Wednesday, April 22, 2015

Kupu Kupu Malam

Sejatinya, Kupu kupu mengisap madu di siang hari, mengapa menjadi kupu-kupu malam
Tahun 1989, saya menumpang, tinggal di rumah Om saya (adik ibu) di jalan Antang Bukit Tunggal, Palangka Raya. Saat itu, saya masih mahasiswa baru. Saban sore, saya duduk di teras melihat lalu lalang wanita molek nan seksi, berbaju ketat dengan dandanan menyolok. Barulah saya tau, di ujung jalan, ada sebuah club malam  namanya Flaminggo. Jika pagi hari, saya melintas menuju kampus, wanita itu berubah rupa. Lusuh, berwajah polos dan sibuk mencari kutu sesama temannya...nggak terlihat cantik blas.
Mereka tersenyum dan menyapa ramah, eh! saya malah takut. Yailahhhh... saya tau merekalah yang di sebut lonte, pelacur atau nama lain, seperti pundut, nasi rames, rebah seribu,lady, hostes. Yang pasti, wanita itu pelaku prostitusi...Pekerja Sex Komersial.
Berjalannya waktu, masih saja saya bertanya, kenapa mereka begitu?
Mau menjual diri dan mematikan harga dan martabat wanita. Dulu saya terlalu muda untuk mencari jawab.
Tulisan saya ini rada nyeleneh, namun dunia begitu warna warni. Dalam Dunia Een, saya ingin menuangkan pikiran saya
Mereka juga kaum wanita, namun jalan hidup mereka pilih itulah yang salah. Berjuang demi hidup dan kehidupan. Demi ekonomi,  terjerumus atau ada yang menjerumuskan di lembah hitam.
Jadi ingat, lagu Titik Puspa berjudul Kupu kupu malam.


Ada yang butuh dirinya
Ada yang benci dirinya
Ada yang berlutut mencintainya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya
Ini hidup, wanita si kupu kupu malam

Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengapa si kupu-kupu malam,  yang dianggap kotor dan sampah masyarakat itu, tidak pernah mau berhenti pada profesinya.
Seandainya,  kalau saja di Kartu Tanda Penduduk, dicantumkan, pekerjaan: PSK, maybe...mereka malu dan mau berhenti. Kenyataan di KTP tidak dicantumkan profesi . Wajarlah, Kupu kupu malam jalan terus, dan juga siapa mau membuka aibnya di kartu tanda penduduk.
Akhir akhir ini, masih menjadi trending topik di berbagai media, tentang terbunuhnya Tata Cubby, wanita yang menawarkan jasa sex, lewat media sosial. Mati tragis  di kos-kosan di wilayah Tebet.
Dari peristiwa Tata Cubby, saya jadi ingin tau, mengapa prostitusi nggak bisa mati?
Bicara prostitusi memang tak pernah tuntas. Banyak aspek yang menjadi faktor pemicu, PSK terus hidup, baik segi ekonomi, sosial, psikologi dan agama.

Kebetulan saya menonton  Acara Gestur di Stasiun TV swasta, TV one tentang d sisi legalitasi prostitusi. [22/4]
Dari sini, saya tau operasi para PSK itu...hehehe.
Menurut peneliti tentang Prostitusi, Yuyung Abdi, yang meneliti 31 lokalisasi di seluruh Indonesia. Menurut Beliau, ada perbedaan cara menawarkan jasa prostitusi di berbagai daerah di Indonesia.
Di Tarakan dan Pontianak, PSK umumnya, menyewa hotel per hari.  Mereka di standby di hotel  dari siang sampai malam. Tamu atau Konsumen Penikmat jasa/kaum Pria, akan  berjalan di lorong koridor kamar hotel. Satu PSK menunggu pelanggan di setiap pintu kamar dengan duduk di kursi plastik di depan pintu kamar hotel.
Berbeda dengan di Pulau Jawa, Prostitusi lebih terselubung dengan membentuk sarana hiburan seperti panti pijat , kos-kosan, karaoke. Bahkan, baru saja di beritakan di Bangka belitung, malah warung pecel lele dijadikan tempat prostitusi terselubung...Alahmak! ada saja cara mereka mengelar lapak. Pelanggan dikenakan biaya Rp 300.000 per jam. Kini,  banyak pula salon terselubung, yang pekerja sex berasal dari mahasiswi (ayam kampus) ..Miris,ya.

Sejak lokalisasi Dolly di bubarkan. Kenyataan,  PSK dan mucikari itu tidak berhenti.malah bisnis ini lebeh menyebar  Bisnis sex umumnya memiliki jaringan/mafia. Jaringan dari mucikari, perantara dan PSK. Bagaimana prostitusi bisa mati, uang yang ditawarkan sangat mengiurkan, khususnya bagi yang lemah iman. Perpindahan wanita ke satu tempat oleh perantara, mendapat jasa Rp 1 juta. Rotasi tersebut sangat mengairahkan dan mengiurkan. Menurut Yuyung Abdi, sejak Dolly bubar, paktek malah pindah ke rumah-rumah di belakang bekas lokalisasi Dolly.
Sejak pembubaran lokalisasi, ternyata untuk wilayah Jawa Barat, penyebaran Prostitusi melewati  jalur ke Sumatera dn Kalimantan 
Untuk PSK dari Jawa Timur,  penyebaran Kalimantan Timur dan  Kalimantan Tengah...walah, pantes, duluu..saat mereka bercanda, rata-rata mengunakan dialek Jawa.

Mengapa Prostitusi tidak mau berhenti?
Banyak faktor menyebab, segi ekonomi, psikologis, emosi dan agama.
Wanita yang baru, masih calon PSK, umumnya masih bisa di bina dan mau berhenti dari profesinya. Namun jika  melewati masa 3 bulan, biasanya sangat menikmati. Bagaimana tidak,  uang  di dapat dengan mudah...mengiurkan sekali, nggak perlu banting tulang cuman banting harga diri.
Untuk kelas menengah saja, seorang PSK minimal 8 tamu sehari  dengan tarif Rp 200.000 per tamu, artinya  sebulan dapat penghasilan  Rp 12.000.000,_ jelaslah, kalau mereka  ditawari jadi buruh atau diberi ketrampilan,  tetap akan menolak untuk berhenti menjadi PSK.
Apalagi untuk kelas one stop entertaiment sekali booking saja tarifnya Rp. 2.500.000.
Bisa dibayangkan, Bagaimana mereka bisa berhenti. jika uang begitu mudah.
Nah! tadi kalo di lihat dari segi ekonomi, pekerjaan mudah, mana bisa untuk mau berhenti. Dengan dalih ekonomi bla bla....susah mau berhenti.

Sekalipun, Pemerintah terus menerus membina dengan pemberikan ketrampilan dan modal kerja. Itu hanya di jalani awal usaha saja, pada akhirnya, PSK kembali menekuni profesinya.
Jadi, inti masalah adalah menanamkan jiwa wira usaha dan menanamkan bahwa realitas hidup itu memang berat. Di bina dari segi Psikologis, untuk memiliki harga diri, daya juang dan mencapai tujuan hidup
Secara pisik dan emosial, umumnya PSK memiliki pacar.  Keuntungan materi dari tamu  diberikan kepada pacarnya.Saat bekerja, umumnya PSK itu,  tidak pernah orgasme, sehingga  hasrat sexual di lampiaskan pada pacarnya secara emosial.Kenyataannya, PSK yang butuh kasih sayang dari pria yang mencintainya malah dimanfaat pacar. Uang habis diminta, terus  di tinggal begitu saja.
Dari segi agama manapun, prostitusi itu dilarang. Haram berzinah dan merusak nasab(garis keturunan).
Membina mental dan kembali menumbuhkan keimanan itulah yang sulit. Perlu penyadaran dari dalam diri PSk. Jika tidak, sampai kiamat, prostitusi terus tumbuh subur.

Dengan adanya kasus Tata Cubby, yang di indentifikasi sebagai prostitusi terselubung, kembali dibuka wacana legalisasi Protitusi. Dengan tujuan untuk memudahkan pemantau dan membina PSK...
Yaa, dipikir ada benarnya, daripada menyebar.Namun menurut saya pribadi, itu kembali meresahkan kaum istri, dan merusak lingkungan.
Ingat lagi, sepenggal lagu Titik Puspa.


Ini Hidup wanita si kupu-kupu malam.
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu mengoda. 
Kepada setiap mereka yang datang.

Kupu-kupu malam, memang godaan terbesar bagi pria, dan juga merusak rumah tangga.
Dengan wacana legalisasi prostitusi.
Itu sungguh dilema.
Tidak adakah cara lain, Pak Pemerintah?
Garuk-garuk kepala, bingung sendiri.
Akhirnya, saya simpulkan, kembali berpulang pada diri sendiri. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Sumber ilustrasi kupu-kupu:  Layoutsparks.com klik

4 comments:

  1. Yup, kembali lagi kepada diri, mau dikejar-kejar dengan segala rupa kalau sudah tidak punya harga diri maka praktek seperti itu akan terus berjalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Catcilku, di tembak mati, kalo memang nggak niat berhenti, saya pikir prostitusi akan berkembang terus.

      Delete
  2. makin hari kayaknya makin menjdi kemaren liat berita malah artis yang jadi prositusi .. misal itu yang kecil 80jt.jam kalau dalam sebulan waaawwwwww amazing sekali.. duet kabehhhh kui..
    tapi mbuh besok nang akhirat kira2 diapain yaa.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada seorang veteran perang, di Kalsel. Dia dulu perawat. Sekarang sudah sakit dan tua. Di rumah gubuk, menjentikkan zikir...yang mebuat saya haru Mas @Sutoro Naruto. kata-kata yang terucap,
      "Biar miskin di dunia, tapi kaya di akhirat"

      Pelaku prostusi it, terlalu sibuk dengan gemerlap dunia ya...kesian mereka

      Delete