian hari Minggu kemarin, bahagia sekali antara kami berdua, ibu dan anak, 5 menit kemudian bersedih,kecewa lalu geli bersama.

Ternyata...bahagia dan sedih itu cuman soal perasaan, yang sifatnya sementara. Jika bersedih, jangan bersedih terus, karena ada saatnya kita bahagia. Begitu pula bahagia, tak selamanya merasa bahagia, ada pula saatnya bersedih, semua berjalan bersama.

"Maka sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan. Dan sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan" (Qs. Al Insyiraah:5-6)


Foto 1 jam 12.31 WIB. Pie Susu Teflon, sukses!
Seperti kejadian tragedi pie susu telfon gadisku Nisa Latifah. 

Monday, March 14, 2016

Tugu Kota Palangka Raya yang Semakin Cantik

Nyaris deh, Tugu kota Palangka Raya kelewatan, keasikkan ngegas motor, hampir saja kebablasan, jarak pandang saya juga terhalang kacamata helm yang saya pakai, ketutupan tetesan air hujan.

Sebenernya sih, kepaksa banget jalan-jalan berhujan-hujan begini. Habis kapan lagi saya bisa pulang kampung macam ini. Waktu berkunjung ke Palangka Raya tinggal dua hari,  sudah mepet dan banyak acara. Ya beginilah, biarpun hujan, ya jalan terus. Ada beberapa teman yang berbaik hati menawarkan untuk mengantar dengan mobilnya.Bukannya menolak, tapi takut merepotkan, lebih nyaman naik motor sendiri eh! pinjaman ding, bebas kemana suka.
Tugu Kota Palangka Raya di tengah rinai hujan
Hujan sebentar deras, kemudian gerimis, berganti deras lagi, bertanda bakal awet nih hujan sepanjang hari. Saya berhenti sebentar di pinggir jalan, memastikan ini yang saya cari. Setelah yakin, barulah motor  saya parkir, masih memakai jas hujan, saya langsung mengabadikan Tugu cikal bakal kota Palangka Raya. 

Sunday, March 13, 2016

Ragam Wadai Banjar di Palangka Raya

Pagi berselimut mendung.
Kota Palangka Raya bakal hujan lagi, padahal, masih tampak sisa semalam. Air tergenang di atas jembatan ulin rumah Mina Pancar.
Masih termanggu di lawang, selonjoran, ada yang saya tunggu, 'seseorang'
Kata Mina, biasanya sudah lewat, kok agak telat pagi ini, mungkin karena hujan.
Wadai Banjar di jual berkeliling kota

"Wadaiiii...
Teriakan Paman penjual wadai. Suara knalpot motornya memecah sepi. Treng teng prutt...treng teng prut, sepertinya knalpotnya kotor, suaranya nggak enak bener akhirannya.

Thursday, March 10, 2016

Melunasi Rindu dalam Semangkuk Kenta | Makanan Khas Dayak




Nah ini dia, yang saya cariiiiii....*antara senang dan histeris*...Lunjak-lunjak, oye!
Terkenang Tambi setiap memakan kenta

Wednesday, March 9, 2016

Keindahan Matahari dalam Kegelapan yang Tak Akan Terlupakan

Sehari sebelumnya gerhana matahari total, toa masjid mengumumkan, besok pagi akan di adakan sholat gerhana matahari.
Saya begitu antusias, untuk ikut sholat kusuf syam, sunah gerhana matahari. 

Tuesday, March 8, 2016

[Review Novel] Malam-Malam Terang




Judul    : Malam-Malam Terang
Penulis  : Tasniem Fauzi Rais dan Ridho Rahmadi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit: Desember 2015 
Jumlah halaman:  244 halaman
ISBN : 978-602-032-454-8
Seorang gadis melamun dan mengamati di bingkai jendela. Bola matanya mengarah ke kanan, memandang langit, menekuri malam-malam untuk meniti masa depan, kini dan nanti. Dalam benaknya bertanya, bisakah ia menjadi sosok bintang yang paling terang?

Sunday, March 6, 2016

Oseng Lantar, si Uhat Kujang.

Suara meriah usai subuh.
Suara sunduk beradu dengan permukaan wajan. Srengg... srenggg dari arah dapur rumah Mina Pancar. Sambil memasak, Mina sibuk pula menelpon saudara tuanya di Cirebon, Ibu saya.

Ditambah lagi, Bapak tua yang tinggal di samping kanan rumah Mina, tampaknya sedang galau hebat. Nyetel lagu dangdutnya full volume.
Tak mau kalah, rumah di sebelah kiri pun terdengar teriakan Acil sedang memarahi gadisnya yang pulang kemalaman. Ngomel-ngomel, si anak malah ngeluyur naik motor.
Duniaku yang sungguh ohhhh...

Setelah sholat subuh, sengaja saya tidur lagi karena masih ngantuk, habiss, saya pulang rada malam kebantuin Fitri, sepupu yang punya hajad Mantenan.
Mendengar suara tadi, saya  terbangun mengumpul jiwa yang ingin bersatu dengan raga. Diantara kantuk, dan gema dimana-mana.
"Mbakkk, kita makan linggis...hihihi." Sepupu saya, Inur menunjukkan sepiring masakan pagi, sayur yang dipotong setelunjuk memang mirip mini linggis, namanya lantar.

Saturday, March 5, 2016

Dendang Cinta Perempuan Bepupur Basah

Jika, ingin mendapatkan cinta dari seseorang, berdendanglah sambil mengusap pupur basah di wajah. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan.
Trus, apa hubunganya berdoa, bepupur dan cinta.

Friday, March 4, 2016

Kawong Masak Bahenda ala Sepupu Saya.


Hujan turun sepanjang hari. Suara air seperti irama yang beraturan, jatuh di rumah beratap seng, melodi alam menghanyutkan saya untuk tetap tidur. Rasa malas untuk berpergian di pagi ini, nikmat nian berebah di kasur rumah papan Mina Pancar. Kasur yang diampar diatas lantai papan beralas karpet plastis bercorak, sungguh sederhana, namun membuat saya betah, serasa di rumah sendiri.

Sunday, February 28, 2016

Berkeliling di Pasar Ikan Palangka Raya

Kemanakah destinasi wisata saat di Palangka Raya, khususnya pencinta kuliner  berbahan ikan sungai. 
Bak kotak ikan, jalan kecil, suasana pasar ikan Palangka Raya
Salah satunya berkunjung ke Pasar ikan di jalan Halmahera. Memang sih, wisata kok ketempat becek begini. Eh, jangan salah, disini letak keseruannya loh. Apalagi, emak macam saya, paling suka belanja di pasar tradisional, ada interaksi penjual dan pembeli, tawar menawar dan lainnya.

Friday, February 26, 2016

Makan Mie Bancir Yuk, Chin.

Kuliner satu ini, unik bener nama, Mie Bancir. Benerkan unik, bikin penasaran?
Mie Bancir.

Thursday, February 25, 2016

Tips Menginap di Rumah Saudara.

Tips Menginap di tempat saudara ala saya dan cerita seputar beras..*En, apa hubungannya*
Anggap aja ada, ya.

Selama berada di Palangka Raya, saya menginap di rumah adik ibu, Tante, atau dalam bahasa Dayak, dinamakan Mina.
Sebenernya, ini salah satu, tips berwisata murah meriah, ya beginilah, menumpang di rumah saudara atau teman. Paling tidak memangkas biaya hotel...Sudah rahasia umum, biaya hotel mihil, timbang cuman nutup mata sesaat. Dengan menginap di tempat saudara atau teman, uang  bisa dipergunakan keperluan yang lain.

Tuesday, February 23, 2016

Tips Persiapan Perjalanan Pulang Kampung

Nggak biasa, tiba-tiba mau nulis cerita perjalanan pulang kampung dari keluar rumah sampai balik lagi ke rumah.
Hari ini saya dengan semangat meneriakkan: yipppieee, urang balik ka Kampung yeuh hari ini. Palangka Raya, I'm coming...