Review

Friday, December 16, 2016

Perjalanan Sehari dari Wisata Pulau Pari ke Darmaga Cituis [Wisata Pulau Part 2]


Sehari semalam, saya berwisata di Pulau Pari. Mengelilingi pulau dari ujung ke ujung dengan naik sepeda mini berkeranjang, warnanya  merah jambu, sungguh romantis.

Dua pasang sendal jepit warna biru menjadi saksi, seluruh perjalanan wisata Pulau Pari.
Di Pulau Pari belum ada mobil, hanya beberapa kendaraan saja, lebih banyak sepeda dan gerobak. Seharusnya, ada peraturan dilarang mempergunakan kendaraan bermesin, agar pulau ini bebas polusi, tapi keinginan warga Pulau Pari untuk memiliki kendaraan tidak bisa dibendung, bagaimanapun duitnya, duit mereka sendiri. Jadi susah dilarang. Ketakutan terbesar saya, saat mendatang, pulau Pari tak alami lagi ,suasana sunyi akan terusik dengan  bising suara mesin, jalan kecil tak senyaman sekarang. Mendadak, jadi ingat kejadian kemarin sepedaan, saya harus menyempil di pinggir jalan, gara-gara ada motor lewat, ngebut seenaknya.

Di Pulau berbentuk ikan pari ini, saya puas menikmati tiga pantai; Kresek Beach, Star Beach, dan Virgin Beach.

Thursday, December 15, 2016

Diayun Ombak menuju Pulau Pari [Wisata Pulau Part 1]

Juli, 6 bulan yang lalu, seusai lebaran.
Sebelum subuh, saya bergegas berangkat dari rumah Bogor menuju Jakarta. Rencananya, dua hari satu malam, saya akan berwisata ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Sejujurnya, badan masih raringsek sejak mudik lebaran belum pernah istirahat, sibuk gitulah...*Halahh, sok sibuk...hehehe.
Namun, apalah daya, paket wisata murah meriah ke Pulau Pari sudah dibeli anak gadis, susah ditolak. 

"Ayolah ,Ma, sesekali liburan, melihat sisi lain Jakarta. Ini wisata pulau murah meriah, Maaa." 
Duluuu, saya juga pernah wisata ke Pulau Pramuka bersama rombongan ibu-ibu naik kapal cepat Badak laut dari Marina Ancol.

Laaa ini berangkat ke Pulau Pari dari pelabuhan tradisional Muara Angke. Aihhh, petualangannya pasti lebih serunya. Okelah kita berangkat dengan gembira sembari memakai sendal jepit warna biru andalan saya, dua baju kaos, mukena, legging. Yang mau berenang dan snorkeling, silahkan bawa baju renang, peralatan mandi, dan sunblock.


Jalan lancar jaya, masih sepi, memasuki kawasan Muara Angke, langit masih gelap, lampu jalan mulai bersinar redup. 

Ini pertama kali saya ke Muara Angke. Waduh, sumpeh! terpana melihat kenyataan, jalan becek di genangin sisa air pasang, bau amis bercampur sampah basah, bau menyengat sekali menembus celah jendela mobil pagi itu.

Wednesday, December 14, 2016

Sosialisasi Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik

Tanda tangan sudah saya kenal dari masih kinyis-kinyis hingga sekarang. Tanda tangan, suatu tanda guratan tertulis dikenal sebagai tanda bukti diri. Tanda tangan dengan gaya lekuk nan manis menuliskan nama saya, tertera di ijasah sejak Sekolah Dasar hingga Sarjana...Jadi senyum sendiri, melihat tanda tangan yang bentuknya berbeda setiap masa menurut usia. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanda tangan bagai lambang nama yang ditulis dengan tangan oleh orang itu sendiri sebagai penanda pribadi. Tanda tangan yang bersifat manual memerlukan kertas dan polpen yang digoreskan di kertas dokumen sebagai bukti yang memiliki jaminan hukum yang kuat. 

Semakin berkembangnya tehnologi menciptakan dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Semakin majunya tehnologi menciptakan banyak kemudahan terutama semakin berkembang potensi e-commerce, semua begitu mudah, tinggal bertransaksi secara online, beres.  

Apalagi saya sebagai blogger, sering melakukan kerjasama transaksi online dengan pemberi jasa dan melakukan invoice yang diserta tanda tangan saya. Tanda tangan yang saya foto terlebih dahulu, lalu dipindai. Untuk keabsahan sih, menurut saya sah-sah saja, namun kekuatan hukumnya relatif lemah karena kurang menjamin, bisa saja diubah pihak lain karena tidak ada data pendukung dari tanda tangan yang saya pindai tersebut.

Menjawab keraguan saya dalam bertransaksi elektronik tadi, alhamdulillah ada solusi baru yang sedang disosialisasi pada masyarakat khususnya lembaga Pemerintahan dan Swasta oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, tentang tanda tangan digital dalam transaksi elektronik.
Event dilaksanakan di Hotel Bidakara Jalan .Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73, Pancoran, RT.8/RW.8, Menteng Dalam, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870( Kamis, 8 Desember 2016)
Acara  dimulai pukul 09.00-17.00 WIB, registrasi dimulai sejak pukul 08.00. Saya memdapat nomor peserta 690. Wooww...pesertanya 1.000 orang lebih.